membaca alquran saat haid

Bolehkah Membaca Alquran Saat Haid? Ini Penjelasannya!

Membaca AlQuran Saat Haid – Pernah nggak sih, kamu sedang semangat-semangatnya mengejar target tilawah harian, eh tiba-tiba “tamu bulanan” datang menyapa? Rasanya campur aduk antara wajar karena siklus alami, tapi juga ada sedikit rasa sedih karena takut kebiasaan baikmu terputus.

Apalagi bagi kamu yang sedang rajin menghafal atau menjaga rutinitas ngaji setiap habis Subuh. Momen haid kadang membuat kita bingung dan merasa hampa karena harus menjauh dari mushaf kesayangan.

Di tengah kebingungan ini, pertanyaan klasik pun selalu muncul di grup-grup kajian atau terlintas di pikiran kita. Sebenarnya, bagaimana sih hukum membaca alquran saat haid itu? Apakah benar-benar dilarang total, atau ada keringanan?

Sebagai muslimah muda yang ingin terus belajar, perbedaan pandangan soal ini memang wajar bikin ragu. Yuk, kita bedah persoalan fikih ini dengan pikiran terbuka agar hatimu tetap tenang dalam beribadah!

Mengapa Ulama Berbeda Pendapat?

membaca alquran saat haid

Sebelum kita masuk ke kesimpulan boleh atau tidaknya, penting banget buat kita paham kalau membaca alquran saat haid dilarang karena para ulama bisa memiliki pandangan yang berbeda. Dan Ini adalah bukti betapa luas dan indahnya ilmu fikih Islam.

Perbedaan ini bermula dari cara ulama menafsirkan beberapa hadits Nabi. Ada riwayat yang melarang wanita haid membaca Al-Quran, namun sebagian ulama ahli hadits menilai sanad (jalur riwayat) hadits tersebut lemah (dhaif).

Karena adanya perbedaan penilaian terhadap kekuatan hadits inilah, lahir beberapa pandangan yang berbeda. Mari kita lihat dua sudut pandang utamanya agar kamu bisa mengetahui apakab benar membaca alquran saat haid dilarang atau tidak.

2 Pandangan Ulama Tentang Membaca Alquran Saat Haid

Dalam merespons kebingungan para muslimah, ulama lintas mazhab memberikan penjelasan yang sangat detail terkait membaca alquran dilarang atau tidak. Berikut adalah dua pandangan besar yang patut kita ketahui:

1. Mayoritas Ulama (Memilih Kehati-hatian)

Pandangan pertama datang dari mayoritas ulama (Jumhur), termasuk mazhab Syafi’i yang banyak dianut di Indonesia. Mereka berpendapat bahwa wanita yang sedang haid atau nifas dilarang membaca Al-Quran, baik dengan menyentuh mushaf maupun sekadar hafalan.

Membaca AlQuran saat hadi dilarang menurut karena Landasan mereka adalah kehati-hatian (wara’). Al-Quran adalah firman Allah yang sangat suci, sehingga mereka berpendapat harus dilafalkan dalam kondisi fisik yang sepenuhnya suci dari hadats besar.

Namun, mazhab ini memberikan pengecualian. Jika kamu melafalkan ayat Al-Quran dengan niat berdzikir atau berdoa (seperti membaca Bismillah, Alhamdulillah, atau doa naik kendaraan), maka hukumnya diperbolehkan.

Baca Juga : Siapa yang Berhak Menerima Wakaf Al Quran? Ini 4 Kategori Paling Pas!

2. Mazhab Maliki dan Ulama Kontemporer (Memperbolehkan)

Pandangan kedua datang dari mazhab Maliki, Ibnu Taimiyah, dan didukung oleh banyak ulama kontemporer (seperti pandangan Muhammadiyah). Mereka berpendapat bahwa wanita haid diperbolehkan membaca Al-Quran dari hafalannya.

Alasannya sangat logis dan berpihak pada kebutuhan psikologis muslimah. Masa haid bisa berlangsung hingga belasan hari. Jika dilarang total, seorang muslimah (terutama pengajar atau santri penghafal Quran) bisa melupakan hafalannya dan kehilangan semangat ibadah.

Mereka menegaskan bahwa tidak ada dalil shahih yang secara tegas melarang wanita haid melafalkan ayat Al-Quran. Larangan yang disepakati adalah menyentuh mushaf fisik, bukan melafalkannya.

Tetap Produktif Tanpa Melanggar Syariat

membaca alquran saat haid

Jadi apakaha benar dilarang membaca alquran saat haid dilarang? Setelah tahu ada perbedaan pendapat, kamu tidak perlu bingung. Kamu bisa mengambil jalan tengah yang aman agar rutinitas ngaji tidak terlupakan.

Berikut adalah beberapa tips praktis buat kamu yang sedang haid:

  • Gunakan Aplikasi di HP: Jika kamu ingin membaca (muraja’ah), gunakan aplikasi Al-Quran di ponselmu. Mayoritas ulama sepakat bahwa layar HP tidak dihukumi sebagai mushaf, sehingga boleh disentuh meski sedang haid.
  • Membaca Tafsir atau Terjemahan: Kamu bisa membaca buku tafsir atau terjemahan Al-Quran. Selama porsi huruf Arabnya tidak lebih dominan dari teks terjemahannya, buku tersebut tidak dihukumi sebagai mushaf.
  • Perbanyak Mendengar Murottal: Dengarkan lantunan ayat suci melalui earphone saat bekerja atau commuting. Mendengarkan Al-Quran tetap bernilai ibadah yang menenangkan jiwa.
  • Ubah Niat Menjadi Dzikir: Lafalkan ayat-ayat perlindungan (seperti Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas, atau Ayat Kursi) di pagi dan petang dengan niat berdzikir, bukan niat tilawah mutlak.

Menyalurkan Rindu pada Al-Quran Lewat Jalan Lain

Masa haid sejatinya adalah masa istirahat yang Allah berikan untuk fisik perempuan. Jika hatimu merasa rindu karena rutinitas membaca alquran saat haid menjadi terbatas, ubahlah rasa rindu itu menjadi aksi kepedulian.

Pernahkah kamu merenung? Kamu sedih karena terhalang membaca Quran selama seminggu. Namun, tahukah kamu bahwa ada sekitar 72% umat Muslim di Indonesia yang tidak bisa membaca Al-Quran sama sekali?

Mereka tidak terhalang oleh siklus haid, melainkan terhalang oleh ketidakmampuan, ketiadaan fasilitas, dan ketiadaan guru yang membimbing mereka dari nol. Jika kamu rindu berinteraksi dengan Quran, inilah ladang amal terbaik yang terbuka lebar untukmu.

Hadirkan Hidayah Lewat Program Berantas Buta Huruf Qur’an (BBHQ)

membaca alquran saat haid

Keterbatasan fisik saat menstruasi jangan sampai menghentikan aliran pahalamu. Kamu bisa membuat hartamu “membaca” Al-Quran mewakili dirimu dengan mendukung perjuangan pengentasan buta aksara.

Sebagai wadah perjuangan ini, Masjid Muslim Billionaire (MMB) menginisiasi gerakan peradaban bernama Berantas Buta Huruf Qur’an (BBHQ).

Program BBHQ bukan sekadar bagi-bagi buku. Ini adalah ekosistem pendidikan Al-Quran yang inklusif, berkelanjutan, dan diajarkan oleh guru tersertifikasi. Targetnya adalah memastikan masyarakat dari anak jalanan hingga orang tua pelosok desa bisa mengeja firman Allah tanpa dipungut biaya.

Apa untungnya buatmu? Setiap kali para santri BBHQ ini mengeja huruf hijaiyah dengan terbata-bata berkat fasilitas dari donasimu, pahala jariyahnya akan langsung mengalir ke catatan amalmu. Pahala ini tidak mengenal kata libur, bahkan saat kamu sedang haid sekalipun!

Yuk, ubah rasa rindumu pada Al-Quran menjadi aksi nyata. Jadilah jembatan hidayah bagi ribuan saudara kita dengan mendukung penuh operasional kelas Berantas Buta Huruf Qur’an (BBHQ). Klik tautan di bawah ini untuk menyalurkan sedekah terbaikmu bersama Baitul Maal Masjid Muslim Billionaire sekarang juga!

button-donasi

Kontak Media:

Instagram : @masjidmuslimbillionaire
Facebook : Masjid Muslim Billionaire
Youtube : Masjid Muslim Billionaire
Whatsapp : +628528542520

Kabar Terkini Lainnya

Camping bersama anak-anak adalah pengalaman yang menyenangkan sekaligus penuh tantangan. Apalagi jika dilakukan di kawasan pegunungan seperti Bogor yang terkenal dengan udara sejuk dan panorama

MEDIA PRESS, BOGOR 20 MEI 2025 – Munculnya grup Facebook menyimpang bertajuk Fantasi Sedarah yang menyebarkan konten berisi fantasi inses dan kekerasan seksual terhadap anak

MEDIA PRESS, 2025 – Presiden Kolombia, Gustavo Petro, mengumumkan keputusan bersejarah dengan memutus hubungan diplomatik negaranya dengan Israel efektif mulai 2 Mei 2024. Langkah ini

Bogor, 10 Juni 2025 – Setiap bulan, ada satu hari yang kami tunggu-tunggu dengan penuh semangat: hari pelaksanaan Program Lansia Bahagia. Sebagai panitia pelaksana di

  𝑀𝑒𝑑𝑖𝑎 𝑃𝑟𝑒𝑠𝑠, 𝐵𝑜𝑔𝑜𝑟 7 𝑀𝑒𝑖 2025 — Pemadaman listrik atau blackout besar-besaran yang terjadi di sejumlah negara belakangan ini kembali mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan dalam

MEDIA PRESS, PURWAKARTA 22 MEI 2025 – Tangis haru pecah saat seorang siswa SMP memeluk dan bersujud di kaki ibunya setelah menjalani pendidikan karakter di