𝑀𝑒𝑑𝑖𝑎 𝑃𝑟𝑒𝑠𝑠, 𝐵𝑜𝑔𝑜𝑟 7 𝑀𝑒𝑖 2025 — Pemadaman listrik atau blackout besar-besaran yang terjadi di sejumlah negara belakangan ini kembali mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi krisis energi.
Peristiwa terbaru yang terjadi di Semenanjung Iberia, mencakup Spanyol dan Portugal pada 28 April 2025 menyebabkan gangguan selama hampir 24 jam dan melumpuhkan berbagai sektor vital seperti transportasi, layanan rumah sakit, dan infrastruktur digital.
Namun, fenomena blackout bukan hanya terjadi di luar negeri. Dalam beberapa bulan terakhir, wilayah Bali, Bekasi, dan Cikarang di Indonesia juga mengalami gangguan serupa. Di Bali, pemadaman terjadi akibat gangguan transmisi Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT), sementara di kawasan industri seperti Cikarang dan Bekasi, pemadaman mendadak menyebabkan lumpuhnya operasional pabrik dan layanan publik.
Pemadaman tersebut terjadi tanpa pemberitahuan dan memperlihatkan betapa krusialnya membangun sistem mitigasi krisis yang tanggap, terencana, dan cepat direspons. Dalam konteks ini, budaya “Inisiatif” menjadi prinsip penting yang harus diinternalisasi bukan hanya oleh instansi negara, tapi juga oleh lembaga sosial dan keagamaan.
Baca Juga: Masjid Muslim Billionaire Berikan Reward Umrah kepada 6 Marbot Divisi Fundraising
“Kita tidak bisa menunggu krisis datang baru bertindak. Di Masjid Muslim Billionaire, kami mengajarkan nilai inisiatif sebagai budaya utama: berpikir dan bertindak sebelum diminta, termasuk dalam hal mitigasi teknis seperti persiapan genset, jalur komunikasi alternatif, hingga SOP krisis,” ujar Ustadz Beben Wahyudi, Pimpinan Masjid Muslim Billionaire, saat dimintai tanggapan atas fenomena blackout.
Ia menambahkan, masjid modern hari ini tidak cukup hanya fokus pada kegiatan ibadah rutin, tetapi juga harus berfungsi sebagai pusat krisis yang mampu merespons keadaan darurat dengan cepat.
“Inisiatif adalah bentuk tanggung jawab. Kalau listrik padam, siapa yang inisiatif nyalakan genset? Siapa yang pastikan sound system tetap aktif? Siapa yang jaga komunikasi tetap jalan? Semua ini tak bisa berjalan tanpa kesadaran kolektif,” jelasnya.
Masjid Muslim Billionaire selama ini memang dikenal dengan pendekatan manajemen berbasis nilai, salah satunya melalui 20 basic rules yang mencakup prinsip seperti fast respon, no excuse, profesional, dan tentu saja inisiatif. Nilai-nilai ini terbukti membantu tim tetap siaga dalam berbagai situasi, termasuk menghadapi gangguan teknis atau situasi tak terduga.
Fenomena blackout di berbagai tempat merupakan alarm nyata: kesiapan bukanlah pilihan, melainkan kebutuhan. Dan kesiapan hanya bisa lahir dari pribadi-pribadi yang hidup dengan nilai inisiatif, yang bertindak bukan karena disuruh, tapi karena peduli. [Redaksi]
𝑩𝒆𝒓𝒊𝒕𝒂 𝒊𝒏𝒊 𝑫𝒊𝒑𝒖𝒃𝒍𝒊𝒌𝒂𝒔𝒊𝒌𝒂𝒏 𝒐𝒍𝒆𝒉 𝑴𝒆𝒅𝒊𝒂 𝑷𝒓𝒆𝒔𝒔 𝑴𝒂𝒔𝒋𝒊𝒅 𝑴𝒖𝒔𝒍𝒊𝒎 𝑩𝒊𝒍𝒍𝒊𝒐𝒏𝒂𝒊𝒓𝒆, 𝑭𝒐𝒍𝒍𝒐𝒘 𝑯𝒂𝒍𝒂𝒎𝒂𝒏 𝑲𝒂𝒎𝒊 𝒖𝒏𝒕𝒖𝒌 𝑰𝒏𝒇𝒐 𝑻𝒆𝒓𝒃𝒂𝒓𝒖!
Kontak Media
WA: https://wa.me/6281225757951
Email: mediapress112@gmail.com
Website: www.MasjidMuslimBillionaire.com
FB: Media Press Masjid Muslim Billionaire
IG: @MediaPressOfficial_MMB
LinkedIn: MediaPressMMB





