12 Pondok GGS Ikut Public Speaking Bootcamp di MMB, Santri Belajar hingga Tampil Langsung!

12 Pondok GGS Ikut Public Speaking Bootcamp di MMB, Santri Belajar hingga Tampil Langsung!

Bogor, 30 Agustus 2026 – Santri perwakilan dari 12 Pondok GGS (Gerakan Gizi Santri) mengikuti Public Speaking Bootcamp yang diselenggarakan Masjid Muslim Billionaire (MMB) selama dua hari satu malam, dari Sabtu hingga Ahad (29-30/8/2026), di kawasan MMB.

Kegiatan yang dimulai sejak Sabtu pagi tersebut menjadi ruang pembelajaran bagi para peserta untuk mendapatkan materi dasar public speaking sekaligus mempraktekkannya secara langsung melalui berbagai aktivitas individu maupun kelompok, Setiap pondok mengirimkan minimal 5 santrinya untuk mengikuti kegiatan.

Coach Rahmadsyah menjadi narasumber utama didalam bootcamp ini yang dirancang tidak hanya memberikan materi tapi juga memberikan kesempatan langsung untuk para peserta menerapkan ilmunya di depan orang lain.

Kegiatan dimulai pada jam 7.30 di hari pertama, dimana peserta wajib untuk melakukan registrasi terlebih dahulu. Kegiatan utama dilaksanakan didalam Gedung Bismillah Serbaguna MMB. Rangkaian kegiatan dibuka dengan opening dari MC dan Tilawah Al-Quran.

Peserta kemudian mengikuti sesi bounding kelompok bersama kakak-kakak fasilitator. Melalui sesi tersebut, peserta mulai berkenalan antar sesama santri dikarenakan setiap kelompok disetting tidak boleh ada santri yang berasal dari pondok yang sama.

Setelah kelompok terbentuk, peserta membuat identitas kelompok yang terdiri dari nama, motto, yel-yel, dan gerakan kelompok. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses membangun kekompakan sebelum peserta memasuki rangkaian pembelajaran utama.

Menjelang siang, Coach Rahmadsyah menyampaikan materi “Public Speaking: Berani Bicara, Berani Berkarya”. Materi kemudian dilanjutkan dengan challenge balon yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk menerapkan keberanian dan kemampuan berkomunikasi secara langsung.

12 Pondok GGS Ikut Public Speaking Bootcamp di MMB, Santri Belajar hingga Tampil Langsung!

Rangkaian pembelajaran berlanjut dengan praktik “Mencari Gambar di Google”. Dalam praktik ini para peserta diminta untuk mencari 1 gambar bebas di internet, setelah mereka menemukan gambar yang cocok peserta diminta untuk menjelaskan secara detail apa yang ada didalam gambar tersebut menggunakan bahasa mereka masing-masing.

Dan  ada juga kegiatan “Cerita dalam Gambar”. Kalau tadi mereka mencari gambar secara mandiri, pada kegiatan “Cerita dalam Gambar” setiap kelompok diberikan 5 gambar yang berurutan, para peserta diminta untuk menyambungkan kejadian – kejadian yang ada di gambar tersebut didepan dan harus menggunakan bahasa mereka sendiri.

Peserta kemudian mengikuti materi mengenai gestur atau bahasa tubuh pada sore hari.

Dalam materi tersebut, Coach Rahmadsyah memberikan penjelasan mengenai penggunaan gestur ketika berbicara di depan panggung. Untuk laki-laki, posisi tangan disarankan berada di depan tubuh, sejajar dengan ulu hati, sedangkan bagi perempuan posisi tangan berada di depan perut.

Materi tersebut kemudian menjadi bekal bagi peserta untuk mengikuti Workshop Performance Night. Dalam sesi ini, setiap kelompok mulai menyusun konsep dan berlatih untuk penampilan yang akan dibawakan pada malam hari.

Memasuki malam, seluruh peserta mengikuti Performance Night dengan tema “From Learning to Performing”. Sebanyak 10 kelompok menampilkan konsep yang telah mereka persiapkan sebelumnya. Penampilan yang dibawakan beragam, mulai dari talkshow mengenai kegiatan kesantrian, podcast mengenai pengalaman mengikuti bootcamp, hingga drama tentang perjuangan dalam menghafal dan menjaga Al-Qur’an.

12 Pondok GGS Ikut Public Speaking Bootcamp di MMB, Santri Belajar hingga Tampil Langsung!

Salah satu peserta, Rio, menilai materi yang diberikan selama kegiatan memiliki manfaat bagi peserta.

“Setiap materi yang disampaikan oleh Coach Rahmadsyah sangatlah bermutu, setiap materi disampaikan secara lengkap dan jelas karena diselipi dengan contoh penggunaan dan peragaan yang real di lapangan.”

Setelah rangkaian hari pertama selesai, peserta beristirahat sekitar pukul 22.00 hingga 03.00 sebelum melanjutkan kegiatan pada hari kedua.

Hari kedua dimulai pada pukul 03.00 dengan persiapan mandi, kemudian dilanjutkan dengan salat Tahajud dan salat Subuh di masjid. Setelah itu, peserta mengikuti persiapan kelas dan sarapan sebelum kembali memasuki rangkaian pembelajaran.

Pada pukul 08.00, peserta mendapatkan materi ketiga mengenai “Mempersiapkan Kata Sambutan”. Materi tersebut berfokus pada kemampuan menyusun dan menyampaikan sambutan dengan baik.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan cerdas cermat antar kelompok pada pukul 10.00 hingga 12.00. Kegiatan ini menjadi sarana untuk menguji pemahaman peserta terhadap materi yang telah diberikan sekaligus menguji kekompakan kelompok yang telah dibangun sejak hari pertama.

12 Pondok GGS Ikut Public Speaking Bootcamp di MMB, Santri Belajar hingga Tampil Langsung!

Suasana kompetitif terlihat ketika setiap kelompok berusaha menjawab pertanyaan yang diberikan oleh panitia. Setelah cerdas cermat selesai, peserta mengikuti ISHOMA sekaligus mempersiapkan kepulangan.

Seluruh rangkaian Public Speaking Boot Camp kemudian ditutup pada pukul 13.30.

Selama dua hari satu malam, peserta mendapatkan pembelajaran mengenai dasar-dasar public speaking, mulai dari keberanian berbicara, penggunaan gestur, penyusunan kata sambutan, hingga penerapannya melalui berbagai praktik dan penampilan.

Selain mendapatkan materi dari Coach Rahmadsyah, peserta juga berkesempatan berbaur dengan santri dari berbagai pondok GGS. Proses tersebut menjadi bagian dari pengalaman selama mengikuti bootcamp dan memberikan kesempatan kepada peserta untuk membawa pembelajaran yang diperoleh ke dalam kehidupan kesantrian mereka.

Kontak Media:

Instagram : @masjidmuslimbillionaire
Facebook : Masjid Muslim Billionaire
Youtube : Masjid Muslim Billionaire
Whatsapp : +628528542520

Kabar Terkini Lainnya

𝑀𝑒𝑑𝑖𝑎 𝑃𝑟𝑒𝑠𝑠, 𝐽𝑎𝑘𝑎𝑟𝑡𝑎 25 𝐴𝑝𝑟𝑖𝑙 2025 – Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengungkap temuan mengejutkan terkait sembilan

Cara Membuat Pupuk Kompos -Isu lingkungan hari ini menjadi fokus utama di banyak lembaga pendidikan di Indonesia. Hampir setiap sekolah kini mulai menerapkan program zero

Cara Menanam Bawang Merah di Musim Kemarau- Musim kemarau sering kali dianggap sebagai masa sulit bagi para petani. Cuaca panas, tanah kering, dan minimnya sumber

MEDIA PRESS, 2025 – Presiden Kolombia, Gustavo Petro, mengumumkan keputusan bersejarah dengan memutus hubungan diplomatik negaranya dengan Israel efektif mulai 2 Mei 2024. Langkah ini

Bolehkah Puasa Asyura Tanpa Puasa Tasua? Menjelang tanggal 10 Muharram, banyak umat Islam mulai mencari informasi tentang bolehkah puasa Asyura tanpa puasa Tasua. Pertanyaan ini

Menanam daun bawang sendiri di rumah kini semakin dilirik dan diminati banyak orang. Selain hemat, hasilnya pun lebih segar dan menyehatkan karena tidak menggunakan bahan