Produk Marshmallow Asal China dan Filipina Tercemar Unsur Babi, Masjid Muslim Billionaire Serukan Kewaspadaan

𝑀𝑒𝑑𝑖𝑎 𝑃𝑟𝑒𝑠𝑠, 𝐽𝑎𝑘𝑎𝑟𝑡𝑎 25 𝐴𝑝𝑟𝑖𝑙 2025 – Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengungkap temuan mengejutkan terkait sembilan produk makanan, mayoritas marshmallow dan jelly, yang diketahui mengandung unsur babi. Temuan ini menjadi perhatian publik lantaran tujuh di antaranya telah
mengantongi sertifikat halal, namun ternyata mengandung bahan berbasis porcine atau babi.

Dalam konferensi pers yang digelar pada 21 April 2025, BPJPH dan BPOM menyebutkan bahwa hasil uji laboratorium terhadap berbagai produk impor, terutama asal China dan Filipina, menunjukkan adanya kandungan DNA dan peptida porcine, yang berarti produk tersebut tidak halal meski sebagian sudah berlabel halal.

Temuan ini melibatkan sejumlah merek dagang seperti Corniche Fluffy Jelly Marshmallows, ChompChomp Car Mallow, ChompChomp Flower Mallow, ChompChomp Mini Marshmallow (Tabung), Larbee TYL Marshmallow Isi Selai Vanila, Corniche Marshmallow Rasa Apel (Bentuk Teddy), Hakiki Gelatin (produk lokal), AAA Marshmallow Rasa Jeruk, dan SWEETIME Marshmallow Rasa Cokelat.

Konsumen utama produk ini adalah anak-anak dan remaja, menjadikannya masalah yang sangat serius bagi masyarakat Muslim Indonesia. Lembaga yang bertindak adalah BPOM dan BPJPH, serta berbagai pihak produsen dan distributor produk makanan tersebut.

Produk-produk bermasalah ini telah beredar luas di berbagai wilayah Indonesia, khususnya di toko swalayan, minimarket, dan platform e-commerce. Produk tersebut berasal dari China, Filipina, dan sebagian produksi lokal.

Kasus ini mencuat ke publik pada pertengahan April 2025, dan langsung memicu tindakan cepat berupa penarikan produk dari pasaran serta pemberian sanksi kepada importir dan distributor yang terlibat.

Baca Juga : Jaga Lingkungan, Jaga Keberkahan: Masjid Muslim Billionaire Terapkan Sistem Ecobrick dan Composter di Kawasan Masjid

Kendati sudah bersertifikat halal, adanya kelalaian dalam proses audit dan pengawasan bahan baku menjadi penyebab utama. BPJPH menyatakan perlunya penguatan sistem sertifikasi halal terutama untuk produk impor dan bahan baku gelatin yang rentan berasal dari babi.

Sebagai langkah lanjutan, BPOM telah menginstruksikan penarikan produk dari pasar dan pemberian sanksi administratif.

Terkait adanya kasus ini, Masjid Muslim Billionaire menghimbau kepada seluruh umat Muslim untuk meningkatkan kehati-hatian dalam mengonsumsi produk makanan apapun, terutama produk olahan seperti permen, jelly, dan marshmallow. [Redaksi]

𝑩𝒆𝒓𝒊𝒕𝒂 𝒊𝒏𝒊 𝑫𝒊𝒑𝒖𝒃𝒍𝒊𝒌𝒂𝒔𝒊𝒌𝒂𝒏 𝒐𝒍𝒆𝒉 𝑴𝒆𝒅𝒊𝒂 𝑷𝒓𝒆𝒔𝒔 𝑴𝒂𝒔𝒋𝒊𝒅 𝑴𝒖𝒔𝒍𝒊𝒎 𝑩𝒊𝒍𝒍𝒊𝒐𝒏𝒂𝒊𝒓𝒆, 𝑭𝒐𝒍𝒍𝒐𝒘 𝑯𝒂𝒍𝒂𝒎𝒂𝒏 𝑲𝒂𝒎𝒊 𝒖𝒏𝒕𝒖𝒌 𝑰𝒏𝒇𝒐 𝑻𝒆𝒓𝒃𝒂𝒓𝒖!

Kontak Media
WA: https://wa.me/6281225757951
Email: mediapress112@gmail.com
Website: www.MasjidMuslimBillionaire.com
FB: Media Press Masjid Muslim Billionaire
IG: @MediaPressOfficial_MMB
LinkedIn: MediaPressMMB

Kabar Terkini Lainnya

Hukum membaca Al Quran tanpa mengetahui artinya sering ditanyakan oleh Muslim ataupun Muslimah yang belum memahami bahasa Arab. Ada rasa khawatir jika ibadah menjadi sia

𝐔𝐬𝐭𝐚𝐝𝐳 𝐌𝐮𝐡𝐚𝐦𝐦𝐚𝐝 𝐅𝐚𝐤𝐡𝐫𝐮𝐫𝐫𝐚𝐳𝐢 𝐀𝐧𝐬𝐡𝐚𝐫 𝐊𝐮𝐧𝐣𝐮𝐧𝐠𝐢 𝐌𝐚𝐬𝐣𝐢𝐝 𝐌𝐮𝐬𝐥𝐢𝐦 𝐁𝐢𝐥𝐥𝐢𝐨𝐧𝐚𝐢𝐫𝐞, 𝐁𝐚𝐠𝐢𝐤𝐚𝐧 𝐈𝐥𝐦𝐮 𝐊𝐞𝐩𝐞𝐦𝐢𝐦𝐩𝐢𝐧𝐚𝐧 𝐝𝐚𝐧 𝐃𝐚𝐤𝐰𝐚𝐡 𝐌𝐞𝐝𝐢𝐚 𝐏𝐫𝐞𝐬𝐬, 𝐁𝐨𝐠𝐨𝐫 10 𝐅𝐞𝐛𝐫𝐮𝐚𝐫𝐢 𝟐𝟎𝟐𝟓 – Masjid Muslim Billionaire (MMB) mendapat

MEDIA PRESS, BOGOR 6 JUNI 2025 — Masjid Muslim Billionaire (MMB), sebuah pusat dakwah dan pemberdayaan umat yang berlokasi di Cinangneng, Tenjolaya, Bogor, menyampaikan ucapan

MEDIA PRESS, BOGOR 25 MEI 2025 – Di tengah gempuran tren instan dan orientasi materi dalam dunia pendidikan, Masjid Muslim Billionaire dan Pondok CEO tampil

agi batuk pilek, badan kurang enak, tapi waktu sholat sudah masuk. Kamu masih pakai masker karena takut nularin ke orang lain atau sekadar biar lebih

MEDIA PRESS, BOGOR 29 MEI 2025 – Pernyataan Presiden Terpilih Prabowo Subianto dalam wawancaranya dengan Reuters soal kemungkinan Indonesia mengakui Israel jika negara itu memberikan

Chat WhatsApp