Bolehkah Puasa Asyura Tanpa Puasa Tasua?
Menjelang tanggal 10 Muharram, banyak umat Islam mulai mencari informasi tentang bolehkah puasa Asyura tanpa puasa Tasua. Pertanyaan ini sering muncul karena tidak semua orang sempat menjalankan puasa pada tanggal 9 Muharram atau yang dikenal dengan puasa Tasua.
Ada yang baru mengetahui jadwal puasa Muharram di hari terakhir. Ada pula yang terhalang pekerjaan, perjalanan, atau alasan lainnya sehingga tidak sempat berpuasa pada tanggal 9 Muharram.
Lalu muncul pertanyaan, apakah tetap boleh melaksanakan puasa Asyura pada tanggal 10 Muharram saja?
Kabar baiknya, mayoritas ulama menjelaskan bahwa puasa Asyura tanpa puasa Tasua tetap sah dan tetap mendapatkan keutamaan puasa Asyura. Namun memang terdapat rincian dan anjuran yang perlu dipahami agar ibadah yang dilakukan semakin sempurna.
Keutamaan Puasa Asyura yang Sangat Besar
Sebelum membahas lebih jauh tentang bolehkah puasa Asyura tanpa puasa Tasua, penting untuk memahami betapa besar keutamaan puasa Asyura.
Dari Abu Qatadah Al-Anshari radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ๏ทบ bersabda:
“Puasa Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim)
Hadits ini menunjukkan bahwa puasa Asyura termasuk salah satu puasa sunnah yang memiliki keutamaan luar biasa.
Baca Juga :ย Keutamaan Puasa Asyura dan Tasuโa: Amalan Istimewa di Bulan Muharram yang Jangan Dilewatkan
Karena itu, jika seseorang terlanjur tidak berpuasa Tasua, bukan berarti ia harus meninggalkan puasa Asyura. Justru puasa Asyura tetap dianjurkan karena memiliki pahala yang sangat besar.
Inilah alasan mengapa pertanyaan bolehkah puasa Asyura tanpa puasa Tasua perlu dijawab dengan pemahaman yang tepat agar umat Islam tidak kehilangan kesempatan meraih keutamaan tersebut.
Mengapa Rasulullah ๏ทบ Menganjurkan Puasa Tasua?
Saat membahas bolehkah puasa Asyura tanpa puasa Tasua, kita perlu mengetahui alasan mengapa Rasulullah ๏ทบ menganjurkan puasa pada tanggal 9 Muharram.
Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma meriwayatkan bahwa ketika Rasulullah ๏ทบ berpuasa Asyura, para sahabat berkata:
“Wahai Rasulullah, hari ini adalah hari yang diagungkan oleh Yahudi dan Nasrani.”
Kemudian Rasulullah ๏ทบ bersabda:
“Jika aku masih hidup sampai tahun depan, sungguh aku akan berpuasa pada hari kesembilan.” (HR. Muslim)
Para ulama menjelaskan bahwa salah satu hikmah puasa Tasua adalah untuk menyelisihi kebiasaan kaum Yahudi yang hanya berpuasa pada tanggal 10 Muharram.
Karena itu, puasa Tasua berfungsi sebagai penyempurna puasa Asyura, bukan sebagai syarat sah puasa Asyura.
Bolehkah Puasa Asyura Tanpa Puasa Tasua Menurut Mazhab Syafi’i?
Pertanyaan bolehkah puasa Asyura tanpa puasa Tasua banyak dibahas dalam kitab-kitab fikih mazhab Syafi’i.
Dalam kitab Al-Umm, Imam Syafi’i menjelaskan bahwa tidak mengapa seseorang hanya berpuasa pada tanggal 10 Muharram saja.
Sebagaimana dijelaskan dalam kitab I’anatut Thalibin:
“Tidak mengapa berpuasa pada hari kesepuluh saja.”
Keterangan ini menjadi dasar bahwa dalam mazhab Syafi’i, puasa Asyura tanpa puasa Tasua diperbolehkan dan tetap bernilai sunnah.
Hal senada juga dijelaskan oleh para ulama Syafi’iyah bahwa anjuran berpuasa pada tanggal 9 Muharram bertujuan menyempurnakan amalan dan menyelisihi kebiasaan Yahudi, bukan menjadikan puasa Asyura saja sebagai amalan yang tercela.
Jadi, jika Anda bertanya bolehkah puasa Asyura tanpa puasa Tasua, maka jawabannya adalah boleh menurut pendapat yang kuat dalam mazhab Syafi’i.
Pendapat Ulama yang Menganggap Makruh
Meski demikian, ketika membahas bolehkah puasa Asyura tanpa puasa Tasua, terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama.
Sebagian ulama Hanafiyah berpendapat bahwa makruh berpuasa hanya pada tanggal 10 Muharram tanpa diiringi puasa tanggal 9 atau 11 Muharram.
Mereka beralasan bahwa puasa tanggal 10 saja berpotensi menyerupai kebiasaan kaum Yahudi.
Namun pendapat ini tidak diikuti oleh mayoritas ulama Syafi’iyah, Hanabilah, dan banyak ulama lainnya.
Karena itu, perbedaan ini sebaiknya dipahami sebagai khazanah keilmuan Islam tanpa saling menyalahkan.
Jika Terlewat Tasua, Apakah Masih Perlu Puasa Asyura?
Inilah inti dari pertanyaan bolehkah puasa Asyura tanpa puasa Tasua.
Jawabannya: tetap dianjurkan.
Bahkan banyak ulama menegaskan bahwa jangan sampai seseorang meninggalkan puasa Asyura hanya karena tidak sempat berpuasa Tasua.
Sebab inti keutamaan berada pada puasa Asyura itu sendiri.
Buya Yahya juga menjelaskan bahwa jika seseorang tidak sempat berpuasa pada tanggal 9 Muharram, maka tetap berpuasa pada tanggal 10 Muharram.
Jangan sampai kehilangan pahala puasa Asyura hanya karena merasa belum menjalankan puasa Tasua.
Di tengah semangat memperbanyak amal pada bulan Muharram, umat Islam juga dapat melengkapi ibadah dengan memperbanyak sedekah. Salah satu sarana yang dapat dipilih adalah Baitul Maal Masjid Muslim Billionaire yang memiliki berbagai program aktif setiap bulannya seperti Pasar Bahagia, Festival Yatim Bahagia, Gerakan Gizi Santri, Majelis Botram, Mengaji itu Mudah, santunan yatim, bantuan dhuafa, program pendidikan Islam, dan berbagai kegiatan sosial lainnya yang bermanfaat bagi masyarakat.
Alternatif Jika Tidak Puasa Tanggal 9 Muharram
Sebagian ulama menganjurkan alternatif lain bagi yang tidak sempat melaksanakan puasa Tasua.
Yaitu dengan berpuasa pada tanggal 10 dan 11 Muharram.
Anjuran ini bertujuan agar tetap mendapatkan hikmah menyelisihi kebiasaan Yahudi yang hanya berpuasa pada tanggal 10 Muharram.
Baca Juga :ย Sudah Tahu? Keutamaan 10 Hari Pertama Bulan Muharram Menurut Ulama
Karena itu, tingkatan pelaksanaan puasa Muharram yang sering disebut ulama adalah:
- Puasa tanggal 9, 10, dan 11 Muharram.
- Puasa tanggal 9 dan 10 Muharram.
- Puasa tanggal 10 dan 11 Muharram.
- Puasa tanggal 10 Muharram saja.
Seluruh tingkatan tersebut tetap memiliki nilai kebaikan, meskipun tingkat kesempurnaannya berbeda.
Jangan Sampai Kehilangan Keutamaan Asyura
Terkadang seseorang terlalu fokus pada pertanyaan bolehkah puasa Asyura tanpa puasa Tasua hingga akhirnya tidak berpuasa sama sekali.
Padahal para ulama justru menganjurkan agar tetap menjalankan puasa Asyura meskipun tidak sempat berpuasa pada hari sebelumnya.
Yang terpenting adalah memanfaatkan kesempatan yang Allah berikan untuk memperoleh ampunan dan pahala yang besar.
Selain puasa, Muharram juga menjadi waktu yang baik untuk memperbanyak dzikir, membaca Al-Qur’an, membantu sesama, dan memperbanyak sedekah.
Penutup
Jadi, jawaban dari pertanyaan bolehkah puasa Asyura tanpa puasa Tasua adalah boleh. Menurut mazhab Syafi’i dan banyak ulama lainnya, puasa Asyura tetap sah, tetap sunnah, dan tetap mendapatkan keutamaan besar meskipun dilakukan tanpa puasa Tasua.
Namun jika memungkinkan, lebih utama menggabungkan puasa tanggal 9 dan 10 Muharram untuk mengikuti keinginan Rasulullah ๏ทบ dalam menyelisihi kebiasaan kaum Yahudi. Jika tidak sempat tanggal 9, sebagian ulama menganjurkan menambah puasa tanggal 11 Muharram.
Yang terpenting, jangan sampai kehilangan kesempatan meraih pahala puasa Asyura hanya karena tidak sempat menjalankan puasa Tasua.
Lengkapi pula ibadah di bulan Muharram dengan memperbanyak amal sosial melalui Baitul Maal Masjid Muslim Billionaire yang secara rutin menghadirkan program Pasar Bahagia, Festival Yatim Bahagia, Gerakan Gizi Santri, Majelis Botram, Mengaji itu Mudah, serta berbagai program kemanusiaan, pendidikan, santunan yatim, dan pemberdayaan umat lainnya.
Semoga Allah SWT memberikan kemudahan kepada kita untuk menghidupkan sunnah Rasulullah ๏ทบ, memperbanyak amal saleh, dan meraih keberkahan di bulan Muharram.
Kontak Media:
Instagram :ย @masjidmuslimbillionaire
Facebook :ย Masjid Muslim Billionaire
Youtube :ย Masjid Muslim Billionaire
Whatsapp :ย +628528542520








