April 30, 2025

Masjid Muslim Billionaire Serukan Umat untuk Berani Speak Up demi Kebenaran dan Perubahan

  𝑀𝑒𝑑𝑖𝑎 𝑃𝑟𝑒𝑠𝑠, 𝐿𝑜𝑚𝑏𝑜𝑘 𝐵𝑎𝑟𝑎𝑡, 30 𝐴𝑝𝑟𝑖𝑙 2025 — Dugaan kasus pelecehan seksual di sebuah pondok pesantren di Lombok Barat menjadi sorotan publik. Sedikitnya 22 santriwati mengaku menjadi korban perbuatan bejat seorang ustadz berinisial AF sejak tahun 2016 hingga 2023. Keberanian mereka untuk speak up baru muncul belakangan ini, setelah terinspirasi dari tokoh “Walid” dalam serial drama asal Malaysia berjudul Bidaah, yang mengangkat isu penyalahgunaan agama oleh pemimpin spiritual. AF diduga memanipulasi kepercayaan para santri dengan dalih “mensucikan rahim” agar dapat melahirkan anak-anak yang kelak menjadi ulama. Polresta Mataram kini tengah mendalami laporan resmi dari sejumlah korban, serta telah melakukan pemeriksaan saksi dan olah tempat kejadian perkara (TKP). Menanggapi peristiwa memilukan ini, Masjid Muslim Billionaire (MMB) mengeluarkan seruan moral kepada masyarakat, terutama komunitas pendidikan dan keagamaan untuk tidak ragu menyuarakan kebenaran. Baca Juga: SILAT OTA: Kajian Ba’da Subuh, Pererat Ikatan Keluarga Antara Orang Tua Asuh dan Masjid Muslim Billionaire “Kami di Masjid Muslim Billionaire memiliki corporate culture yang mencakup 20 Basic Rules. Salah satu prinsip penting kami, tepatnya pada poin ke-3, adalah Speak Up. Prinsip ini menekankan pentingnya keberanian untuk mengungkapkan kebenaran, melaporkan penyimpangan, dan menjaga integritas diri serta lingkungan,” ungkap Ustadz Beben Wahyudi, Pimpinan Masjid Muslim Billionaire, dalam sebuah wawancara terpisah. Masjid Muslim Billionaire menegaskan bahwa budaya Speak Up bukan hanya relevan di dunia organisasi atau korporasi, tetapi juga sangat penting dalam mendorong santri, pelajar, maupun masyarakat luas untuk bersuara. Terutama saat berhadapan dengan ketidakadilan atau kekerasan, termasuk yang berlindung di balik simbol-simbol keagamaan. Masjid Muslim Billionaire menyatakan dukungan penuh terhadap para korban yang akhirnya berani speak up. Ini menjadi bukti nyata bahwa budaya keberanian untuk bersuara mulai tumbuh di tengah masyarakat. Karena diam bukanlah pilihan, ketika kebenaran harus ditegakkan agar tak ada lagi korban. [Redaksi] 𝑩𝒆𝒓𝒊𝒕𝒂 𝒊𝒏𝒊 𝑫𝒊𝒑𝒖𝒃𝒍𝒊𝒌𝒂𝒔𝒊𝒌𝒂𝒏 𝒐𝒍𝒆𝒉 𝑴𝒆𝒅𝒊𝒂 𝑷𝒓𝒆𝒔𝒔 𝑴𝒂𝒔𝒋𝒊𝒅 𝑴𝒖𝒔𝒍𝒊𝒎 𝑩𝒊𝒍𝒍𝒊𝒐𝒏𝒂𝒊𝒓𝒆, 𝑭𝒐𝒍𝒍𝒐𝒘 𝑯𝒂𝒍𝒂𝒎𝒂𝒏 𝑲𝒂𝒎𝒊 𝒖𝒏𝒕𝒖𝒌 𝑰𝒏𝒇𝒐 𝑻𝒆𝒓𝒃𝒂𝒓𝒖! Kontak Media WA: https://wa.me/6281225757951 Email: mediapress112@gmail.com Website: www.MasjidMuslimBillionaire.com FB: Media Press Masjid Muslim Billionaire IG: @MediaPressOfficial_MMB LinkedIn: MediaPressMMB

Masjid Muslim Billionaire Serukan Umat untuk Berani Speak Up demi Kebenaran dan Perubahan Read More »

SILAT OTA: Kajian Ba’da Subuh, Pererat Ikatan Keluarga Antara Orang Tua Asuh dan Masjid Muslim Billionaire

  𝑀𝑒𝑑𝑖𝑎 𝑃𝑟𝑒𝑠𝑠, 𝐵𝑜𝑔𝑜𝑟 30 𝐴𝑝𝑟𝑖𝑙 2025 — Di tengah kesibukan yang padat, Ahad pagi menjadi momen penuh makna bagi para Orang Tua Asuh (OTA) di Masjid Muslim Billionaire (MMB). Melalui agenda rutin bertajuk SILAT OTA (Silaturrahim Orang Tua Asuh), MMB mempersembahkan majelis ilmu dan inspirasi yang dikemas dalam bentuk kajian edukatif ba’da Subuh setiap pekannya. SILAT OTA menghadirkan kajian tematik seputar spiritualitas, pengasuhan, motivasi, tanggung jawab sosial, dan nilai-nilai kebaikan yang selaras dengan semangat berbagi. Tujuannya tidak hanya untuk menguatkan keimanan, tetapi juga mempererat hubungan kekeluargaan antara lembaga dan para donatur. Kajian ini dibawakan secara bergantian oleh dua tokoh penting di Masjid Muslim Billionaire, yaitu Ustadz Beben Wahyudi (Pimpinan Masjid Muslim Billionaire) dan dr. Andhyka Sedyawan (Pengasuh Masjid Muslim Billionaire). Keduanya dikenal luas tak hanya karena keilmuan mereka, tetapi juga karena kedekatan emosional yang terbangun bersama para santri dan donatur selama bertahun-tahun. “Kami ingin memperkuat koneksi hati dengan para OTA. Kajian ini adalah bentuk terima kasih kami atas kepercayaan yang selama ini diberikan. Karena tanpa OTA, kami takkan mampu mengantarkan amanah kepada ribuan penerima manfaat,” ujar Ustadz Beben dalam salah satu sesi kajian. Kajian SILAT OTA dilaksanakan secara online menggunakan platform digital zoom yang memungkinkan jangkauan lebih luas. Sehingga Para OTA yang tersebar dari berbagai wilayah di Indonesia bahkan luar negeri, bisa tetap mengikuti kajian dengan mudah, cukup dari rumah masing-masing. Baca Juga: Mahasantri Pondok CEO Muslim Billionaire Inisiasi Berbagai Program Kemaslahan Ummat di Kampung Halaman Tema kajian selalu berganti setiap pekan, mulai dari pembinaan ruhiyah, parenting islami, manajemen hati, hingga topik-topik kekinian yang dikemas dari sudut pandang Qur’ani dan sosial. Dalam kajian ini juga dibuka sesi tanya jawab, menjadikan interaksi semakin akrab dan personal. “Walaupun via Zoom, saya merasa sangat dekat. Bahkan seperti duduk langsung di masjid MMB. Ilmunya daging semua, dan terasa disampaikan dari hati,” ujar Pak Dwi, salah satu OTA yang rutin mengikuti kajian dari Semarang. Melalui SILAT OTA, Masjid Muslim Billionaire menegaskan komitmennya bahwa amanah tidak hanya disampaikan secara programatik, tetapi juga dengan ikatan hati yang kuat antara lembaga dan para pemberi amanah. Karena bagi Masjid Muslim Billionaire, setiap Orang Tua Asuh adalah bagian keluarga besar yang patut dimuliakan. 𝐓𝐞𝐫𝐮𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐎𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐓𝐮𝐚 𝐀𝐬𝐮𝐡 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐢𝐧𝐠𝐢𝐧 𝐛𝐞𝐫𝐠𝐚𝐛𝐮𝐧𝐠 𝐝𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐊𝐚𝐣𝐢𝐚𝐧 𝐒𝐈𝐋𝐀𝐓 𝐎𝐓𝐀 𝐌𝐚𝐬𝐣𝐢𝐝 𝐌𝐮𝐬𝐥𝐢𝐦 𝐁𝐢𝐥𝐥𝐢𝐨𝐧𝐚𝐢𝐫𝐞 𝐛𝐢𝐬𝐚 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐡𝐮𝐛𝐮𝐧𝐠𝐢 𝐂𝐒 𝐅𝐮𝐧𝐝𝐫𝐚𝐢𝐬𝐢𝐧𝐠 𝐦𝐞𝐥𝐚𝐥𝐮𝐢 𝐧𝐨𝐦𝐨𝐫 𝐖𝐀 𝟎𝟖𝟐𝟏-𝟐𝟒𝟒𝟏-𝟓𝟏𝟕𝟒 𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐃𝐢𝐯𝐚. [Redaksi] 𝑨𝒅𝒗𝒆𝒓𝒕𝒐𝒓𝒊𝒂𝒍 𝒊𝒏𝒊 𝑫𝒊𝒑𝒖𝒃𝒍𝒊𝒌𝒂𝒔𝒊𝒌𝒂𝒏 𝒐𝒍𝒆𝒉 𝑴𝒆𝒅𝒊𝒂 𝑷𝒓𝒆𝒔𝒔 𝑴𝒂𝒔𝒋𝒊𝒅 𝑴𝒖𝒔𝒍𝒊𝒎 𝑩𝒊𝒍𝒍𝒊𝒐𝒏𝒂𝒊𝒓𝒆, 𝑭𝒐𝒍𝒍𝒐𝒘 𝑯𝒂𝒍𝒂𝒎𝒂𝒏 𝑲𝒂𝒎𝒊 𝒖𝒏𝒕𝒖𝒌 𝑰𝒏𝒇𝒐 𝑻𝒆𝒓𝒃𝒂𝒓𝒖! Kontak Media WA: https://wa.me/6281225757951 Email: mediapress112@gmail.com Website: www.MasjidMuslimBillionaire.com FB: Media Press Masjid Muslim Billionaire IG: @MediaPressOfficial_MMB LinkedIn: MediaPressMMB

SILAT OTA: Kajian Ba’da Subuh, Pererat Ikatan Keluarga Antara Orang Tua Asuh dan Masjid Muslim Billionaire Read More »

Mahasantri Pondok CEO Muslim Billionaire Inisiasi Berbagai Program Kemaslahan Ummat di Kampung Halaman

𝑀𝑒𝑑𝑖𝑎 𝑃𝑟𝑒𝑠𝑠, 𝐵𝑜𝑔𝑜𝑟 29 𝐴𝑝𝑟𝑖𝑙 2025 – Saat kebanyakan pemudik memanfaatkan libur lebaran untuk beristirahat atau berkumpul bersenang-senang bersama keluarga, seluruh mahasantri Pondok CEO Muslim Billionaire justru memilih terjun ke masyarakat dan menggelar aksi sosial bertajuk “Program Kebaikan” di kampung halaman masing-masing. Kegiatan ini menunjukkan semangat SISPAK (Santri Siap Pakai), merupakan sebuah konsep pembinaan dari Pondok CEO Muslim Billionaire yang menekankan pada kebermanfaatan santri saat berada di pondok maupun ketika kembali ke tengah masyarakat. Berikut beberapa ulasan program kebaikan yang diinisiasi oleh para santri Spartan Pondok CEO Muslim Billionaire di kampung halaman mereka. Di Cikancung, Kabupaten Bandung, dua santri bernama Ulfah dan Abdul Hakim menginisiasi program “Berbagi Bahagia” di Masjid Babussalam. Program ini memberikan hadiah berupa batagor kepada para jamaah yang mengikuti shalat berjamaah di masjid. Baca Juga : Reputasi Meningkat, Masjid Muslim Billionaire Terus Menuai Kepercayaan Eksternal Sebanyak 30 penerima manfaat mendapatkan apresiasi ini. “Ini sebagai bentuk dorongan dan penghargaan kepada masyarakat yang masih memakmurkan masjid, bahkan di saat suasana lebaran telah usai,” ujar Abdul Hakim yang merupakan kakak kandung dari Ulfah. Sementara di Surabaya, santri Muhammad Rofiif Rohmatulloh bersama adiknya Syarafina Nur’Abidah menggagas program bertajuk “Berbagi Makan untuk Pejuang Rupiah” pada Selasa, 15 April 2025. Mereka membagikan 30 paket nasi bungkus kepada para pekerja informal di area Bratang, Pasar Pucang, dan Ngagel. Dana sebesar Rp300.000 berhasil mereka kumpulkan dan salurkan secara mandiri. “Banyak orang yang memilih menunda makan demi tetap bisa bekerja. Kami ingin meringankan beban mereka meski sedikit,” kata Rofiif. Tak hanya itu, santri lainnya yaitu Daris juga menjalankan program yang diberi nama “Menang Bersama” menyalurkan sembako kepada 16 penerima manfaat. Tujuan utamanya adalah menyampaikan semangat kemenangan pasca Ramadhan kepada mereka yang masih harus berjuang demi keluarga. “Saya ingin mengukir senyuman di wajah para pejuang rupiah yang mungkin belum sepenuhnya merasakan kemenangan,” ujar Daris. Namun, semua kegiatan ini tak berlangsung tanpa tantangan. Para santri mengakui, menjalankan program sosial di kampung halaman sendiri memiliki dinamika tersendiri. Mereka harus menghadapi pandangan masyarakat yang masih memposisikan mereka sebagai “anak kemarin sore” yang mungkin masih dianggap remeh oleh sebagian orang di kampung halaman masing-masing. Apalagi para santri ini semuanya adalah anak-anak muda dari kalangan Gen Z. Mereka bisa membuktikan sebagai santri siap pakai yang selalu siaga melayani umat dengan membuat perencanaan sekaligus merealisasikan berbagai program kebaikan. Para santri ini mempersiapkan segala sesuatunya dari mulai riset lapangan, penggalangan dana, eksekusi, hingga pelaporan. “Tantangannya bukan hanya soal waktu realisasi, tapi juga mental. Kami harus membuktikan bahwa kami memang siap pakai di manapun berada, bukan hanya patuh saat di pondok saja,” ujar salah satu santri. Melalui kegiatan ini, Pondok CEO Muslim Billionaire ingin menegaskan bahwa keberhasilan sebuah pendidikan pesantren tidak hanya dinilai dari kedisiplinan santri saat di dalam pondok. Esensinya justru terlihat saat mereka kembali ke masyarakat dan tetap bisa menjadi pejuang perubahan yang membawa manfaat. Inilah ruh dari konsep SISPAK: Santri yang bukan hanya bisa diandalkan saat di pesantren, tapi juga tetap memberi dampak saat kembali ke realitas kehidupan masyarakat. [Redaksi] 𝑩𝒆𝒓𝒊𝒕𝒂 𝒊𝒏𝒊 𝑫𝒊𝒑𝒖𝒃𝒍𝒊𝒌𝒂𝒔𝒊𝒌𝒂𝒏 𝒐𝒍𝒆𝒉 𝑴𝒆𝒅𝒊𝒂 𝑷𝒓𝒆𝒔𝒔 𝑴𝒂𝒔𝒋𝒊𝒅 𝑴𝒖𝒔𝒍𝒊𝒎 𝑩𝒊𝒍𝒍𝒊𝒐𝒏𝒂𝒊𝒓𝒆, 𝑭𝒐𝒍𝒍𝒐𝒘 𝑯𝒂𝒍𝒂𝒎𝒂𝒏 𝑲𝒂𝒎𝒊 𝒖𝒏𝒕𝒖𝒌 𝑰𝒏𝒇𝒐 𝑻𝒆𝒓𝒃𝒂𝒓𝒖! Kontak Media WA: https://wa.me/6281225757951 Email: mediapress112@gmail.com Website: www.MasjidMuslimBillionaire.com FB: Media Press Masjid Muslim Billionaire IG: @MediaPressOfficial_MMB LinkedIn: MediaPressMMB

Mahasantri Pondok CEO Muslim Billionaire Inisiasi Berbagai Program Kemaslahan Ummat di Kampung Halaman Read More »

Ketika Ilmu Dikhianati, Pondok CEO Menjawab dengan Takwa dan Karakter sebagai Fondasi Kepemimpinan

  𝑀𝑒𝑑𝑖𝑎 𝑃𝑟𝑒𝑠𝑠, 𝐵𝑜𝑔𝑜𝑟 29 𝐴𝑝𝑟𝑖𝑙 2025 – Di tengah maraknya fenomena pelanggaran hukum yang justru dilakukan oleh mereka dengan gelar pakar, publik kembali dihadapkan pada krisis kepercayaan terhadap integritas para penegak keadilan. Banyak kasus terbaru menunjukkan bahwa tak sedikit dari mereka yang memahami hukum secara mendalam, justru memelintirnya demi kepentingan pribadi. Pengkhianatan terhadap ilmu ini menjadi tamparan keras bagi dunia pendidikan hukum di Indonesia. Pondok CEO, sebuah pesantren modern yang berlokasi di Bogor, hadir memberikan jawaban yang berbeda: pendidikan tak boleh hanya fokus pada kecerdasan kognitif, tapi harus berakar pada karakter dan ketakwaan. Melalui kurikulum khusus berbasis 13 DNA Pondok CEO dan SISPAK, para mahasantri Pondok CEO dibentuk bukan hanya untuk menjadi ahli di bidangnya, melainkan menjadi pemimpin yang takut kepada Allah dan menjunjung tinggi amanah ilmu. “Ilmu yang tidak ditopang akhlak akan menjadi senjata makan tuan. Kami mendidik santri agar kelak ketika menjadi pengusaha, politisi, praktisi hukum, atau apa pun profesinya, mereka tetap menjadikan Allah sebagai pusat pertanggungjawaban,” tegas Ustadz Beben Wahyudi, Pimpinan Pondok CEO saat diwawancarai. Pendidikan di Pondok CEO tidak hanya mengajarkan teori dan praktik keahlian, tapi juga menanamkan visi peradaban Islam. Santri dibiasakan hidup disiplin, visioner, solutif, dan bertanggung jawab atas setiap keputusan. Harapannya, mereka akan menjadi generasi yang tidak akan berani mengkhianati ilmu, karena mereka sadar bahwa ilmu adalah amanah, dan pengkhianat ilmu bukan hanya melanggar hukum negara, tapi juga berdosa di hadapan Allah. Di saat bangsa ini dikecewakan oleh intelektual yang lupa amanah, Pondok CEO menanam benih-benih perubahan. Sebuah investasi jangka panjang untuk melahirkan pemimpin masa depan yang berani jujur, adil, dan berakhlak mulia. [Redaksi] 𝑩𝒆𝒓𝒊𝒕𝒂 𝒊𝒏𝒊 𝑫𝒊𝒑𝒖𝒃𝒍𝒊𝒌𝒂𝒔𝒊𝒌𝒂𝒏 𝒐𝒍𝒆𝒉 𝑴𝒆𝒅𝒊𝒂 𝑷𝒓𝒆𝒔𝒔 𝑴𝒂𝒔𝒋𝒊𝒅 𝑴𝒖𝒔𝒍𝒊𝒎 𝑩𝒊𝒍𝒍𝒊𝒐𝒏𝒂𝒊𝒓𝒆, 𝑭𝒐𝒍𝒍𝒐𝒘 𝑯𝒂𝒍𝒂𝒎𝒂𝒏 𝑲𝒂𝒎𝒊 𝒖𝒏𝒕𝒖𝒌 𝑰𝒏𝒇𝒐 𝑻𝒆𝒓𝒃𝒂𝒓𝒖! Kontak Media WA: https://wa.me/6281225757951 Email: mediapress112@gmail.com Website: www.MasjidMuslimBillionaire.com FB: Media Press Masjid Muslim Billionaire IG: @MediaPressOfficial_MMB LinkedIn: MediaPressMMB

Ketika Ilmu Dikhianati, Pondok CEO Menjawab dengan Takwa dan Karakter sebagai Fondasi Kepemimpinan Read More »