πππππ ππππ π , π΅ππππ 29 π΄ππππ 2025 β Saat kebanyakan pemudik memanfaatkan libur lebaran untuk beristirahat atau berkumpul bersenang-senang bersama keluarga, seluruh mahasantri Pondok CEO Muslim Billionaire justru memilih terjun ke masyarakat dan menggelar aksi sosial bertajuk βProgram Kebaikanβ di kampung halaman masing-masing.
Kegiatan ini menunjukkan semangat SISPAK (Santri Siap Pakai), merupakan sebuah konsep pembinaan dari Pondok CEO Muslim Billionaire yang menekankan pada kebermanfaatan santri saat berada di pondok maupun ketika kembali ke tengah masyarakat.
Berikut beberapa ulasan program kebaikan yang diinisiasi oleh para santri Spartan Pondok CEO Muslim Billionaire di kampung halaman mereka.
Di Cikancung, Kabupaten Bandung, dua santri bernama Ulfah dan Abdul Hakim menginisiasi program βBerbagi Bahagiaβ di Masjid Babussalam. Program ini memberikan hadiah berupa batagor kepada para jamaah yang mengikuti shalat berjamaah di masjid.
Baca Juga :Β Reputasi Meningkat, Masjid Muslim Billionaire Terus Menuai Kepercayaan Eksternal
Sebanyak 30 penerima manfaat mendapatkan apresiasi ini.
βIni sebagai bentuk dorongan dan penghargaan kepada masyarakat yang masih memakmurkan masjid, bahkan di saat suasana lebaran telah usai,β ujar Abdul Hakim yang merupakan kakak kandung dari Ulfah.
Sementara di Surabaya, santri Muhammad Rofiif Rohmatulloh bersama adiknya Syarafina NurβAbidah menggagas program bertajuk βBerbagi Makan untuk Pejuang Rupiahβ pada Selasa, 15 April 2025.

βBanyak orang yang memilih menunda makan demi tetap bisa bekerja. Kami ingin meringankan beban mereka meski sedikit,β kata Rofiif.
Tak hanya itu, santri lainnya yaitu Daris juga menjalankan program yang diberi nama βMenang Bersamaβ menyalurkan sembako kepada 16 penerima manfaat.
Tujuan utamanya adalah menyampaikan semangat kemenangan pasca Ramadhan kepada mereka yang masih harus berjuang
demi keluarga.
βSaya ingin mengukir senyuman di wajah para pejuang rupiah yang mungkin belum sepenuhnya merasakan kemenangan,β ujar Daris.
Namun, semua kegiatan ini tak berlangsung tanpa tantangan. Para santri mengakui, menjalankan program sosial di kampung halaman sendiri memiliki dinamika tersendiri.
Mereka harus menghadapi pandangan masyarakat yang masih memposisikan mereka sebagai βanak kemarin soreβ yang mungkin masih dianggap remeh oleh sebagian orang di kampung halaman masing-masing. Apalagi para santri ini semuanya adalah anak-anak muda dari kalangan Gen Z.
Mereka bisa membuktikan sebagai santri siap pakai yang selalu siaga melayani umat dengan membuat perencanaan sekaligus merealisasikan berbagai program kebaikan. Para santri ini mempersiapkan segala sesuatunya dari mulai riset lapangan, penggalangan dana, eksekusi, hingga pelaporan.
βTantangannya bukan hanya soal waktu realisasi, tapi juga mental. Kami harus membuktikan bahwa kami memang siap pakai di manapun berada, bukan hanya patuh saat di pondok saja,β ujar salah satu santri.
Melalui kegiatan ini, Pondok CEO Muslim Billionaire ingin menegaskan bahwa keberhasilan sebuah pendidikan pesantren tidak hanya dinilai dari kedisiplinan santri saat di dalam pondok. Esensinya justru terlihat saat mereka kembali ke masyarakat dan tetap bisa menjadi pejuang perubahan yang membawa manfaat.
Inilah ruh dari konsep SISPAK: Santri yang bukan hanya bisa diandalkan saat di pesantren, tapi juga tetap memberi dampak saat kembali ke realitas kehidupan masyarakat. [Redaksi]
π©πππππ πππ π«πππππππππππππ ππππ π΄ππ ππ π·ππππ π΄πππππ π΄πππππ π©ππππππππππ, ππππππ π―ππππππ π²πππ πππππ π°πππ π»ππππππ!
Kontak Media
WA: https://wa.me/6281225757951
Email: mediapress112@gmail.com
Website: www.MasjidMuslimBillionaire.com
FB: Media Press Masjid Muslim Billionaire
IG: @MediaPressOfficial_MMB
LinkedIn: MediaPressMMB






