“Merawat Ingatan”, Aksi Sunyi Para Marbot Masjid Muslim Billionaire di 11 Titik Wilayah Bogor untuk Palestina

𝑀𝑒𝑑𝑖𝑎 𝑃𝑟𝑒𝑠𝑠, 𝐵𝑜𝑔𝑜𝑟 19 𝐴𝑝𝑟𝑖𝑙 2025 – Di tengah hiruk pikuk aktivitas warga Bogor, sekelompok orang berdiri diam membawa pesan yang mengguncang nurani. Mereka bukan aktivis jalanan, bukan pula orator yang berapi-api. Mereka adalah 22 orang marbot dari Masjid Muslim Billionaire, para penjaga rumah Allah yang biasanya tak dikenal publik, pada Jumat (18/04) kemarin, turun ke jalan dalam aksi “Merawat Ingatan”.

Aksi ini tersebar di 11 titik strategis Kota Bogor: Pasar Jumat, IPB, Laladon, Lampu Merah Semplak, Lampu Merah Yasmin, Lampu Merah KBB, Lampu Merah Jambu 2, Taman CoratCoret, Masjid Ashofiah, Tugu Kujang dan Sempur. Masing-masing titik dijaga oleh dua orang marbot dari berbagai divisi yang mengangkat pamflet berisi seruan hati nurani.

“Jangan Lupakan Gaza”, “Gaza Masih Berdarah, Diam Adalah Pengkhianatan”, hingga “Jika Boikot Saja Tidak Mampu, Lalu Dimana Rasa Pedulimu?”

Pesan-pesan itu ditujukan langsung pada masyarakat yang melintas, sebagian berhenti dan membaca, sebagian lain berlalu tak peduli sambil tetap menikmati makanan cepat saji di tempat-tempat yang secara terang-terangan terafiliasi dengan pendukung genosida di Palestina.

“Miris, melihat umat Islam sendiri abai terhadap luka saudaranya,” ucap salah satu peserta aksi yang enggan disebutkan namanya.

Aksi ini dilakukan dalam senyap, tanpa megafon, tanpa kerumunan, tanpa orasi. Hanya tubuh yang berdiri dan tangan yang memegang pamflet, menyentil kesadaran dan menggugah rasa kemanusiaan.

Dari pagi hingga menjelang waktu Dzuhur, aksi berlangsung sebagai bentuk solidaritas terhadap pembantaian yang terus berlangsung di Gaza, Palestina.

Mengapa mereka melakukan ini? Karena, menurut koordinator aksi “Merawat Ingatan” dari Masjid Muslim Billionaire ini, diam bukanlah pilihan.

Baca Juga: Merasakan Kembali Masakan Tim Dapur Umum Masjid Muslim Billionaire yang Enak dan Bikin Kangen

“Kami ingin masyarakat tidak melupakan. Ketika dunia sibuk dengan urusannya sendiri, genosida masih berlangsung. Ketika lidah kelu, boikot bisa jadi bentuk keberpihakan. Dan ketika boikot pun tak mampu dilakukan, maka yang tersisa hanyalah pertanyaan: di mana lenyapnya rasa kemanusiaan kita?”

Aksi “Merawat Ingatan” menjadi bentuk perlawanan sunyi, di tengah dunia yang makin bising namun abai. Sebuah pengingat bahwa peduli tak harus bersuara kencang di keramaian. Karena suara hati, meskipun tak bersuara tetap bisa mengguncang kesadaran bagi jiwa-jiwa yang masih memiliki rasa kemanusiaan. [Redaksi]

𝑩𝒆𝒓𝒊𝒕𝒂 𝒊𝒏𝒊 𝑫𝒊𝒑𝒖𝒃𝒍𝒊𝒌𝒂𝒔𝒊𝒌𝒂𝒏 𝒐𝒍𝒆𝒉 𝑴𝒆𝒅𝒊𝒂 𝑷𝒓𝒆𝒔𝒔 𝑴𝒂𝒔𝒋𝒊𝒅 𝑴𝒖𝒔𝒍𝒊𝒎 𝑩𝒊𝒍𝒍𝒊𝒐𝒏𝒂𝒊𝒓𝒆, 𝑭𝒐𝒍𝒍𝒐𝒘 𝑯𝒂𝒍𝒂𝒎𝒂𝒏 𝑲𝒂𝒎𝒊 𝒖𝒏𝒕𝒖𝒌 𝑰𝒏𝒇𝒐 𝑻𝒆𝒓𝒃𝒂𝒓𝒖!

Kontak Media
WA: https://wa.me/6281225757951
Email: mediapress112@gmail.com
Website: www.MasjidMuslimBillionaire.com
FB: MediaPressMMB
IG: @MediaPressOfficial_MMB
LinkedIn: MediaPressMMB

Kabar Terkini Lainnya

Bogor Kota Hujan, Jadi Gimana Kalo Camping? Ini Dia Tips Camping Saat Hujan Tips Camping Saat Hujan- Hujan turun deras, angin berbisik lewat dedaunan, dan

𝐊𝐮𝐥𝐭𝐮𝐦 𝐝𝐢 𝐌𝐚𝐬𝐣𝐢𝐝 𝐌𝐮𝐬𝐥𝐢𝐦 𝐁𝐢𝐥𝐥𝐢𝐨𝐧𝐚𝐢𝐫𝐞 𝐌𝐞𝐧𝐣𝐞𝐥𝐚𝐧𝐠 𝐁𝐮𝐤𝐚 𝐏𝐮𝐚𝐬𝐚 𝐁𝐞𝐫𝐬𝐚𝐦𝐚 𝐝𝐢 𝐁𝐚𝐥𝐚𝐢𝐫𝐮𝐧𝐠 𝑀𝑒𝑑𝑖𝑎 𝑃𝑟𝑒𝑠𝑠, 𝐵𝑜𝑔𝑜𝑟 6 𝑀𝑎𝑟𝑒𝑡 2025 – Menjelang waktu berbuka puasa, Masjid Muslim Billionaire

Fidyah puasa menurut mazhab Syafi’i dan Hanafi memiliki beberapa perbedaan dalam ketentuan dan praktik pelaksanaannya. Perbedaan ini penting dipahami oleh umat Islam agar dapat menunaikan

Mengapa Rezeki Terasa Sempit Padahal Sudah Berikhtiar? Tidak sedikit orang merasa sudah bekerja keras, berusaha siang malam, bahkan menambah berbagai sumber penghasilan, namun rezeki tetap

Ada satu pertanyaan yang sering muncul di kalangan anak muda Muslim. Kalau shalat Tahajud hukumnya sunnah, mengapa begitu banyak ulama yang menjaga amalan ini sepanjang

Pernahkah kita bertanya, mengapa Allah tidak hanya memerintahkan shalat, tetapi juga menentukan waktunya secara rinci? Padahal seseorang bisa saja shalat kapan pun dalam sehari. Namun