Keutamaan 10 Hari Pertama Bulan Muharram yang Perlu Dipahami dengan Benar
Memasuki tahun baru Hijriyah, banyak umat Islam mulai mencari informasi tentang keutamaan 10 hari pertama bulan Muharram. Tidak sedikit pula yang menyamakan sepuluh hari awal Muharram dengan sepuluh hari pertama Dzulhijjah atau sepuluh hari terakhir Ramadhan yang memang memiliki dalil-dalil khusus tentang keutamaannya.
Baca Juga : Tahun Baru Islam 1448 H Kapan? Ini Jawaban yang Banyak Dicari
Lalu, benarkah terdapat keutamaan khusus pada 10 hari pertama Muharram?
Pertanyaan ini penting dijawab agar semangat beribadah tetap berada di atas ilmu dan tidak sekadar mengikuti informasi yang beredar tanpa dasar yang jelas.
Para ulama menjelaskan bahwa bulan Muharram memang termasuk bulan yang mulia. Namun, terkait keutamaan 10 hari pertama bulan Muharram, terdapat rincian yang perlu diketahui agar pemahaman kita lebih tepat.
Muharram Termasuk Bulan yang Dimuliakan Allah
Sebelum membahas keutamaan 10 hari pertama bulan Muharram, kita perlu memahami kedudukan bulan Muharram dalam Islam.
Allah Ta’ala berfirman:
“Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah adalah dua belas bulan… di antaranya ada empat bulan haram.” (QS. At-Taubah: 36)
Empat bulan haram tersebut adalah Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab.
Baca Juga : Apa Saja Puasa Sunnah di Bulan Muharram? Ini 4 Jadwal dan Keutamaannya
Muharram bahkan disebut dalam hadits sebagai “Syahrullah” atau bulan Allah. Penyandaran nama bulan ini kepada Allah menunjukkan kemuliaan yang besar dibanding bulan-bulan lainnya.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, yaitu bulan Muharram.” (HR. Muslim)
Hadits ini menjadi salah satu dalil utama yang menunjukkan kemuliaan Muharram secara umum.
Apakah Ada Dalil Khusus tentang Keutamaan 10 Hari Pertama Bulan Muharram?
Inilah bagian yang sering disalahpahami.
Sebagian kaum Muslimin menyebut bahwa keutamaan 10 hari pertama bulan Muharram setara dengan sepuluh hari pertama Dzulhijjah. Padahal para ulama menjelaskan bahwa tidak terdapat hadits shahih yang secara khusus menyebutkan keutamaan seluruh sepuluh hari pertama Muharram.
Dalam Fatawa Asy-Syabakiyah disebutkan:
“Tidak terdapat hadits shahih yang menjelaskan keutamaan puasa sepuluh hari pertama Muharram secara keseluruhan.”
Karena itu, ketika membahas keutamaan 10 hari pertama bulan Muharram, yang lebih tepat adalah memahami bahwa kemuliaannya berasal dari keutamaan bulan Muharram secara umum, bukan karena adanya dalil khusus yang mengistimewakan seluruh sepuluh hari pertamanya.
Meski demikian, terdapat atsar dari para ulama salaf yang menunjukkan bahwa mereka memberikan perhatian terhadap sepuluh hari awal Muharram.
Abu Utsman An-Nahdi rahimahullah berkata:
“Para salaf dahulu memuliakan tiga sepuluh hari: sepuluh hari terakhir Ramadan, sepuluh hari pertama Dzulhijjah, dan sepuluh hari pertama Muharram.”
Atsar ini menunjukkan bahwa sebagian ulama generasi awal memberikan perhatian khusus pada awal Muharram sebagai momentum memperbanyak amal saleh.
Keutamaan 10 Hari Pertama Bulan Muharram Menurut Para Ulama
Walaupun tidak ada hadits khusus tentang keutamaan 10 hari pertama bulan Muharram, sejumlah ulama menjelaskan bahwa awal Muharram tetap termasuk waktu yang mulia karena berada dalam bulan yang dimuliakan Allah.
Ibnu Rajab rahimahullah menjelaskan bahwa hari-hari terbaik di bulan Muharram berada pada bagian awalnya. Namun beliau juga menegaskan bahwa tafsir surat Al-Fajr tentang “sepuluh malam” lebih kuat merujuk kepada sepuluh hari pertama Dzulhijjah, bukan Muharram.
Dengan demikian, pemahaman yang seimbang adalah:
- Muharram merupakan bulan yang mulia.
- Tidak ada hadits sahih yang mengkhususkan seluruh 10 hari pertama Muharram.
- Memperbanyak amal saleh di awal Muharram tetap termasuk perbuatan baik karena berada dalam bulan yang utama.
Inilah pemahaman yang lebih tepat terkait keutamaan 10 hari pertama bulan Muharram menurut penjelasan para ulama.
Baca Juga : 7 Amalan Sunnah Bulan Muharram yang Paling Dianjurkan
Hari yang Paling Utama di Bulan Muharram
Jika berbicara tentang keutamaan 10 hari pertama bulan Muharram, maka terdapat dua hari yang memiliki dalil sangat kuat, yaitu tanggal 9 dan 10 Muharram.
Tanggal 10 Muharram dikenal sebagai hari Asyura.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Puasa Asyura dapat menghapus dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim)
Keutamaan ini merupakan salah satu keutamaan puasa sunnah terbesar yang disebutkan dalam hadits sahih.
Baca Juga : Apa Itu Puasa Asyura dan Tasua? Kenali Makna dan Posisinya dalam Islam
Sedangkan tanggal 9 Muharram dikenal sebagai hari Tasu’a.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Jika aku masih hidup hingga tahun depan, sungguh aku akan berpuasa pada hari kesembilan.” (HR. Muslim)
Hadits ini menunjukkan anjuran untuk menggabungkan puasa Tasu’a dan Asyura.
Karena itu, ketika membahas keutamaan 10 hari pertama bulan Muharram, perhatian terbesar justru seharusnya diberikan pada tanggal 9 dan 10 Muharram yang memang memiliki dalil yang jelas.
Amalan yang Dianjurkan pada Awal Muharram
Meskipun tidak ada ibadah khusus yang ditetapkan untuk seluruh sepuluh hari pertama Muharram, seorang Muslim tetap dapat memanfaatkan momentum ini dengan memperbanyak amal saleh.
Beberapa amalan yang dianjurkan antara lain:
1. Memperbanyak Puasa Sunnah
Puasa merupakan amalan yang paling ditekankan pada bulan Muharram.
2. Memperbanyak Istighfar
Awal tahun Hijriyah menjadi waktu yang baik untuk memperbarui taubat kepada Allah SWT.
3. Membaca Al-Qur’an
Memulai tahun dengan memperbanyak tilawah dapat menjadi kebiasaan baik yang berlanjut sepanjang tahun.
4. Memperbanyak Sedekah
Sedekah termasuk amalan yang selalu dianjurkan kapan pun dan di mana pun.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama, umat Islam dapat menyalurkan sedekah melalui Baitul Maal Masjid Muslim Billionaire (@baitulmaalmuslimbillionaire) yang memiliki berbagai program aktif setiap bulannya seperti Pasar Bahagia, Festival Yatim Bahagia, Gerakan Gizi Santri, Majelis Botram, Mengaji itu Mudah, santunan yatim, bantuan dhuafa, program pendidikan Islam, serta berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan lainnya.
Melalui program-program tersebut, sedekah yang diberikan dapat menjadi manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.
Jangan Terjebak pada Perdebatan, Fokus pada Amal
Perbedaan pendapat tentang keutamaan 10 hari pertama bulan Muharram seharusnya tidak membuat umat Islam sibuk berdebat.
Yang lebih penting adalah memahami mana yang memiliki dalil khusus dan mana yang termasuk keutamaan umum.
Jika seseorang ingin memperbanyak ibadah pada awal Muharram, tentu itu merupakan hal yang baik. Namun jangan sampai meyakini adanya keutamaan khusus yang tidak memiliki dasar hadits shahih.
Sikap yang paling aman adalah memperbanyak amal saleh sepanjang bulan Muharram, dengan perhatian lebih pada puasa Tasu’a dan Asyura yang memang memiliki dalil yang jelas.
Penutup
Pembahasan tentang keutamaan 10 hari pertama bulan Muharram perlu dipahami secara proporsional. Tidak terdapat hadits sahih yang secara khusus mengistimewakan seluruh sepuluh hari pertama Muharram sebagaimana sepuluh hari pertama Dzulhijjah.
Namun, terdapat atsar salaf yang menunjukkan perhatian mereka terhadap awal Muharram, dan yang lebih penting lagi, terdapat banyak dalil sahih tentang kemuliaan bulan Muharram secara umum.
Karena itu, manfaatkan bulan ini dengan memperbanyak puasa sunnah, istighfar, membaca Al-Qur’an, berdzikir, dan bersedekah.
Sebagai sarana menyalurkan kepedulian kepada sesama, Anda juga dapat berpartisipasi melalui Baitul Maal Masjid Muslim Billionaire (@baitulmaalmuslimbillionaire) yang secara rutin menjalankan program Pasar Bahagia, Festival Yatim Bahagia, Gerakan Gizi Santri, Majelis Botram, Mengaji itu Mudah, serta berbagai program sosial, pendidikan, dan pemberdayaan umat lainnya.
Semoga Allah SWT memberikan kemudahan dan kekuatan kepada kita untuk memanfaatkan bulan Muharram dengan amal-amal terbaik dan menjadikan tahun Hijriyah yang baru sebagai awal perjalanan menuju kehidupan yang lebih berkah dan penuh ketaatan.
Kontak Media:
Instagram : @masjidmuslimbillionaire
Facebook : Masjid Muslim Billionaire
Youtube : Masjid Muslim Billionaire
Whatsapp : +628528542520








