𝐔𝐁𝐖 𝐀𝐉𝐀𝐊 𝐀𝐊𝐓𝐈𝐕𝐈𝐒 𝐊𝐄𝐌𝐀𝐒𝐉𝐈𝐃𝐀𝐍 𝐊𝐄𝐋𝐎𝐋𝐀 𝐀𝐒𝐄𝐓 𝐒𝐄𝐂𝐀𝐑𝐀 𝐏𝐑𝐎𝐅𝐄𝐒𝐈𝐎𝐍𝐀𝐋 𝐒𝐄𝐁𝐀𝐆𝐀𝐈 𝐃𝐄𝐒𝐓𝐈𝐍𝐀𝐒𝐈 𝐒𝐎𝐋𝐔𝐒𝐈 𝐔𝐌𝐌𝐀𝐓 𝐃𝐄𝐍𝐆𝐀𝐍 𝐆𝐄𝐑𝐀𝐊𝐀𝐍 𝐁𝐈𝐒𝐌𝐈𝐋𝐋𝐀𝐇
𝐁𝐨𝐠𝐨𝐫, 𝟗 𝐉𝐚𝐧𝐮𝐚𝐫𝐢 𝟐𝟎𝟐𝟓 – Dalam upaya mengembalikan fungsi utama masjid sebagai pusat dakwah, pendidikan, sosial, dan spiritual, gerakan BISMILLAH (Berkahi Indonesia dengan Masajidallah) memiliki tujuan mengajak para aktivis kemasjidan untuk mengelola masjid secara profesional dan menjadikannya sebagai masjid destinasi solusi bagi ummat. Dalam pelaksanaannya, inisiator Gerakan BISMILLAH, Ustadz Beben Wahyudi (UBW) menyatakan bahwa gerakan ini hadir untuk menjawab tantangan zaman, di mana masjid perlu beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat modern tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam.
“𝑀𝑎𝑠𝑗𝑖𝑑 ℎ𝑎𝑟𝑢𝑠 𝑚𝑒𝑛𝑗𝑎𝑑𝑖 𝑡𝑒𝑚𝑝𝑎𝑡 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑡𝑖𝑑𝑎𝑘 ℎ𝑎𝑛𝑦𝑎 𝑑𝑖𝑔𝑢𝑛𝑎𝑘𝑎𝑛 𝑢𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑖𝑏𝑎𝑑𝑎ℎ 𝑟𝑖𝑡𝑢𝑎𝑙, 𝑡𝑒𝑡𝑎𝑝𝑖 𝑗𝑢𝑔𝑎 𝑚𝑒𝑛𝑗𝑎𝑑𝑖 𝑝𝑢𝑠𝑎𝑡 𝑝𝑒𝑚𝑏𝑒𝑟𝑑𝑎𝑦𝑎𝑎𝑛 𝑢𝑚𝑚𝑎𝑡. 𝑀𝑎𝑠𝑗𝑖𝑑 ℎ𝑎𝑟𝑢𝑠 𝑚𝑎𝑚𝑝𝑢 𝑚𝑒𝑛𝑗𝑎𝑤𝑎𝑏 𝑝𝑒𝑟𝑠𝑜𝑎𝑙𝑎𝑛 𝑠𝑜𝑠𝑖𝑎𝑙, 𝑝𝑒𝑛𝑑𝑖𝑑𝑖𝑘𝑎𝑛, 𝑑𝑎𝑛 𝑠𝑝𝑖𝑟𝑖𝑡𝑢𝑎𝑙 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖ℎ𝑎𝑑𝑎𝑝𝑖 𝑚𝑎𝑠𝑦𝑎𝑟𝑎𝑘𝑎𝑡,” ujar UBW (Ustadz Beben Wahyudi) Pimpinan Masjid Muslim Billionaire pada kesempatan menjawab berbagai pertanyaan dari para pengurus masjid di webinar Bismillah Academy.
Gerakan BISMILLAH menekankan pentingnya pengelolaan masjid secara profesional dengan mengintegrasikan pendekatan manajemen modern dalam pengelolaan kegiatan dan sumber daya masjid.
Program ini melibatkan pelatihan bagi pengurus masjid di seluruh Indonesia dengan modul yang mencakup manajemen keuangan, pengembangan program pendidikan berbasis masjid, serta strategi dakwah berbasis komunitas.
“𝐷𝑎𝑙𝑎𝑚 𝑝𝑒𝑟𝑗𝑎𝑙𝑎𝑛𝑎𝑛 𝑖𝑛𝑖, 𝑘𝑎𝑚𝑖 𝑖𝑛𝑔𝑖𝑛 𝑚𝑎𝑠𝑗𝑖𝑑 𝑚𝑒𝑛𝑗𝑎𝑑𝑖 𝑡𝑒𝑚𝑝𝑎𝑡 𝑑𝑖 𝑚𝑎𝑛𝑎 𝑚𝑎𝑠𝑦𝑎𝑟𝑎𝑘𝑎𝑡 𝑚𝑒𝑟𝑎𝑠𝑎 𝑑𝑖𝑡𝑒𝑟𝑖𝑚𝑎, 𝑑𝑖𝑏𝑖𝑚𝑏𝑖𝑛𝑔, 𝑑𝑎𝑛 𝑑𝑖𝑏𝑒𝑟𝑑𝑎𝑦𝑎𝑘𝑎𝑛. 𝑀𝑒𝑙𝑎𝑙𝑢𝑖 𝑝𝑒𝑛𝑑𝑒𝑘𝑎𝑡𝑎𝑛 𝑝𝑟𝑜𝑓𝑒𝑠𝑖𝑜𝑛𝑎𝑙, 𝑘𝑎𝑚𝑖 𝑦𝑎𝑘𝑖𝑛 𝑚𝑎𝑠𝑗𝑖𝑑 𝑎𝑘𝑎𝑛 𝑚𝑒𝑛𝑗𝑎𝑑𝑖 𝑝𝑢𝑠𝑎𝑡 𝑝𝑒𝑟𝑎𝑑𝑎𝑏𝑎𝑛 𝐼𝑠𝑙𝑎𝑚 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑠𝑜𝑙𝑢𝑡𝑖𝑓,” tambah UBW.
Gerakan ini juga mendorong konsep “Masjid Bahagia, Masjid Destinasi Solusi”, di mana masjid berfungsi sebagai tempat konsultasi keluarga, pusat pemberdayaan ekonomi berbasis syariah, serta lokasi pembinaan spiritual yang holistik. Selain itu, masjid diharapkan dapat memainkan peran penting dalam menyelesaikan masalah sosial, seperti penanggulangan kemiskinan, pendidikan anak yatim, hingga penyediaan layanan konsultasi gratis.
Menurut Bang Mustopa (40), salah satu peserta pelatihan BISMILLAH Academy dari masjid Jami’ Al-Barokah Tangerang Selatan, konsep ini memberikan semangat baru dalam mengelola masjid. “𝐾𝑎𝑚𝑖 𝑠𝑒𝑟𝑖𝑛𝑔 𝑘𝑒𝑠𝑢𝑙𝑖𝑡𝑎𝑛 𝑚𝑒𝑛𝑔𝑒𝑚𝑏𝑎𝑛𝑔𝑘𝑎𝑛 𝑚𝑎𝑠𝑗𝑖𝑑 𝑎𝑔𝑎𝑟 𝑙𝑒𝑏𝑖ℎ 𝑏𝑒𝑟𝑚𝑎𝑛𝑓𝑎𝑎𝑡 𝑏𝑎𝑔𝑖 𝑚𝑎𝑠𝑦𝑎𝑟𝑎𝑘𝑎𝑡. 𝑃𝑒𝑙𝑎𝑡𝑖ℎ𝑎𝑛 𝑖𝑛𝑖 𝑚𝑒𝑚𝑏𝑒𝑟𝑖 𝑝𝑎𝑛𝑑𝑢𝑎𝑛 𝑝𝑟𝑎𝑘𝑡𝑖𝑠 𝑏𝑎𝑔𝑎𝑖𝑚𝑎𝑛𝑎 𝑚𝑎𝑠𝑗𝑖𝑑 𝑏𝑖𝑠𝑎 𝑙𝑒𝑏𝑖ℎ 𝑏𝑒𝑟𝑝𝑒𝑟𝑎𝑛 𝑢𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑢𝑚𝑎𝑡,” ungkapnya.
Gerakan BISMILLAH mempunyai visi dan misi besar yaitu mengaktivasi 918 kawasan masjid di Indonesia untuk bisa menerapkan sistem pengelolaan profesional ini, dengan perolehan ZISWAF 918 juta/tahun atau sekitar 100 jutaan ZISWAF dari masing-masing masjid setiap bulannya. Perolehan ZISWAF tersebut akan dikonversi dalam bentuk berbagai program kemaslahatan ummat di masing-masing masjid yang akan bergabung nantinya, demi menciptakan kebahagiaan dan kesejahteraan masyarakat secara lebih luas. Mengapa dipilih angka 918? Hal ini tentunya bukan tanpa alasan, angka 918 merupakan pengejawantahan dari Surah At-Taubah (surah ke 9) ayat ke-18 yang menjadi landasan kuat sebagai pijakan Gerakan BISMILLAH.
Baca Juga : Masjid 54.480 Jamaah – Masjid Muslim Billionaire
Alhamdulillah, gerakan ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk lembaga zakat, organisasi masyarakat Islam, serta tokoh agama. Melalui gerakan ini, diharapkan masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah yang aktif, tetapi juga menjadi solusi nyata atas berbagai problematika yang dihadapi masyarakat Indonesia. Dengan semangat profesionalisme dan kolaborasi, gerakan BISMILLAH optimis dapat membawa perubahan besar dalam peran masjid di tengah kehidupan umat Islam yang masih jauh dari kecintaan terhadap masjid saat ini.
𝑩𝒆𝒓𝒊𝒕𝒂 𝒊𝒏𝒊 𝒅𝒊𝒑𝒖𝒃𝒍𝒊𝒌𝒂𝒔𝒊𝒌𝒂𝒏 𝒐𝒍𝒆𝒉 𝑴𝒆𝒅𝒊𝒂 𝑷𝒓𝒆𝒔𝒔 𝑴𝒂𝒔𝒋𝒊𝒅 𝑴𝒖𝒔𝒍𝒊𝒎 𝑩𝒊𝒍𝒍𝒊𝒐𝒏𝒂𝒊𝒓𝒆
KontakMedia
WA: https://wa.me/6281225757951
Email: mediapress112@gmail.com
Website: www.MasjidMuslimBillionaire.com
FB: Media Press Masjid Muslim Billionaire
IG: @MediaPressOfficial_MMB
LinkedIn: https://bit.ly/49zXTvl
