Fidyah Dapat Diberikan Pula Berupa -Fidyah merupakan salah satu ibadah maliyah (kewajiban harta) yang sangat ditekankan dalam syariat Islam, khususnya bagi mereka yang tidak mampu berpuasa karena alasan syar’i. Namun yang mengejutkan adalah: banyak umat Islam menunaikan fidyah dengan cara yang tidak tepat, atau hanya mengikuti kebiasaan masyarakat, padahal tuntunan syariat memiliki rincian yang jelas.
Pertanyaannya kemudian menjadi sangat penting: fidyah dapat diberikan pula berupa apa saja? Apakah benar fidyah hanya sah jika dibayarkan dalam bentuk beras? Atau ada bentuk lain yang dibenarkan oleh syariat?
Artikel ini akan menjelaskan secara lengkap, mendalam, dan berdasarkan dalil Al-Qur’an serta penjelasan ulama. Anda akan menemukan fakta bahwa fidyah tidak sesempit yang dibayangkan kebanyakan orang dan justru inilah kesalahan yang harus kita hindari.
Apa Itu Fidyah? Dasar Syariat yang Wajib Dipahami
Fidyah adalah pengganti bagi orang yang tidak mampu menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Dalilnya terdapat dalam firman Allah SWT pada QS. Al-Baqarah: 184:
وَعَلَى الَّذِيْنَ يُطِيْقُوْنَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِيْنٍ
“Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (puasa) untuk membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin.”
Ayat ini menunjukkan bahwa fidyah merupakan kewajiban, bukan sekadar pilihan. Tujuannya adalah:
– Menebus kewajiban puasa yang tidak bisa ditunaikan.
– Membantu fakir miskin sebagai bentuk kepedulian sosial.
– Membersihkan diri dari kelalaian atau keterbatasan.
Namun ayat tersebut hanya menyebutkan memberi makan. Lalu bagaimana kesimpulan ulama tentang bentuk fidyah yang boleh diberikan?
Siapa yang Wajib Membayar Fidyah?
Tidak semua orang yang meninggalkan puasa, itu wajib membayar fidyah. Syariat telah membaginya ke dalam beberapa kategori:
- Orang yang tua renta dan tidak mampu lagi berpuasa.
Ini adalah kelompok yang paling jelas kewajibannya, karena tidak mungkin mengganti puasanya di hari lain.
- Orang sakit kronis yang tidak ada harapan sembuh.
Sama seperti orang tua renta, keadaan mereka terus-menerus dan tidak memungkinkan untuk berpuasa.
- Ibu hamil dan menyusui yang khawatir terhadap kondisi bayinya.
Mayoritas ulama menganjurkan pembayaran fidyah jika mereka meninggalkan puasa karena kekhawatiran terhadap sang anak.
- Pekerja berat yang tidak sanggup berpuasa dan tidak bisa menggantinya.
Jika kondisi tidak berubah dari tahun ke tahun, fidyah menjadi solusi.
Lalu apakah fidyah harus berupa beras seperti tradisi masyarakat di Indonesia? Inilah bagian yang sering disalahpahami.
Fidyah Dapat Diberikan Pula Berupa Apa Saja?
Berdasarkan dalil dan penjelasan para fuqaha, jawabannya adalah: bentuk fidyah tidak terbatas pada beras saja.
Berikut bentuk fidyah yang sah menurut syariat:
- Makanan pokok siap santap (bukan hanya mentah)
Mayoritas ulama dari mazhab Syafi’i dan Hanbali membolehkan fidyah diberikan dalam bentuk makanan siap makan seperti nasi kotak, lauk pauk, dan makanan matang lainnya selama makanan tersebut setara satu porsi makan layak.
- Makanan pokok mentah (beras, gandum, tepung)
Ini bentuk fidyah yang paling dikenal dan paling umum dilakukan.
Takaran menurut jumhur ulama adalah:
½ sha’ (sekitar 1,5 kg makanan pokok) atau sesuai standar kebutuhan makan seorang miskin dalam satu hari.
- Uang tunai
Ini adalah fakta yang banyak membuat orang kaget. Sebagian ulama kontemporer, termasuk para fuqaha dari lembaga zakat modern, membolehkan fidyah dalam bentuk uang tunai karena lebih maslahat dan memudahkan mustahik.
Landasan kebolehannya berasal dari kaidah fiqih:
اَلْأَمْرُ مَبْنِيٌّ عَلَى الْمَصْلَحَةِ
“Hukum didirikan berdasarkan kemaslahatan.”
Selama nilai uang tunai tersebut setara dengan kebutuhan makan seorang miskin, maka fidyahnya sah.
- Paket sembako lengkap
Beberapa lembaga amil juga menerima fidyah dalam bentuk bahan pangan yang nilainya setara satu porsi makan, misalnya beras, telur, minyak dan kebutuhan pokok lainnya Asal jumlahnya sesuai standar porsi makan satu hari, maka sah.
Mengapa Fidyah Tidak Harus Berupa Beras?
Ada tiga alasan syar’i yang memperkuat hal ini:
- Al-Qur’an hanya menyebut “memberi makan”, bukan jenis makanan tertentu.
Selama masuk kategori tha‘am (makanan), maka bentuknya fleksibel.
- Nabi SAW dan para sahabat hidup di era yang makanan pokoknya berbeda-beda.
Mereka membayar fidyah sesuai kebiasaan makan setempat.
- Para ulama menyesuaikan dengan kebutuhan zaman.
Uang tunai dan paket sembako dinilai lebih efektif dan bermanfaat bagi fakir miskin masa kini.
Bagaimana Cara Menghitung Fidyah yang Tepat?
Rumusnya sederhana dan berlaku universal:
1 hari tidak puasa = 1 porsi makan untuk 1 orang miskin
Jika seseorang tidak berpuasa selama:
10 hari → membayar 10 porsi makan
30 hari → membayar 30 porsi makan
60 hari → membayar 60 porsi makan
Nilai satu porsi makan dihitung dari standar harga makanan layak di wilayahnya.
Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Menunaikan Fidyah
Ada beberapa kesalahan umum yang harus dihindari:
– Mengira fidyah hanya sah jika berupa beras.
– Membayar fidyah tetapi tidak sesuai takaran.
– Menyerahkan fidyah kepada orang yang tidak berhak (non-mustahik).
– Tidak menghitung jumlah hari yang ditinggalkan secara akurat.
– Menunda fidyah hingga bertahun-tahun tanpa alasan.
Syariat mengajarkan bahwa fidyah harus ditunaikan tepat, jelas, dan sampai kepada mustahik yang berhak. Menunaikan Fidyah Melalui Baitul Maal Masjid Muslim Billionaire: Mudah, Amanah, Sesuai Syariat
Menunaikan fidyah lewat lembaga resmi memiliki tiga keunggulan utama:
- Takaran sesuai standar fiqih
Setiap fidyah dihitung berdasarkan standar porsi makan layak yang disepakati ulama.
- Disalurkan tepat sasaran
Fidyah diberikan kepada fakir miskin yang benar-benar membutuhkan.
- Muzaki mendapat dokumentasi & bukti transparan
Lebih tenang, aman, dan sesuai tuntunan syariat.
Baca Juga : Heboh!! Cara Menanam Bawang Merah di Polybag with MB Farm
Baitul Maal Masjid Muslim Billionaire telah berpengalaman mengelola Zakat, Infak, Sedekah, Wakaf, Fidyah, Kafarat termasuk berbagai program sosial dan pemberdayaan umat. Semua dilakukan dengan akuntabilitas tinggi dan amanah.
Fidyah Dapat Diberikan Pula Berupa Banyak Bentuk yang Dibenarkan Syariat
Faktanya:
✔ Fidyah tidak harus berupa beras.
✔ Makanan siap santap, bahan pokok mentah, uang tunai, hingga paket sembako semuanya dibolehkan.
✔ Yang terpenting adalah nilai makanan setara satu porsi makan, diberikan kepada mustahik.
✔ Menyalurkan fidyah melalui lembaga resmi jauh lebih aman dan tepat syariat.
Jangan tunggu nanti. Sempurnakan kewajiban fidyah Anda hari ini dan serahkan penyalurannya kepada lembaga yang amanah, terpercaya, dan sesuai tuntunan syariat. Apalagi Ramadhan sebentar lagi akan datang berkunjung mengetuk hati tiap umat muslim. Siapa nih yang belum bayar fidyah? Mumpung masih ada waktu 80 hari lagi, sebelum Ramadhan benar-benar bertandang.
Tunaikan Fidyah Anda dengan Amanah, Mudah, dan Sesuai Syariat
Baitul Maal Masjid Muslim Billionaire siap menerima fidyah Anda secara online melalui website resmi Masjid Muslim Billionaire.
Atau Anda dapat langsung menghubungi CS Baitul Maal Masjid Muslim Billionaire untuk bantuan konsultasi, perhitungan, dan pembayaran fidyah.



