Menjelang pergantian tahun Islam, banyak umat Muslim mencari doa awal tahun dan akhir tahun Hijriyah untuk diamalkan bersama keluarga. Tradisi membaca doa awal tahun dan akhir tahun Hijriyah telah dikenal luas sebagai sarana muhasabah sekaligus memohon keberkahan kepada Allah SWT.
Bagi sebagian orang, membaca doa awal tahun dan akhir tahun Hijriyah bukan sekadar rutinitas tahunan. Momen ini menjadi kesempatan untuk mengevaluasi perjalanan hidup selama satu tahun terakhir dan memulai tahun baru dengan harapan yang lebih baik.
Lalu seperti apa bacaan doa tersebut dan kapan waktu yang tepat untuk membacanya?
Apa Itu Doa Awal Tahun dan Akhir Tahun Hijriyah?
Doa awal tahun dan akhir tahun Hijriyah adalah doa yang biasa dibaca menjelang berakhirnya bulan Dzulhijjah dan ketika memasuki 1 Muharram.
Banyak Muslim menjadikan doa awal tahun dan akhir tahun Hijriyah sebagai amalan untuk memohon ampun atas dosa yang telah lalu serta meminta perlindungan dan keberkahan pada tahun yang baru.
Meski terdapat perbedaan pendapat mengenai riwayat khusus yang menjelaskan doa awal tahun dan akhir tahun Hijriyah, para ulama sepakat bahwa berdoa merupakan ibadah yang sangat dianjurkan kapan pun dan di mana pun.
Pada dasarnya, berdoa kapan pun adalah ibadah yang dianjurkan.
Allah berfirman:
“Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu.” (QS. Ghafir: 60)
Karena itu, membaca doa awal tahun dan akhir tahun Hijriyah dipandang sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah dan mengisi pergantian tahun dengan aktivitas yang bernilai ibadah.
Bacaan Doa Akhir Tahun Hijriyah
Dalam rangkaian doa awal tahun dan akhir tahun Hijriyah, doa akhir tahun biasanya dibaca pada penghujung bulan Dzulhijjah sebelum masuk waktu Maghrib.
Berikut bacaan yang banyak diamalkan oleh kaum Muslimin:
اَللّٰهُمَّ مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ فِي هٰذِهِ السَّنَةِ مَا نَهَيْتَنِي عَنْهُ وَلَمْ أَتُبْ مِنْهُ وَحَلُمْتَ فِيْها عَلَيَّ بِفَضْلِكَ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوْبَتِيْ وَدَعَوْتَنِيْ إِلَى التَّوْبَةِ مِنْ بَعْدِ جَرَاءَتِيْ عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَإِنِّي اسْتَغْفَرْتُكَ فَاغْفِرْلِيْ وَمَا عَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَى وَوَعَدْتَّنِي عَلَيْهِ الثَّوَابَ فَأَسْئَلُكَ أَنْ تَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِيْ مِنْكَ يَا كَرِيْمُ
Allahumma maa ‘amiltu fii hadzihis sanati mimmaa nahaitanii ‘anhu falam atub minhu wa lam tardhahu wa nasiitahu wa halimta ‘alayya ba’da qudratika ‘ala ‘uquubatii wa da’autanii ilat taubati minhu ba’da juraa-atii ‘alaa ma’shiyatika fa inni astaghfiruka faghfir lii.
Artinya:
“ Tuhanku, aku meminta ampun atas perbuatanku di tahun ini yang termasuk Kau larang-sementara aku belum sempat bertobat, perbuatanku yang Kau maklumi karena kemurahan-Mu-sementara Kau mampu menyiksaku, dan perbuatan (dosa) yang Kau perintahkan untuk tobat-sementara aku menerjangnya yang berarti mendurhakai-Mu. Tuhanku, aku berharap Kau menerima perbuatanku yang Kau ridhai di tahun ini dan perbuatanku yang terjanjikan pahala-Mu. Janganlah kau membuatku putus asa. Wahai Tuhan Yang Maha Pemurah.”
Secara umum, isi doa ini berisi permohonan ampun atas dosa yang dilakukan selama setahun terakhir. Karena itu, banyak ulama menganjurkan agar pembacaan doa awal tahun dan akhir tahun Hijriyah disertai dengan istighfar dan taubat yang sungguh-sungguh.
Makna yang terkandung di dalamnya sangat menyentuh. Manusia sering kali berbuat salah, lalai, bahkan menunda taubat. Melalui doa ini, seorang Muslim diajak untuk mengakui kelemahannya di hadapan Allah dan memohon ampunan-Nya.
Momen akhir tahun menjadi waktu yang tepat untuk melakukan muhasabah. Tidak hanya menghitung pencapaian dunia, tetapi juga mengevaluasi kualitas shalat, sedekah, tilawah Al-Qur’an, dan hubungan dengan sesama manusia.
Di tengah semangat memperbaiki diri melalui doa awal tahun dan akhir tahun Hijriyah, sebagian Muslim juga memilih memperbanyak amal sosial. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah menyalurkan sedekah melalui Baitul Maal Masjid Muslim Billionaire (@baitulmaalmasjidmuslimbillionaire) yang memiliki berbagai program kepedulian umat seperti :
- Santunan Yatim dengan nama program Festival Yatim Bahagia
- Bantuan jamaah dengan nama program Pasar Bahagia
- Wakaf Masjid
- Program pendidikan Islam dengan nama Program Pondok CEO
- Serta kegiatan sosial kemanusiaan yang bermanfaat bagi masyarakat luas seperti Majelis Botram dan Mengaji itu Mudah.
Baca Juga : Bagaimana Cara Memperbaiki Diri Menurut Islam? 4 Langkah Awal yang Bisa Kamu lakukan!
Bacaan Doa Awal Tahun Hijriyah
Setelah masuk waktu Maghrib yang menandai awal bulan Muharram, umat Islam biasanya membaca doa awal tahun.
Berikut bacaan yang umum diamalkan:
اَللّٰهُمَّ أَنْتَ الأَبَدِيُّ القَدِيمُ الأَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ العَظِيْمِ وَكَرِيْمِ جُوْدِكَ المُعَوَّلُ، وَهٰذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ، أَسْأَلُكَ العِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِهِ، وَالعَوْنَ عَلَى هٰذِهِ النَّفْسِ الأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ، وَالاِشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَى يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ
Allahumma antal abadiyyul qadiimul awwal, wa ‘alaa fadhlikal ‘azhiimi wa juudikal mu’awwalu, wa hadzaa ‘aamun jadiidun qad aqbala, nas-aluka al-‘ishmata minasy syaithaan wa auliyaa-ihi wa junuudih, wal ‘auna ‘alaa haadzihin nafsil ammaarati bis suu’, wal isytighaala bimaa yuqarribunii ilaika zulfaa yaa dzal jalaali wal ikraam.
Artinya:
“Tuhanku, Kau yang Abadi, Qadim, dan Awal. Atas karunia-Mu yang besar dan kemurahan-Mu yang mulia, Kau menjadi pintu harapan. Tahun baru ini sudah tiba. Aku berlindung kepada-Mu dari bujukan Iblis dan para walinya di tahun ini. Aku pun mengharap pertolongan-Mu dalam mengatasi nafsu yang kerap mendorongku berlaku jahat. Kepada-Mu, aku memohon bimbingan agar aktivitas keseharian mendekatkanku pada rahmat-Mu. Wahai Tuhan Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan.”
Isi doa ini berfokus pada harapan agar Allah memberikan perlindungan sepanjang tahun yang baru.
Bukan hanya perlindungan dari gangguan setan, tetapi juga perlindungan dari hawa nafsu yang sering menjadi penyebab berbagai maksiat.
Ketika memasuki tahun baru Hijriyah, banyak orang membuat target baru. Ada yang ingin lebih rajin shalat berjamaah, memperbaiki bacaan Al-Qur’an, mengurangi kebiasaan buruk, hingga meningkatkan kualitas sedekah.
Doa awal tahun menjadi pengingat bahwa perubahan terbaik bukan hanya soal target duniawi, tapi jugakedekatan kepada Allah.
Keutamaan Mengisi Tahun Baru Hijriyah dengan Doa dan Muhasabah
Tahun baru Hijriyah memiliki makna sejarah yang sangat besar. Kalender Islam dimulai dari peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad ﷺ dari Makkah ke Madinah.
Peristiwa hijrah bukan sekadar perpindahan tempat, tetapi simbol perubahan menuju keadaan yang lebih baik.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Orang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang Allah.” (HR. Bukhari)
Karena itu, saat membaca doa awal tahun dan akhir tahun Hijriyah, yang paling penting bukan hanya melafalkan kata-katanya. Yang lebih utama adalah menghadirkan tekad jihad untuk berhijrah menjadi pribadi yang lebih taat dan sholeh.
Baca Juga : Tahun Baru Islam 1448 H Kapan? Ini Jawaban yang Banyak Dicari
Muhasabah juga membantu seseorang menyadari bahwa waktu terus berjalan. Tahun yang telah berlalu tidak akan kembali.
Setiap amal baik yang dilakukan akan menjadi bekal, sedangkan setiap kesalahan membutuhkan taubat dan perbaikan.
Amalan yang Bisa Dilakukan Saat Pergantian Tahun Hijriyah
Selain membaca doa awal tahun dan akhir tahun Hijriyah, ada beberapa amalan yang dapat dilakukan.
1. Memperbanyak Istighfar
Istighfar merupakan cara terbaik untuk membersihkan diri dari dosa yang telah lalu.
Bacaan sederhana seperti:
Astaghfirullahal ‘azhiim wa atuubu ilaih
dapat dibaca sebanyak mungkin sepanjang hari.
2. Membuat Target Ibadah
Buat target yang realistis.
Misalnya:
- Menyelesaikan khatam Al-Qur’an.
- Menjaga shalat tepat waktu.
- Mengikuti kajian rutin.
- Menambah sedekah bulanan.
3. Bersedekah
Sedekah adalah amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam.
Allah berfirman:
“Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh bulir…” (QS. Al-Baqarah: 261)
Baca Juga : MASIH RAGU BERSEDEKAH? Ini Alasan Kita Harus Bersedekah
Agar lebih terarah dan tepat sasaran, sedekah dapat disalurkan melalui Baitul Maal Masjid Muslim Billionaire yang menghadirkan berbagai program kepedulian umat seperti santunan Yatim dengan nama program Festival Yatim Bahagia, bantuan jamaah dengan nama program Pasar bahagia, wakaf masjid, program pendidikan Islam dengan nama Program Pondok CEO, serta kegiatan sosial kemanusiaan yang bermanfaat bagi masyarakat luas seperti Majelis Botram dan Mengaji itu Mudah.
4. Memperbanyak Doa
Pergantian tahun adalah momen yang baik untuk memperbanyak doa.
Mintalah:
- Ampunan dosa.
- Kemudahan rezeki.
- Kesehatan.
- Keberkahan keluarga.
- Keistiqamahan dalam ibadah.
Membaca doa awal tahun dan akhir tahun Hijriyah merupakan tradisi yang telah lama dikenal di tengah masyarakat Muslim. Meski tidak memiliki dalil khusus yang shahih mengenai lafaz tertentu, berdoa pada pergantian tahun tetap menjadi amalan yang baik karena berisi permohonan ampunan, perlindungan, dan harapan kepada Allah.
Jangan biarkan tahun baru Hijriyah berlalu begitu saja. Jadikan momen ini sebagai waktu untuk mengevaluasi diri, memperbanyak istighfar, memperkuat ibadah, dan meningkatkan kepedulian sosial.
Selain berdoa, isi awal tahun dengan amal nyata seperti membantu sesama melalui program-program kebaikan yang diselenggarakan oleh Baitul Maal Masjid Muslim Billionaire, sehingga pergantian tahun tidak hanya menjadi perubahan angka, tetapi juga menjadi awal perjalanan menuju pribadi Muslim yang lebih baik.
Kontak Media:
Instagram : @masjidmuslimbillionaire
Facebook : Masjid Muslim Billionaire
Youtube : Masjid Muslim Billionaire
Whatsapp : +628528542520








