June 8, 2026

doa awal tahun dan akhir tahun hijriyah

Doa Awal Tahun dan Akhir Tahun Hijriyah: Bacaan, Waktu Membaca, dan Maknanya

Menjelang pergantian tahun Islam, banyak umat Muslim mencari doa awal tahun dan akhir tahun Hijriyah untuk diamalkan bersama keluarga. Tradisi membaca doa awal tahun dan akhir tahun Hijriyah telah dikenal luas sebagai sarana muhasabah sekaligus memohon keberkahan kepada Allah SWT. Bagi sebagian orang, membaca doa awal tahun dan akhir tahun Hijriyah bukan sekadar rutinitas tahunan. Momen ini menjadi kesempatan untuk mengevaluasi perjalanan hidup selama satu tahun terakhir dan memulai tahun baru dengan harapan yang lebih baik. Lalu seperti apa bacaan doa tersebut dan kapan waktu yang tepat untuk membacanya? Apa Itu Doa Awal Tahun dan Akhir Tahun Hijriyah? Doa awal tahun dan akhir tahun Hijriyah adalah doa yang biasa dibaca menjelang berakhirnya bulan Dzulhijjah dan ketika memasuki 1 Muharram.  Banyak Muslim menjadikan doa awal tahun dan akhir tahun Hijriyah sebagai amalan untuk memohon ampun atas dosa yang telah lalu serta meminta perlindungan dan keberkahan pada tahun yang baru. Meski terdapat perbedaan pendapat mengenai riwayat khusus yang menjelaskan doa awal tahun dan akhir tahun Hijriyah, para ulama sepakat bahwa berdoa merupakan ibadah yang sangat dianjurkan kapan pun dan di mana pun. Pada dasarnya, berdoa kapan pun adalah ibadah yang dianjurkan. Allah berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu.” (QS. Ghafir: 60) Karena itu, membaca doa awal tahun dan akhir tahun Hijriyah dipandang sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah dan mengisi pergantian tahun dengan aktivitas yang bernilai ibadah. Bacaan Doa Akhir Tahun Hijriyah Dalam rangkaian doa awal tahun dan akhir tahun Hijriyah, doa akhir tahun biasanya dibaca pada penghujung bulan Dzulhijjah sebelum masuk waktu Maghrib. Berikut bacaan yang banyak diamalkan oleh kaum Muslimin: اَللّٰهُمَّ مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ فِي هٰذِهِ السَّنَةِ مَا نَهَيْتَنِي عَنْهُ وَلَمْ أَتُبْ مِنْهُ وَحَلُمْتَ فِيْها عَلَيَّ بِفَضْلِكَ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوْبَتِيْ وَدَعَوْتَنِيْ إِلَى التَّوْبَةِ مِنْ بَعْدِ جَرَاءَتِيْ عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَإِنِّي اسْتَغْفَرْتُكَ فَاغْفِرْلِيْ وَمَا عَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَى وَوَعَدْتَّنِي عَلَيْهِ الثَّوَابَ فَأَسْئَلُكَ أَنْ تَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِيْ مِنْكَ يَا كَرِيْمُ Allahumma maa ‘amiltu fii hadzihis sanati mimmaa nahaitanii ‘anhu falam atub minhu wa lam tardhahu wa nasiitahu wa halimta ‘alayya ba’da qudratika ‘ala ‘uquubatii wa da’autanii ilat taubati minhu ba’da juraa-atii ‘alaa ma’shiyatika fa inni astaghfiruka faghfir lii. Artinya: “ Tuhanku, aku meminta ampun atas perbuatanku di tahun ini yang termasuk Kau larang-sementara aku belum sempat bertobat, perbuatanku yang Kau maklumi karena kemurahan-Mu-sementara Kau mampu menyiksaku, dan perbuatan (dosa) yang Kau perintahkan untuk tobat-sementara aku menerjangnya yang berarti mendurhakai-Mu. Tuhanku, aku berharap Kau menerima perbuatanku yang Kau ridhai di tahun ini dan perbuatanku yang terjanjikan pahala-Mu. Janganlah kau membuatku putus asa. Wahai Tuhan Yang Maha Pemurah.” Secara umum, isi doa ini berisi permohonan ampun atas dosa yang dilakukan selama setahun terakhir. Karena itu, banyak ulama menganjurkan agar pembacaan doa awal tahun dan akhir tahun Hijriyah disertai dengan istighfar dan taubat yang sungguh-sungguh. Makna yang terkandung di dalamnya sangat menyentuh. Manusia sering kali berbuat salah, lalai, bahkan menunda taubat. Melalui doa ini, seorang Muslim diajak untuk mengakui kelemahannya di hadapan Allah dan memohon ampunan-Nya. Momen akhir tahun menjadi waktu yang tepat untuk melakukan muhasabah. Tidak hanya menghitung pencapaian dunia, tetapi juga mengevaluasi kualitas shalat, sedekah, tilawah Al-Qur’an, dan hubungan dengan sesama manusia. Di tengah semangat memperbaiki diri melalui doa awal tahun dan akhir tahun Hijriyah, sebagian Muslim juga memilih memperbanyak amal sosial. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah menyalurkan sedekah melalui Baitul Maal Masjid Muslim Billionaire (@baitulmaalmasjidmuslimbillionaire) yang memiliki berbagai program kepedulian umat seperti : Santunan Yatim dengan nama program Festival Yatim Bahagia Bantuan jamaah dengan nama program Pasar Bahagia Wakaf Masjid Program pendidikan Islam dengan nama Program Pondok CEO Serta kegiatan sosial kemanusiaan yang bermanfaat bagi masyarakat luas seperti Majelis Botram dan Mengaji itu Mudah. Baca Juga : Bagaimana Cara Memperbaiki Diri Menurut Islam? 4 Langkah Awal yang Bisa Kamu lakukan! Bacaan Doa Awal Tahun Hijriyah Setelah masuk waktu Maghrib yang menandai awal bulan Muharram, umat Islam biasanya membaca doa awal tahun. Berikut bacaan yang umum diamalkan: اَللّٰهُمَّ أَنْتَ الأَبَدِيُّ القَدِيمُ الأَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ العَظِيْمِ وَكَرِيْمِ جُوْدِكَ المُعَوَّلُ، وَهٰذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ، أَسْأَلُكَ العِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِهِ، وَالعَوْنَ عَلَى هٰذِهِ النَّفْسِ الأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ، وَالاِشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَى يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ Allahumma antal abadiyyul qadiimul awwal, wa ‘alaa fadhlikal ‘azhiimi wa juudikal mu’awwalu, wa hadzaa ‘aamun jadiidun qad aqbala, nas-aluka al-‘ishmata minasy syaithaan wa auliyaa-ihi wa junuudih, wal ‘auna ‘alaa haadzihin nafsil ammaarati bis suu’, wal isytighaala bimaa yuqarribunii ilaika zulfaa yaa dzal jalaali wal ikraam. Artinya: “Tuhanku, Kau yang Abadi, Qadim, dan Awal. Atas karunia-Mu yang besar dan kemurahan-Mu yang mulia, Kau menjadi pintu harapan. Tahun baru ini sudah tiba. Aku berlindung kepada-Mu dari bujukan Iblis dan para walinya di tahun ini. Aku pun mengharap pertolongan-Mu dalam mengatasi nafsu yang kerap mendorongku berlaku jahat. Kepada-Mu, aku memohon bimbingan agar aktivitas keseharian mendekatkanku pada rahmat-Mu. Wahai Tuhan Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan.” Isi doa ini berfokus pada harapan agar Allah memberikan perlindungan sepanjang tahun yang baru. Bukan hanya perlindungan dari gangguan setan, tetapi juga perlindungan dari hawa nafsu yang sering menjadi penyebab berbagai maksiat. Ketika memasuki tahun baru Hijriyah, banyak orang membuat target baru. Ada yang ingin lebih rajin shalat berjamaah, memperbaiki bacaan Al-Qur’an, mengurangi kebiasaan buruk, hingga meningkatkan kualitas sedekah. Doa awal tahun menjadi pengingat bahwa perubahan terbaik bukan hanya soal target duniawi, tapi jugakedekatan kepada Allah. Keutamaan Mengisi Tahun Baru Hijriyah dengan Doa dan Muhasabah Tahun baru Hijriyah memiliki makna sejarah yang sangat besar. Kalender Islam dimulai dari peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad ﷺ dari Makkah ke Madinah. Peristiwa hijrah bukan sekadar perpindahan tempat, tetapi simbol perubahan menuju keadaan yang lebih baik. Rasulullah ﷺ bersabda: “Orang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang Allah.” (HR. Bukhari) Karena itu, saat membaca doa awal tahun dan akhir tahun Hijriyah, yang paling penting bukan hanya melafalkan kata-katanya. Yang lebih utama adalah menghadirkan tekad jihad untuk berhijrah menjadi pribadi yang lebih taat dan sholeh. Baca Juga : Tahun Baru Islam 1448 H Kapan? Ini Jawaban yang Banyak Dicari Muhasabah juga membantu seseorang menyadari bahwa waktu terus berjalan. Tahun yang telah berlalu tidak akan kembali. Setiap amal baik yang dilakukan akan menjadi bekal, sedangkan setiap kesalahan membutuhkan

Doa Awal Tahun dan Akhir Tahun Hijriyah: Bacaan, Waktu Membaca, dan Maknanya Read More »

kapan puasa tasua dan asyura tahun ini

Kapan Puasa Tasua dan Asyura Tahun Ini? Cek Jadwal Resmi 2026

Jangan Sampai Salah Tanggal, Karena Selisih Satu Hari Bisa Membuat Anda Kehilangan Momen Sunnah Ini Bagi umat Islam yang ingin memaksimalkan ibadah di bulan Muharram, salah satu pertanyaan paling sering muncul adalah: kapan puasa Tasua dan Asyura tahun ini dilaksanakan?  Banyak Muslim sudah berniat menjalankannya sejak jauh hari. Namun tidak sedikit yang baru mencari jadwal ketika tanggal pelaksanaannya tinggal beberapa hari lagi. Jika abang, kakak, ayah, atau bunda sedang mencari kapan puasa Tasua dan Asyura tahun ini, artikel ini akan langsung membahas jadwal tahun 2026 tanpa berputar-putar ke topik lain. Jadwal Puasa Tasua Tahun 2026 Jawaban pertama dari pertanyaan kapan puasa Tasua dan Asyura tahun ini adalah mengetahui tanggal pelaksanaan Puasa Tasua. Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 yang mengacu pada 1 Muharram 1448 H jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026, maka: Puasa Tasua 2026 Rabu, 24 Juni 2026 9 Muharram 1448 Hijriah Puasa Tasua merupakan puasa sunnah yang dilaksanakan sehari sebelum Puasa Asyura. Karena itu, bagi yang ingin melaksanakan rangkaian puasa Muharram yang paling sering dianjurkan para ulama, tanggal ini perlu dicatat sejak sekarang. Baca Juga : Apa Itu Puasa Asyura dan Tasua? Kenali Makna dan Posisinya dalam Islam  Jadwal Puasa Asyura Tahun 2026 Setelah mengetahui Puasa Tasua, pertanyaan berikutnya tentu adalah kapan puasa Asyura tahun ini. Berdasarkan kalender Hijriah 1448 H, jadwalnya adalah: Puasa Asyura 2026 Kamis, 25 Juni 2026 10 Muharram 1448 Hijriah Inilah tanggal yang paling banyak dicari ketika seseorang mengetik keyword kapan puasa Tasua dan Asyura tahun ini. Puasa Asyura merupakan salah satu puasa sunnah yang sangat dikenal oleh umat Islam dan setiap tahun selalu menjadi momentum ibadah yang dinantikan. Baca Juga : Tahun Baru Islam 1448 H Kapan? Ini Jawaban yang Banyak Dicari Ringkasan Jadwal Puasa Tasua dan Asyura 2026 Agar lebih mudah disimpan, berikut jadwal lengkapnya: Ibadah Tanggal Hijriah Tanggal Masehi Puasa Tasua 9 Muharram 1448 H Rabu, 24 Juni 2026 Puasa Asyura 10 Muharram 1448 H Kamis, 25 Juni 2026 Bagi yang sedang mencari jadwal puasa Tasua tahun 2026 maupun jadwal puasa Asyura tahun 2026, tabel ini bisa langsung dijadikan pengingat. Mengapa Banyak Muslim Menjalankan Puasa Tasua dan Asyura Bersamaan? Ketika mencari kapan puasa Tasua dan Asyura tahun ini, banyak orang akhirnya menemukan bahwa kedua puasa tersebut sering dikerjakan secara berurutan. Hal ini didasarkan pada hadits Rasulullah SAW. Beliau bersabda: “Jika aku masih hidup sampai tahun depan, niscaya aku akan berpuasa pada hari kesembilan.” (HR. Muslim) Karena itulah banyak ulama menganjurkan agar Puasa Tasua dan Puasa Asyura dilaksanakan secara berurutan pada tanggal 9 dan 10 Muharram. Sejarah Puasa Asyura: Dari Nabi Musa hingga Nabi Muhammad SAW Puasa Asyura memiliki sejarah yang sangat kaya dan mengakar kuat. Berdasarkan riwayat dari Ibnu Abbas RA dalam Shahih Bukhari, ketika Rasulullah SAW tiba di Madinah, beliau mendapati kaum Yahudi tengah berpuasa pada hari ke-10 Muharram. Ketika Nabi SAW bertanya kepada mereka alasan berpuasa, kaum Yahudi menjawab bahwa hari itu adalah hari di mana Allah menyelamatkan Nabi Musa dan Bani Israil dari kejaran Raja Firaun. Pada hari bersejarah tersebut, Nabi Musa dan Bani Israil berhasil menyeberangi Laut Merah yang terbelah setelah Nabi Musa memukulkan tongkatnya, sehingga mereka selamat dari pasukan Firaun. Kaum Yahudi lalu berpuasa sebagai bentuk syukur atas keselamatan itu. Baca Juga : Apa Saja Peristiwa di Bulan Muharram? 7 Kisah Bersejarah yang Jarang Diketahui Mendengar penjelasan tersebut, Rasulullah SAW bersabda: “Akulah yang lebih berhak terhadap Musa dibanding kalian.” Beliau kemudian berpuasa pada hari itu dan memerintahkan para sahabatnya untuk turut berpuasa (HR. Bukhari & Muslim). Pada perkembangan selanjutnya, Rasulullah SAW menyatakan keinginan untuk menambahkan puasa tanggal 9 Muharram agar berbeda dari tradisi kaum Yahudi. Beliau bersabda: “Sungguh, jika aku masih hidup sampai tahun depan, niscaya aku akan berpuasa tanggal 9 dan 10.” (HR. Al-Khallal). Sayangnya, beliau wafat sebelum Muharram tahun berikutnya tiba, dan dari sinilah puasa Tasua mulai dianjurkan. Jika Ayah Bunda mendapatkan pertanyaan darimana asal cerita tentang kapan puasa tasua dan asyura tahun ini dilaksanakan? Maka Ayah Bunda bisa menceritakan secara singkat kisah diatas tersebut sebagai jawabannya. Apakah Jadwal Puasa Tasua dan Asyura Bisa Berubah? Mungkin Ayah, Bunda masih punya pertanyaan seperti ini ketika berpikir bahwa puasa asyura dan tasua berdasarkan dari mulainya bulan Muharram, Bagaimana jika nanti bulan muharram tidak terjadi pada waktu yang ada seperti di kalender? Secara umum, jadwal yang tercantum dalam Kalender Hijriah Indonesia digunakan sebagai acuan resmi bagi warga Indonesia. Baca Juga : Apa Saja Puasa Sunnah di Bulan Muharram? Ini 4 Jadwal dan Keutamaannya  Namun karena kalender Hijriah berkaitan dengan rukyatul hilal, selalu ada kemungkinan penyesuaian apabila terdapat keputusan resmi yang berbeda menjelang masuknya bulan Muharram. Karena itu, mendekati tanggal pelaksanaan, tetap ikuti pengumuman resmi dari Kementerian Agama RI. Meski demikian, hingga saat artikel ini dibuat, Puasa Tasua 2026 diperkirakan jatuh pada 24 Juni 2026 dan Puasa Asyura 2026 pada 25 Juni 2026 sesuai dengan mulainya bulan muharram pada tanggal 16 Juni 2026. Amalan yang Bisa Dipersiapkan Menjelang Puasa Tasua dan Asyura Mengetahui kapan puasa tasua dan asyura tahun ini memang menjadi hal penting bagi setiap muslim dan muslimah di seluruh dunia, terutama bagi rakyat muslim Indonesia. Dan puasa Tasua dan Asyura harus menjadi hal yang kita lakukan ketika masuk di bulan muharram, maka kita bisa mulai dengan mempersiapkan semaksimal mungkin diri kita agar tidak terlewat puasa spesial bulan muharram ini. Kegiatan yang bisa Ayah, Bunda, Abang Kakak lakukan untuk mempersiapkan Puasa Antara Lain : Menandai tanggal 24 dan 25 Juni 2026 di kalender. Menyiapkan niat untuk menjalankan puasa sunnah Muharram. Mengatur aktivitas agar lebih mudah menjalankan puasa. Memaksimalkan amal shaleh seperti membaca kitab suci Al-Quran dan Bersedekah Sebagian Muslim juga memanfaatkan momen Muharram untuk berbagi kepada sesama melalui program sosial dan kemanusiaan. Semangat berbagi tersebut dapat disalurkan melalui berbagai program yang dijalankan oleh Baitul Maal Masjid Muslim Billionaire (@baitulmaalmuslimbillionaire), mulai dari santunan yatim, dakwah, pendidikan Islam, hingga bantuan kemanusiaan untuk masyarakat yang membutuhkan. Baca Juga : 7 Amalan Sunnah Bulan Muharram yang Paling Dianjurkan  Amalan Sunnah Lain di Bulan Muharram 2026 Selain puasa Tasua dan Asyura, Rasulullah SAW menyebut Muharram sebagai “bulan Allah” dan menganjurkan umatnya untuk memperbanyak puasa sunnah sepanjang bulan tersebut. Beberapa amalan yang bisa dikerjakan antara lain: Puasa

Kapan Puasa Tasua dan Asyura Tahun Ini? Cek Jadwal Resmi 2026 Read More »