MEDIA PRESS, BOGOR 10 JUNI 2025 – Tragedi kemanusiaan di Gaza dan Rohingya terus berlangsung, seolah dunia sudah kehabisan empati. Ledakan demi ledakan, pengusiran massal, kelaparan, tangisan anak-anak, dan blokade bantuan menjadi berita rutin yang perlahan kehilangan daya kejut. Pertanyaannya kini bukan lagi siapa pelakunya, tapi di mana posisi kita dalam menyikapi semua ini?
Indonesia, sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar, memiliki tanggung jawab moral dan sejarah. Namun suara solidaritas seringkali tereduksi menjadi tagar di media sosial atau kutipan khutbah Jumat yang basi.
Baca Juga: Ketika Kepedulian Lembaga Kemasjidan Lebih Cepat Tanggap dari Negara
Sementara itu, lembaga-lembaga kemanusiaan dan kemasjidan termasuk Masjid Muslim Billionaire terus menggalang donasi, menyuplai logistik, dan menyuarakan kepeduliannya melalui aksi nyata.
Di tengah diamnya diplomasi formal, masyarakat sipil justru bergerak lebih cepat. Gaza dan Rohingya menjadi cermin: apakah kita hanya akan terus menjadi penonton tragedi, atau berani mengambil sikap yang bermakna.
Dunia tidak butuh simpati kosong. Ia butuh aksi, keberanian bersuara, dan solidaritas yang tidak hanya terjadi saat musiman melainkan berkelanjutan. [Redaksi]
𝑩𝒆𝒓𝒊𝒕𝒂 𝒊𝒏𝒊 𝑫𝒊𝒑𝒖𝒃𝒍𝒊𝒌𝒂𝒔𝒊𝒌𝒂𝒏 𝒐𝒍𝒆𝒉 𝑴𝒆𝒅𝒊𝒂 𝑷𝒓𝒆𝒔𝒔 𝑴𝒂𝒔𝒋𝒊𝒅 𝑴𝒖𝒔𝒍𝒊𝒎 𝑩𝒊𝒍𝒍𝒊𝒐𝒏𝒂𝒊𝒓𝒆, 𝑭𝒐𝒍𝒍𝒐𝒘 𝑯𝒂𝒍𝒂𝒎𝒂𝒏 𝑲𝒂𝒎𝒊 𝒖𝒏𝒕𝒖𝒌 𝑰𝒏𝒇𝒐 𝑻𝒆𝒓𝒃𝒂𝒓𝒖!
Kontak Media
WA: https://wa.me/6281225757951
Email: mediapress112@gmail.com
Kompasiana: MediaPressMMB Kompasiana
FB: Media Press Masjid Muslim Billionaire
IG: @MediaPressOfficial_MMB
LinkedIn: MediaPressMMB
Website: www.MasjidMuslimBillionaire.com





