Banyak yang Menjalankannya, Tapi Belum Tentu Tahu Maknanya
Seorang anak muda pernah bertanya kepada ustaz di sebuah kajian.
“Ustaz, saya sering dengar puasa Asyura dan Tasua setiap Muharram. Tapi sebenarnya apa itu puasa Asyura dan Tasua?”
Pertanyaan itu mungkin juga pernah muncul di benak abang, kakak, ayah, atau bunda.
Menariknya, banyak Muslim sudah mengenal nama puasa Asyura dan Tasua sejak lama, tetapi belum memahami asal-usul istilah tersebut, maknanya secara bahasa, serta mengapa Rasulullah SAW menganjurkannya.
Karena itulah artikel ini akan fokus membahas apa itu puasa Asyura dan Tasua tanpa terlalu jauh masuk ke pembahasan jadwal, keutamaan, ataupun tata cara pelaksanaannya.
Baca Juga :Β Bulan Muharram Adalah Apa? Ini Makna, Keutamaan, dan Amalan yang Dianjurkan
Puasa Asyura Adalah Apa?
Untuk memahami apa itu puasa Asyura dan Tasua, kita perlu mengenal keduanya satu per satu.
Arti Asyura Secara Bahasa
Kata “Asyura” berasal dari bahasa Arab ΨΉΨ§Ψ΄ΩΨ±Ψ§Ψ‘ (‘Asyura’).
Mayoritas ulama menjelaskan bahwa istilah ini berkaitan dengan angka sepuluh.
Karena itu Asyura merujuk pada hari ke-10 dalam bulan Muharram.
Dari sinilah muncul istilah puasa Asyura, yaitu puasa sunnah yang dilakukan pada tanggal 10 Muharram.
Puasa Asyura Secara Istilah
Dalam istilah syariat Islam, puasa Asyura adalah puasa sunnah yang dikerjakan pada tanggal 10 Muharram sebagai bentuk ibadah yang dicontohkan Rasulullah SAW.
Puasa ini telah dikenal sejak masa Nabi Muhammad SAW dan menjadi salah satu puasa sunnah yang memiliki kedudukan istimewa dalam Islam.
Baca Juga :Β Apa Saja Puasa Sunnah di Bulan Muharram? Ini 4 Jadwal dan KeutamaannyaΒ
Ketika orang mencari informasi tentang apa itu puasa Asyura dan Tasua, biasanya puasa Asyura menjadi pembahasan yang paling sering dicari karena namanya lebih populer di kalangan masyarakat Muslim.
Puasa Tasua Adalah Apa?
Setelah memahami puasa Asyura, pembahasan berikutnya dalam memahami apa itu puasa Asyura dan Tasua adalah mengenal puasa Tasua.
Arti Tasua Secara Bahasa
Kata “Tasua” berasal dari bahasa Arab ΨͺΨ§Ψ³ΩΨΉΨ§Ψ‘ (Tasu’a).
Istilah ini berkaitan dengan angka sembilan.
Karena itu Tasua merujuk pada hari ke-9 bulan Muharram.
Dari sinilah lahir istilah puasa Tasua, yaitu puasa sunnah yang dilaksanakan pada tanggal 9 Muharram.
Puasa Tasua Secara Istilah
Dalam syariat Islam, puasa Tasua adalah puasa sunnah yang dikerjakan pada tanggal 9 Muharram.
Puasa ini sering dikaitkan dengan anjuran Rasulullah SAW untuk membedakan praktik puasa umat Islam dari tradisi yang dilakukan oleh kaum Yahudi yang hanya berpuasa pada tanggal 10 Muharram.
Karena itu, ketika membahas apa itu puasa Asyura dan Tasua, keduanya hampir selalu disebut secara berpasangan.
Dalil Tentang Puasa Asyura dan Tasu’a
Agar pemahaman tentang apa itu puasa Asyura dan Tasua semakin lengkap, mari melihat dalil yang menjadi dasar puasa tersebut.
Rasulullah SAW bersabda:
“Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, yaitu bulan Muharram.”
(HR. Muslim)
Dalam riwayat lain disebutkan bahwa Rasulullah SAW berpuasa pada hari Asyura.
Ketika beliau mengetahui bahwa kaum Yahudi juga mengagungkan hari tersebut, beliau bersabda:
“Jika aku masih hidup sampai tahun depan, niscaya aku akan berpuasa pada hari kesembilan.”
(HR. Muslim)
Hadits inilah yang menjadi dasar mengapa puasa Tasua dan Asyura sering dilaksanakan secara berurutan.
Apa Posisi Puasa Asyura dan Tasua dalam Islam?
Salah satu pertanyaan yang sering muncul setelah memahami apa itu puasa Asyura dan Tasua adalah mengenai kedudukannya dalam Islam.
Jawabannya, kedua puasa tersebut termasuk puasa sunnah muakkadah, yaitu puasa sunnah yang sangat dianjurkan.
Artinya, puasa Asyura dan Tasua bukan kewajiban seperti puasa Ramadhan.
Namun Rasulullah SAW memberikan perhatian khusus terhadap pelaksanaannya.
Karena itu banyak ulama memasukkan puasa Asyura dan Tasua ke dalam daftar puasa sunnah yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan ketika Muharram tiba.
Mengapa Puasa Asyura dan Tasua Selalu Disebut Bersamaan?
Bagi sebagian anak muda, muncul pertanyaan menarik.
Jika puasa Asyura berada pada tanggal 10 Muharram, mengapa pembahasannya hampir selalu digandeng dengan Tasua?
Jawabannya karena keduanya saling melengkapi.
Puasa Tasua menjadi pendamping puasa Asyura.
Dalam banyak kitab fiqih, para ulama menjelaskan bahwa melaksanakan keduanya sekaligus lebih utama dibandingkan hanya berpuasa pada satu hari saja.
Karena itu saat mencari apa itu puasa Asyura dan Tasua, hampir semua pembahasan akan menjelaskan kedua istilah tersebut secara bersamaan.
Puasa Asyura dan Tasua dalam Kehidupan Muslim Masa Kini
Meskipun berasal dari tradisi ibadah yang sudah berlangsung sejak masa Rasulullah SAW, puasa Asyura dan Tasua tetap relevan hingga saat ini.
Banyak anak muda menjadikan Muharram sebagai momentum memperbaiki diri
Baca Juga : Apa Saja Peristiwa di Bulan Muharram? 7 Kisah Bersejarah yang Jarang Diketahui
Selain memperbanyak puasa sunnah, sebagian juga meningkatkan amal sosial dan kepedulian terhadap sesama.
Semangat berbagi tersebut juga terus dihidupkan melalui berbagai program sosial yang dijalankan oleh Baitul Maal Masjid Muslim Billionaire(@baitulmaalmuslimbillionaire), mulai dari santunan yatim, bantuan kemanusiaan, hingga pemberdayaan umat.
Karena pada akhirnya, ibadah kepada Allah SWT tidak hanya diwujudkan melalui hubungan vertikal, tetapi juga melalui kepedulian terhadap sesama manusia.
Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Memahami Puasa Asyura dan Tasu’a
Ada beberapa kesalahpahaman yang masih sering ditemukan.
Sebagian orang mengira puasa Asyura dan Tasua adalah dua ibadah yang berbeda sama sekali.
Padahal keduanya sama-sama merupakan puasa sunnah Muharram yang saling berkaitan.
Ada juga yang menganggap Asyura dan Tasua memiliki hukum wajib.
Padahal keduanya termasuk puasa sunnah yang sangat dianjurkan.
Dengan memahami apa itu puasa Asyura dan Tasua, seseorang dapat menjalankan ibadah dengan pemahaman yang lebih tepat sesuai tuntunan syariat.
Jadi, jawaban dari pertanyaan apa itu puasa Asyura dan Tasua adalah bahwa keduanya merupakan puasa sunnah yang dikerjakan pada bulan Muharram.
Puasa Tasua adalah puasa yang dilakukan pada tanggal 9 Muharram, sedangkan puasa Asyura adalah puasa yang dilakukan pada tanggal 10 Muharram.
Secara bahasa, Tasua berkaitan dengan angka sembilan dan Asyura berkaitan dengan angka sepuluh.
Dalam Islam, keduanya memiliki kedudukan yang istimewa sebagai puasa sunnah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW.
Semoga setelah memahami apa itu puasa Asyura dan Tasua, abang, kakak, ayah, dan bunda semakin mudah mengenali makna serta posisi kedua ibadah tersebut dalam syariat Islam.
Kontak Media:
Instagram :Β @masjidmuslimbillionaire
Facebook :Β Masjid Muslim Billionaire
Youtube :Β Masjid Muslim Billionaire
Whatsapp :Β +628528542520








