Banyak Muslim Menunggu Ramadhan, Tapi Lupa Ada Bulan yang Sangat Dimuliakan Allah
Jika ditanya bulan paling istimewa dalam Islam, kebanyakan orang langsung menjawab Ramadhan.
Jawaban itu memang benar.
Namun ada fakta yang cukup mengejutkan.
Sebelum Ramadhan datang, Allah SWT telah menetapkan empat bulan mulia yang memiliki kedudukan khusus dalam syariat Islam. Salah satunya adalah Muharram.
Bahkan Rasulullah SAW menyebut Muharram sebagai “Syahrullah” atau bulan Allah.
Karena itulah memahami bahwa bulan muharram adalah bulan yang penuh kemuliaan menjadi ilmu dasar yang seharusnya diketahui setiap Muslim.
Bulan Muharram Adalah Apa?
Secara sederhana, bulan muharram adalah bulan pertama dalam kalender Hijriyah atau kalender Islam.
Muharram menjadi penanda dimulainya tahun baru Islam.
Nama “Muharram” berasal dari kata haram yang berarti dimuliakan atau dihormati.
Sejak masa Arab sebelum Islam, bulan ini sudah dianggap sebagai bulan yang tidak boleh digunakan untuk peperangan. Setelah Islam datang, kemuliaannya semakin ditegaskan oleh Allah SWT dan Rasul-Nya.
Karena itu ketika seseorang bertanya bulan muharram adalah apa, jawabannya bukan sekadar bulan pertama dalam kalender Hijriyah, tetapi juga salah satu bulan paling mulia dalam Islam.
Dalil Tentang Bulan Muharram
Allah SWT berfirman:
“Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram.”
(QS. At-Taubah: 36)
Dan Para Ulama menyebutkan kalau bulan-bulan tersebut adalah:
- Dzulqa’dah
- Dzulhijjah
- Muharram
- Rajab
Selain itu Rasulullah SAW bersabda:
“Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, yaitu Muharram.”
(HR. Muslim)
Hadis ini menjadi bukti kuat bahwa bulan muharram adalah bulan yang memiliki keutamaan luar biasa dalam Islam.
Kenapa Bulan Muharram Sangat Istimewa?
Ada alasan mengapa para ulama selalu mengingatkan umat Islam untuk tidak melewatkan Muharram begitu saja.
Pertama, bulan muharram adalah salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan Allah SWT.
Kedua, bulan ini menjadi awal tahun Hijriyah yang bisa dijadikan momentum muhasabah diri.
Ketiga, terdapat amalan-amalan sunnah yang memiliki keutamaan besar, terutama puasa Asyura dan Tasua.
Karena itu Muharram bukan sekadar pergantian kalender, tetapi juga kesempatan memperbaiki hubungan dengan Allah SWT.
Baca Juga : Hari Raya Idul Adha 1447 H di Masjid Muslim Billionaire: Dari Takbir Hingga Distribusi Kebahagiaan
Bulan Muharram dan Sejarah Tahun Baru Islam
Banyak yang mengira kalender Hijriyah dimulai sejak kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Padahal sejarahnya berbeda.
Pada masa Khalifah Umar bin Khattab RA, para sahabat bermusyawarah untuk menentukan awal penanggalan Islam.
Akhirnya dipilihlah peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah sebagai titik awal kalender Hijriyah.
Karena itulah bulan muharram adalah awal dari tahun baru Islam yang digunakan umat Muslim hingga saat ini.
Puasa Asyura, Amalan Paling Populer di Bulan Muharram
Ketika membahas bulan muharram adalah bulan istimewa, maka tidak bisa dilepaskan dari puasa Asyura.
Puasa Asyura dilakukan pada tanggal 10 Muharram.
Rasulullah SAW bersabda:
“Puasa Asyura dapat menghapus dosa setahun yang lalu.”
(HR. Muslim)
Keutamaan ini membuat puasa Asyura menjadi salah satu ibadah sunnah yang paling dianjurkan setelah Ramadhan.
Banyak ulama juga menganjurkan puasa Tasua pada tanggal 9 Muharram untuk membedakan amalan umat Islam dengan tradisi kaum Yahudi pada masa itu.
Muharram Adalah Waktu yang Tepat untuk Muhasabah
Tahun baru sering diidentikkan dengan target baru.
Namun dalam Islam, pergantian tahun juga menjadi momen evaluasi diri.
Karena itu memahami bahwa bulan muharram adalah awal tahun Hijriyah bisa menjadi pengingat untuk bertanya kepada diri sendiri:
- Apakah sholat sudah lebih baik?
- Apakah sedekah semakin rutin?
- Apakah hubungan dengan orang tua semakin baik?
- Apakah dosa-dosa yang lalu sudah ditinggalkan?
Muharram mengajarkan bahwa perubahan besar sering dimulai dari evaluasi yang jujur terhadap diri sendiri.
Amalan yang Dianjurkan di Bulan Muharram
Selain puasa Asyura dan Tasua, ada banyak amalan yang bisa dilakukan.
Memperbanyak dzikir, membaca Al-Qur’an, memperbanyak sedekah, serta memperbaiki kualitas ibadah termasuk amalan yang sangat dianjurkan.
Karena bulan muharram adalah bulan mulia, maka memperbanyak amal saleh pada bulan ini menjadi kesempatan yang sangat berharga.
Bukan karena pahalanya semata, tetapi karena bulan ini membantu hati kembali dekat kepada Allah SWT.
Apa yang Bisa Dipelajari Anak Muda dari Bulan Muharram?
Bagi abang dan kakak muda, Muharram mengajarkan satu hal penting.
Perubahan tidak harus menunggu sempurna.
Hijrah Nabi Muhammad SAW mengajarkan keberanian memulai langkah baru meskipun penuh tantangan.
Karena itu memahami bahwa bulan muharram adalah simbol hijrah membuat banyak anak muda menjadikan bulan ini sebagai titik awal memperbaiki diri.
Mulai dari memperbaiki sholat, menjaga pergaulan, memperbanyak sedekah, hingga membangun kebiasaan baik yang lebih konsisten.
Muharram dan Kepedulian Sosial dalam Islam
Muharram bukan hanya tentang ibadah pribadi.
Islam juga mengajarkan kepedulian kepada sesama.
Karena itu banyak umat Islam menjadikan Muharram sebagai momentum memperbanyak sedekah, santunan yatim, dan bantuan sosial.
Semangat inilah yang juga dijalankan oleh Baitul Maal Masjid Muslim Billionaire (@baitulmaalmuslimbillionaire) melalui berbagai program sosial, santunan, dakwah, pembinaan umat, serta kegiatan kemanusiaan yang membantu masyarakat yang membutuhkan.
Melalui program-program tersebut, umat Islam dapat menjadikan Muharram sebagai bulan berbagi, bukan hanya bulan refleksi diri.
Kenapa Ilmu Tentang Muharram Tidak Boleh Diabaikan?
Banyak orang mengenal Muharram hanya sebagai tahun baru Islam.
Padahal lebih dari itu.
Memahami bahwa bulan muharram adalah bulan yang dimuliakan Allah SWT membantu seorang Muslim lebih menghargai waktu dan kesempatan beramal.
Karena tidak semua orang diberi kesempatan bertemu Muharram setiap tahun.
Dan tidak semua orang menyadari besarnya pahala yang bisa diraih pada bulan yang mulia ini.
Kini kita memahami bahwa bulan muharram adalah salah satu bulan paling mulia dalam Islam yang memiliki banyak keutamaan.
Muharram bukan hanya awal tahun Hijriyah, tetapi juga momentum untuk memperbaiki diri, memperbanyak amal saleh, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Mulai dari puasa Asyura, memperbanyak dzikir, membaca Al-Qur’an, hingga memperluas manfaat melalui sedekah dan kepedulian sosial.
Dan bagi yang ingin menjadikan Muharram sebagai momentum berbagi, berbagai program sosial dan dakwah yang dijalankan oleh Baitul Maal Masjid Muslim Billionaire dapat menjadi salah satu sarana untuk menebarkan manfaat kepada umat.
Semoga Allah SWT mempertemukan kita dengan Muharram yang penuh keberkahan dan menerima seluruh amal kebaikan yang kita lakukan.
Kontak Media:
Instagram : @masjidmuslimbillionaire
Facebook : Masjid Muslim Billionaire
Youtube : Masjid Muslim Billionaire
Whatsapp : +628528542520








