June 5, 2026

bagaimana cara memperbaiki diri

Bagaimana Cara Memperbaiki Diri Menurut Islam? 4 Langkah Awal yang Bisa Kamu lakukan!

Bagaimana Cara Memperbaiki Diri Menurut Islam? Ini Langkah yang Bisa Dimulai Hari Ini Pernah merasa hidup seperti berjalan tanpa arah? Ada masa ketika seseorang mulai sadar bahwa dirinya perlu berubah. Bukan karena hidupnya paling buruk, tetapi karena ia merasa ada yang perlu diperbaiki. Ibadah terasa biasa saja, kebiasaan kurang baik masih sering dilakukan, dan target hidup belum jelas ke mana. Kondisi seperti ini sebenarnya tidak aneh. Pertanyaan mulai muncul di kepala ketika berada di titik ini, Bagaimana cara memperbaiki menurut islam? Kabar baiknya, Islam tidak mengajarkan perubahan instan. Rasulullah ﷺ mengajarkan proses. Sedikit demi sedikit, tetapi terus bergerak menuju kebaikan. Mulailah Dengan Jujur Melihat Diri Sendiri Mengakui bahwa kita manusia dan punya kekurangan tidak menjadikan kita lemah apalagi berdosa Karena hal itu bisa menjadi langkah pertama bagi diri untuk berdamai dengan apa yang kita miliki. Sering kali yang membuat seseorang sulit berubah bukan karena tidak tahu mana yang benar, tetapi karena terlalu sibuk mencari kesalahan orang lain. Allah berfirman: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS. Ar-Ra’d: 11) Ayat ini menunjukkan bahwa perubahan selalu dimulai dari dalam diri. Coba luangkan waktu beberapa menit setiap hari untuk mengevaluasi diri. Tanyakan: Kebiasaan buruk apa yang masih sering dilakukan? Ibadah apa yang masih sering ditinggalkan? Sikap apa yang perlu diperbaiki? Semakin jujur seseorang terhadap dirinya sendiri, semakin mudah proses perbaikannya. Perbaiki Hubungan Dengan Allah Dari Hal yang Wajib Banyak orang ingin menjadi pribadi yang lebih baik, tetapi langsung fokus pada amalan besar. Padahal fondasi utamanya adalah ibadah wajib. Jika sedang mencari bagaimana cara memperbaiki diri menurut Islam, mulailah dari: Menjaga shalat lima waktu Belajar membaca Al-Qur’an dengan lebih baik Menjauhi hal yang jelas dilarang Allah Membiasakan dzikir sederhana setelah shalat Rasulullah ﷺ bersabda: “Amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang dilakukan secara terus-menerus meskipun sedikit.” (HR. Bukhari dan Muslim) Karena itu jangan terburu-buru membuat target yang terlalu besar. Fokus pada konsistensi. Baca Juga : PENTING KAMU TAU! Ini Dalil Tentang Keutamaan Sedekah Harta dalam Islam Biasakan Meninggalkan Satu Kebiasaan Buruk Secara Bertahap Salah satu langkah praktis memperbaiki diri dalam Islam adalah mengurangi kebiasaan buruk yang paling sering dilakukan. Tidak harus semuanya sekaligus. Misalnya: Mengurangi ghibah Mengurangi konten yang tidak bermanfaat Mengurangi kebiasaan menunda pekerjaan Mengurangi perkataan yang menyakiti orang lain Perubahan kecil yang dilakukan terus-menerus biasanya lebih bertahan lama dibanding perubahan besar yang hanya bertahan beberapa hari. Cari Lingkungan yang Membantu Bertumbuh Lingkungan memiliki pengaruh besar terhadap proses perubahan seseorang. Rasulullah ﷺ bersabda: “Seseorang itu mengikuti agama teman dekatnya. Maka lihatlah dengan siapa ia berteman.” (HR. Abu Dawud) Jika ingin memperbaiki diri, cobalah lebih banyak berada di lingkungan yang mendorong kebaikan. Tidak harus langsung berganti seluruh lingkaran pertemanan. Mulailah dengan menambah teman yang memiliki semangat belajar dan bertumbuh. Perbaiki Akhlak Sebelum Mengejar Pengakuan Ketika membahas bagaimana cara memperbaiki diri menurut Islam, banyak orang fokus pada ilmu tetapi lupa pada akhlak. Maka pada pembahasan bagaimana cara memperbaiki diri menurut islam. Padahal Rasulullah ﷺ bersabda: “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.” (HR. Ahmad) Perhatikan hal-hal sederhana seperti: Menepati janji Berkata jujur Menghormati orang tua Menghargai pasangan Menjaga amanah Akhlak yang baik seringkali menjadi tanda nyata bahwa seseorang sedang bertumbuh. Biasakan Membaca dan Mempelajari Ilmu yang Bermanfaat Perubahan yang bertahan lama biasanya didukung oleh ilmu. Karena itu, luangkan waktu untuk belajar meskipun hanya beberapa menit setiap hari. Bisa melalui: Membaca Al-Qur’an beserta terjemahnya Membaca buku Islami Mengikuti kajian terpercaya Membaca artikel yang menambah pemahaman agama Semakin baik pemahaman seseorang, semakin mudah ia mengambil keputusan yang benar. Latih Diri Untuk Peduli Kepada Orang Lain Cara memperbaiki diri menurut Islam tidak hanya berkaitan dengan diri sendiri. Ada juga hubungan dengan sesama manusia. Salah satu bentuk latihan yang bisa dilakukan adalah memperbanyak sedekah dan kepedulian sosial. Sedekah tidak selalu tentang uang. Baca Juga : MASIH RAGU BERSEDEKAH? Ini Alasan Kita Harus Bersedekah Membantu orang lain, berbagi makanan, atau mendukung program sosial umat juga termasuk bentuk kebaikan. Di Indonesia, banyak Muslim menyalurkan kepedulian mereka melalui lembaga sosial dan program kemaslahatan umat seperti Baitul Maal Masjid Muslim Billionaire (@baitulmaalmuslimbillionaire) yang membantu mempertemukan semangat berbagi dengan kebutuhan masyarakat yang membutuhkan.  Ketika seseorang terbiasa memberi manfaat kepada orang lain, hatinya juga ikut dibentuk menjadi lebih baik. Jangan Menunggu Menjadi Sempurna Untuk Berubah Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah menunggu waktu yang tepat. Menunggu lebih siap. Menunggu lebih kuat. Menunggu lebih baik. Padahal tidak ada manusia yang sempurna. Rasulullah ﷺ bersabda: “Setiap anak Adam pasti pernah berbuat salah. Dan sebaik-baik orang yang berbuat salah adalah mereka yang bertaubat.” (HR. Tirmidzi) Karena itu, mulailah dari langkah yang paling mudah. Satu kebiasaan baik hari ini lebih berharga daripada seratus rencana yang tidak pernah dilakukan. Maka, bagaimana cara memperbaiki diri menurut Islam? Mulailah dengan jujur melihat diri sendiri, memperbaiki ibadah wajib, meninggalkan kebiasaan buruk secara bertahap, memilih lingkungan yang baik, memperbaiki akhlak, menambah ilmu, dan membiasakan kepedulian kepada sesama. Islam tidak meminta kita berubah dalam semalam. Islam mengajarkan proses perbaikan yang dilakukan sedikit demi sedikit tetapi terus bergerak menuju Allah. Karena menjadi pribadi yang lebih baik bukan tentang siapa yang paling cepat berubah. Tetapi siapa yang terus berusaha memperbaiki dirinya sampai akhir hayat. Kontak Media: Instagram : @masjidmuslimbillionaire Facebook : Masjid Muslim Billionaire Youtube : Masjid Muslim Billionaire Whatsapp : +628528542520

Bagaimana Cara Memperbaiki Diri Menurut Islam? 4 Langkah Awal yang Bisa Kamu lakukan! Read More »

apa itu puasa asyura dan tasua

Apa Itu Puasa Asyura dan Tasua? Kenali Makna dan Posisinya dalam Islam 

Banyak yang Menjalankannya, Tapi Belum Tentu Tahu Maknanya Seorang anak muda pernah bertanya kepada ustaz di sebuah kajian. “Ustaz, saya sering dengar puasa Asyura dan Tasua setiap Muharram. Tapi sebenarnya apa itu puasa Asyura dan Tasua?” Pertanyaan itu mungkin juga pernah muncul di benak abang, kakak, ayah, atau bunda. Menariknya, banyak Muslim sudah mengenal nama puasa Asyura dan Tasua sejak lama, tetapi belum memahami asal-usul istilah tersebut, maknanya secara bahasa, serta mengapa Rasulullah SAW menganjurkannya. Karena itulah artikel ini akan fokus membahas apa itu puasa Asyura dan Tasua tanpa terlalu jauh masuk ke pembahasan jadwal, keutamaan, ataupun tata cara pelaksanaannya. Baca Juga : Bulan Muharram Adalah Apa? Ini Makna, Keutamaan, dan Amalan yang Dianjurkan Puasa Asyura Adalah Apa? Untuk memahami apa itu puasa Asyura dan Tasua, kita perlu mengenal keduanya satu per satu. Arti Asyura Secara Bahasa Kata “Asyura” berasal dari bahasa Arab عاشوراء (‘Asyura’). Mayoritas ulama menjelaskan bahwa istilah ini berkaitan dengan angka sepuluh. Karena itu Asyura merujuk pada hari ke-10 dalam bulan Muharram. Dari sinilah muncul istilah puasa Asyura, yaitu puasa sunnah yang dilakukan pada tanggal 10 Muharram. Puasa Asyura Secara Istilah Dalam istilah syariat Islam, puasa Asyura adalah puasa sunnah yang dikerjakan pada tanggal 10 Muharram sebagai bentuk ibadah yang dicontohkan Rasulullah SAW. Puasa ini telah dikenal sejak masa Nabi Muhammad SAW dan menjadi salah satu puasa sunnah yang memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Baca Juga : Apa Saja Puasa Sunnah di Bulan Muharram? Ini 4 Jadwal dan Keutamaannya  Ketika orang mencari informasi tentang apa itu puasa Asyura dan Tasua, biasanya puasa Asyura menjadi pembahasan yang paling sering dicari karena namanya lebih populer di kalangan masyarakat Muslim. Puasa Tasua Adalah Apa? Setelah memahami puasa Asyura, pembahasan berikutnya dalam memahami apa itu puasa Asyura dan Tasua adalah mengenal puasa Tasua. Arti Tasua Secara Bahasa Kata “Tasua” berasal dari bahasa Arab تاسوعاء (Tasu’a). Istilah ini berkaitan dengan angka sembilan. Karena itu Tasua merujuk pada hari ke-9 bulan Muharram. Dari sinilah lahir istilah puasa Tasua, yaitu puasa sunnah yang dilaksanakan pada tanggal 9 Muharram. Puasa Tasua Secara Istilah Dalam syariat Islam, puasa Tasua adalah puasa sunnah yang dikerjakan pada tanggal 9 Muharram. Puasa ini sering dikaitkan dengan anjuran Rasulullah SAW untuk membedakan praktik puasa umat Islam dari tradisi yang dilakukan oleh kaum Yahudi yang hanya berpuasa pada tanggal 10 Muharram. Karena itu, ketika membahas apa itu puasa Asyura dan Tasua, keduanya hampir selalu disebut secara berpasangan. Dalil Tentang Puasa Asyura dan Tasu’a Agar pemahaman tentang apa itu puasa Asyura dan Tasua semakin lengkap, mari melihat dalil yang menjadi dasar puasa tersebut. Rasulullah SAW bersabda: “Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, yaitu bulan Muharram.” (HR. Muslim) Dalam riwayat lain disebutkan bahwa Rasulullah SAW berpuasa pada hari Asyura. Ketika beliau mengetahui bahwa kaum Yahudi juga mengagungkan hari tersebut, beliau bersabda: “Jika aku masih hidup sampai tahun depan, niscaya aku akan berpuasa pada hari kesembilan.” (HR. Muslim) Hadits inilah yang menjadi dasar mengapa puasa Tasua dan Asyura sering dilaksanakan secara berurutan. Apa Posisi Puasa Asyura dan Tasua dalam Islam? Salah satu pertanyaan yang sering muncul setelah memahami apa itu puasa Asyura dan Tasua adalah mengenai kedudukannya dalam Islam. Jawabannya, kedua puasa tersebut termasuk puasa sunnah muakkadah, yaitu puasa sunnah yang sangat dianjurkan. Artinya, puasa Asyura dan Tasua bukan kewajiban seperti puasa Ramadhan. Namun Rasulullah SAW memberikan perhatian khusus terhadap pelaksanaannya. Karena itu banyak ulama memasukkan puasa Asyura dan Tasua ke dalam daftar puasa sunnah yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan ketika Muharram tiba. Mengapa Puasa Asyura dan Tasua Selalu Disebut Bersamaan? Bagi sebagian anak muda, muncul pertanyaan menarik. Jika puasa Asyura berada pada tanggal 10 Muharram, mengapa pembahasannya hampir selalu digandeng dengan Tasua? Jawabannya karena keduanya saling melengkapi. Puasa Tasua menjadi pendamping puasa Asyura. Dalam banyak kitab fiqih, para ulama menjelaskan bahwa melaksanakan keduanya sekaligus lebih utama dibandingkan hanya berpuasa pada satu hari saja. Karena itu saat mencari apa itu puasa Asyura dan Tasua, hampir semua pembahasan akan menjelaskan kedua istilah tersebut secara bersamaan. Puasa Asyura dan Tasua dalam Kehidupan Muslim Masa Kini Meskipun berasal dari tradisi ibadah yang sudah berlangsung sejak masa Rasulullah SAW, puasa Asyura dan Tasua tetap relevan hingga saat ini. Banyak anak muda menjadikan Muharram sebagai momentum memperbaiki diri Baca Juga : Apa Saja Peristiwa di Bulan Muharram? 7 Kisah Bersejarah yang Jarang Diketahui Selain memperbanyak puasa sunnah, sebagian juga meningkatkan amal sosial dan kepedulian terhadap sesama. Semangat berbagi tersebut juga terus dihidupkan melalui berbagai program sosial yang dijalankan oleh Baitul Maal Masjid Muslim Billionaire(@baitulmaalmuslimbillionaire), mulai dari santunan yatim, bantuan kemanusiaan, hingga pemberdayaan umat. Karena pada akhirnya, ibadah kepada Allah SWT tidak hanya diwujudkan melalui hubungan vertikal, tetapi juga melalui kepedulian terhadap sesama manusia. Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Memahami Puasa Asyura dan Tasu’a Ada beberapa kesalahpahaman yang masih sering ditemukan. Sebagian orang mengira puasa Asyura dan Tasua adalah dua ibadah yang berbeda sama sekali. Padahal keduanya sama-sama merupakan puasa sunnah Muharram yang saling berkaitan. Ada juga yang menganggap Asyura dan Tasua memiliki hukum wajib. Padahal keduanya termasuk puasa sunnah yang sangat dianjurkan. Dengan memahami apa itu puasa Asyura dan Tasua, seseorang dapat menjalankan ibadah dengan pemahaman yang lebih tepat sesuai tuntunan syariat. Jadi, jawaban dari pertanyaan apa itu puasa Asyura dan Tasua adalah bahwa keduanya merupakan puasa sunnah yang dikerjakan pada bulan Muharram. Puasa Tasua adalah puasa yang dilakukan pada tanggal 9 Muharram, sedangkan puasa Asyura adalah puasa yang dilakukan pada tanggal 10 Muharram. Secara bahasa, Tasua berkaitan dengan angka sembilan dan Asyura berkaitan dengan angka sepuluh. Dalam Islam, keduanya memiliki kedudukan yang istimewa sebagai puasa sunnah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Semoga setelah memahami apa itu puasa Asyura dan Tasua, abang, kakak, ayah, dan bunda semakin mudah mengenali makna serta posisi kedua ibadah tersebut dalam syariat Islam. Kontak Media: Instagram : @masjidmuslimbillionaire Facebook : Masjid Muslim Billionaire Youtube : Masjid Muslim Billionaire Whatsapp : +628528542520

Apa Itu Puasa Asyura dan Tasua? Kenali Makna dan Posisinya dalam Islam  Read More »

apa saja puasa sunnah di bulan muharram

Apa Saja Puasa Sunnah di Bulan Muharram? Ini 4 Jadwal dan Keutamaannya 

Jangan Sampai Muharram Berlalu Tanpa Puasa yang Paling Utama Setelah Ramadhan Banyak Muslim bersemangat mencari amalan ketika Ramadhan datang. Namun setelah Ramadhan berlalu, tidak sedikit yang melewatkan salah satu bulan terbaik untuk berpuasa sunnah, yaitu Muharram. Padahal Rasulullah SAW secara khusus menyebut Muharram sebagai bulan yang memiliki keutamaan besar untuk berpuasa. Karena itu pertanyaan apa saja puasa sunnah di bulan Muharram selalu muncul setiap kali memasuki awal tahun Hijriyah. Jika abang, kakak, ayah, atau bunda sedang mencari jawabannya, artikel ini akan membahasnya secara praktis dan langsung pada inti pembahasan. Dalil Tentang Puasa Sunnah di Bulan Muharram Sebelum membahas apa saja puasa sunnah di bulan Muharram, mari lihat terlebih dahulu dalil yang menjadi dasarnya. Rasulullah SAW bersabda: “Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, yaitu bulan Muharram.” (HR. Muslim) Hadits ini menjadi alasan mengapa banyak ulama menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak puasa sunnah selama Muharram. Karena itu ketika seseorang bertanya apa saja puasa sunnah di bulan Muharram, jawabannya tidak hanya satu hari saja, tetapi mencakup beberapa pilihan puasa yang dianjurkan. 1. Puasa Asyura (10 Muharram) Jika ditanya puasa paling terkenal ketika membahas apa saja puasa sunnah di bulan Muharram, maka jawabannya adalah Puasa Asyura. Puasa ini dilaksanakan setiap tanggal 10 Muharram. Keutamaannya sangat besar. Rasulullah SAW bersabda: “Puasa Asyura dapat menghapus dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim) Karena itulah banyak ulama menyebut Puasa Asyura sebagai salah satu puasa sunnah paling istimewa setelah Ramadhan. Bagi yang baru ingin memulai puasa sunnah di bulan Muharram, Puasa Asyura bisa menjadi pilihan pertama yang sangat dianjurkan. Baca Juga : Tahun Baru Islam 1448 H Kapan? Ini Jawaban yang Banyak Dicari 2. Puasa Tasua (9 Muharram) Selain Asyura, jawaban penting dari pertanyaan apa saja puasa sunnah di bulan Muharram adalah Puasa Tasua. Puasa Tasua dilakukan pada tanggal 9 Muharram. Rasulullah SAW pernah menyampaikan keinginan untuk berpuasa pada tanggal 9 Muharram agar berbeda dengan kaum Yahudi yang hanya berpuasa pada tanggal 10 Muharram. Karena itu para ulama sangat menganjurkan menggabungkan: Puasa Tasua (9 Muharram) Puasa Asyura (10 Muharram) Kombinasi dua puasa ini menjadi praktik yang paling sering direkomendasikan dalam pembahasan apa saja puasa sunnah di bulan Muharram. 3. Puasa 9, 10, dan 11 Muharram Sebagian ulama juga menganjurkan menambahkan puasa tanggal 11 Muharram. Tujuannya tetap sama, yaitu semakin membedakan pelaksanaan puasa umat Islam dari tradisi kaum terdahulu. Baca Juga : Bulan Muharram Adalah Apa? Ini Makna, Keutamaan, dan Amalan yang Dianjurkan Karena itu terdapat tiga pilihan yang umum dilakukan: 9 dan 10 Muharram 10 dan 11 Muharram 9, 10, dan 11 Muharram sekaligus Pilihan ketiga sering dianggap paling sempurna oleh sebagian ulama. Jika sedang mencari jadwal puasa sunnah di bulan Muharram, tiga tanggal ini termasuk yang paling banyak dianjurkan. 4. Memperbanyak Puasa Sepanjang Bulan Muharram Banyak orang mengira puasa Muharram hanya terbatas pada Tasua dan Asyura. Padahal ketika membahas apa saja puasa sunnah di bulan Muharram, para ulama juga menjelaskan bahwa seseorang boleh memperbanyak puasa sunnah sepanjang bulan Muharram. Dasarnya adalah hadits Rasulullah SAW yang menyebut Muharram sebagai bulan terbaik untuk berpuasa setelah Ramadhan. Baca Juga : Hari yang Diharamkan Berpuasa dan Alasannya dalam Islam Artinya: Senin Kamis tetap boleh Puasa Ayyamul Bidh tetap boleh Puasa Daud tetap boleh Puasa sunnah lainnya tetap boleh Selama dilaksanakan sesuai ketentuan syariat. Inilah yang membuat Muharram menjadi salah satu bulan favorit para ulama untuk memperbanyak ibadah puasa. Jadwal Puasa Sunnah di Bulan Muharram yang Paling Dianjurkan Jika ingin lebih praktis, berikut urutan prioritas puasa sunnah di bulan Muharram: Tingkat Prioritas Utama 10 Muharram (Puasa Asyura) Sangat Dianjurkan 9 dan 10 Muharram (Tasua dan Asyura) Lebih Sempurna 9, 10, dan 11 Muharram Tambahan Amal Memperbanyak puasa sunnah sepanjang bulan Muharram Dengan urutan ini, pembaca yang mencari apa saja puasa sunnah di bulan Muharram dapat langsung menentukan pilihan sesuai kemampuan masing-masing. Bagaimana Jika Hanya Mampu Puasa Asyura Saja? Ini pertanyaan yang cukup sering muncul. Jika seseorang hanya mampu berpuasa tanggal 10 Muharram saja, maka puasanya tetap sah dan tetap mendapatkan keutamaan Puasa Asyura. Namun jika memungkinkan, para ulama lebih menyukai pelaksanaan yang disertai Puasa Tasua pada tanggal 9 Muharram. Karena itu jangan sampai meninggalkan Puasa Asyura hanya karena tidak bisa menjalankan semua tanggal yang dianjurkan. Lakukan sesuai kemampuan terbaik yang dimiliki. Muharram, Puasa, dan Amal Sosial Menariknya, banyak ulama menjelaskan bahwa Muharram bukan hanya bulan untuk memperbanyak puasa. Bulan ini juga menjadi momentum memperbanyak amal saleh lainnya seperti sedekah dan kepedulian sosial. Semangat berbagi inilah yang terus dihidupkan oleh Baitul Maal Masjid Muslim Billionaire (@baitulmaalmuslimbillionaire) melalui berbagai program santunan yatim, bantuan sosial, dakwah, pendidikan Islam, dan pemberdayaan umat.  Karena semakin lengkap amal yang dilakukan di bulan Muharram, semakin besar pula kesempatan meraih keberkahan dari Allah SWT. Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Menjalankan Puasa Muharram Ada beberapa kesalahan yang cukup sering ditemukan. Pertama, mengira bahwa hanya tanggal 10 Muharram yang boleh dipuasai. Kedua, menganggap wajib berpuasa tiga hari sekaligus. Ketiga, tidak mengetahui bahwa seluruh bulan Muharram sebenarnya dianjurkan untuk memperbanyak puasa sunnah. Karena itu memahami apa saja puasa sunnah di bulan Muharram membantu seseorang menjalankan ibadah dengan lebih tepat sesuai tuntunan para ulama. Jadi, jawaban dari pertanyaan apa saja puasa sunnah di bulan Muharram meliputi: Puasa Tasua (9 Muharram) Puasa Asyura (10 Muharram) Puasa 11 Muharram Memperbanyak puasa sunnah sepanjang bulan Muharram Di antara semuanya, Puasa Asyura merupakan puasa yang paling populer karena memiliki keutamaan menghapus dosa setahun yang lalu. Jika memungkinkan, lengkapi dengan Puasa Tasua agar semakin sesuai dengan anjuran Rasulullah SAW. Semoga Allah SWT memudahkan kita untuk menghidupkan berbagai puasa sunnah di bulan Muharram dan menjadikannya sebagai jalan menuju keberkahan serta ketakwaan. Kontak Media: Instagram : @masjidmuslimbillionaire Facebook : Masjid Muslim Billionaire Youtube : Masjid Muslim Billionaire Whatsapp : +628528542520

Apa Saja Puasa Sunnah di Bulan Muharram? Ini 4 Jadwal dan Keutamaannya  Read More »