June 17, 2026

cara mendekatkan diri kepada allah

Ini 2 Cara Mendekatkan Diri Kepada Allah Menurut Ustadz Abdul Somad

Cara Mendekatkan Diri Kepada Allah – Banyak orang ingin lebih dekat dengan Allah. Ada yang memperbanyak doa. Ada yang rajin mengikuti kajian. Ada juga yang mencoba berbagai amalan yang beredar di media sosial. Namun muncul satu pertanyaan penting. Apa sebenarnya cara mendekatkan diri kepada Allah yang benar menurut para ulama? Dalam salah satu kajiannya, Ustadz Abdul Somad menjelaskan bahwa jalan menuju kedekatan dengan Allah tidak rumit, tetapi juga tidak instan. Beliau menyebut ada dua jalur utama yang harus ditempuh oleh seorang Muslim, yaitu ilmu dan amal. Dua hal inilah yang menjadi pondasi utama dalam perjalanan seorang hamba untuk mengenal dan mendekat kepada Allah Ta’ala. Sumber : UAS Ungkap Cara Mendekatkan Diri Kepada Allah | Kajian Spesial Subuh Ramadan 1443 H Cara Mendekatkan Diri Kepada Allah yang Pertama: Melalui Ilmu Menurut Ustadz Abdul Somad, perjalanan menuju Allah dimulai dari ilmu. Sebab seseorang tidak mungkin mencintai sesuatu yang tidak dikenalnya. Semakin seseorang mengenal Allah melalui Al-Qur’an, hadits, dan kajian para ulama, maka semakin besar rasa cinta dan ketundukannya kepada Allah. Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya hanyalah para ulama.” (QS. Fatir: 28) Ayat ini menunjukkan bahwa ilmu menjadi pintu menuju rasa takut, cinta, dan penghambaan kepada Allah. Ketika membahas cara mendekatkan diri kepada Allah, ilmu bukan sekadar menambah wawasan. Ilmu adalah cahaya yang membimbing seseorang agar tidak tersesat dalam beribadah. Ilmu Membimbing Hati Mengenal Allah Dalam kajian tersebut, Ustadz Abdul Somad juga menjelaskan perbedaan antara pendekatan logika dan pendekatan tasawuf. Sebagian orang berusaha mencari Tuhan melalui perdebatan filsafat dan logika. Sementara dalam tradisi tasawuf yang lurus, seorang hamba lebih fokus membersihkan hati, memperbaiki ibadah, dan tunduk kepada Allah hingga Allah memperkenalkan kebesaran-Nya kepada hamba tersebut. Karena itulah cara mendekatkan diri kepada Allah tidak cukup hanya dengan membaca teori. Ilmu harus melahirkan ketundukan dan penghambaan. Cara Mendekatkan Diri Kepada Allah yang Kedua: Melalui Amal Setelah ilmu, jalan kedua adalah amal. Inilah bagian yang sering menjadi pembeda antara orang yang sekadar tahu dengan orang yang benar-benar dekat kepada Allah. Ustadz Abdul Somad mengutip hadits qudsi yang sangat terkenal. Rasulullah SAW bersabda bahwa Allah berfirman: “Dan hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah hingga Aku mencintainya.” (HR. Bukhari) Hadits ini menjadi salah satu dalil paling kuat tentang cara mendekatkan diri kepada Allah. Menariknya, Allah tidak hanya menyebut ibadah wajib. Allah secara khusus menyebut amalan sunnah sebagai jalan menuju cinta-Nya. Mengapa Ibadah Sunnah Sangat Istimewa? Banyak anak muda berpikir bahwa ibadah sunnah hanyalah pelengkap. Padahal menurut Ustadz Abdul Somad, ibadah sunnah merupakan sarana untuk meraih mahabbah atau cinta Allah. Ketika Allah sudah mencintai seorang hamba, hidupnya akan dibimbing oleh Allah. Pendengarannya dijaga. Pandangannya dijaga. Langkah-langkahnya diarahkan menuju kebaikan. Karena itu jika sedang mencari cara mendekatkan diri kepada Allah, mulailah dengan memperbanyak ibadah sunnah secara bertahap. Misalnya: Shalat rawatib Shalat dhuha Puasa Senin Kamis Puasa Nabi Daud Sedekah rutin Membaca Al-Qur’an harian Dzikir pagi petang Baca Juga : Kenapa Kita Harus Shalat? Bukan Sekadar Ritual, Tapi Kunci Solusi Kehidupan  Riyadhah: Melatih Diri Agar Lebih Dekat Kepada Allah Dalam kajiannya, Ustadz Abdul Somad menyebut istilah riyadhah. Riyadhah berarti latihan. Bukan latihan fisik seperti olahraga, tetapi latihan jiwa untuk mengendalikan hawa nafsu. Salah satu bentuk riyadhah yang paling sering dilakukan para ulama adalah puasa sunnah. Ketika seseorang berpuasa, ia sedang melatih dirinya untuk mengatakan tidak kepada keinginan-keinginan yang sebenarnya mampu ia lakukan. Di sinilah letak kekuatan puasa. Bukan sekadar menahan lapar. Tetapi melatih hati agar lebih tunduk kepada Allah. Karena itu puasa menjadi salah satu cara mendekatkan diri kepada Allah yang sangat dianjurkan. Jangan Tinggalkan Syariat Saat Mencari Kedekatan Dengan Allah Salah satu pesan paling penting dari kajian Ustadz Abdul Somad adalah tentang syariat. Beliau mengingatkan bahwa pengalaman spiritual apa pun harus selalu ditimbang dengan Al-Qur’an dan Sunnah. Kadang seseorang merasa mendapatkan ilham tertentu. Kadang merasa mendapatkan pengalaman batin yang luar biasa. Namun jika bertentangan dengan syariat, maka hal tersebut wajib ditolak. Karena itu cara mendekatkan diri kepada Allah tidak boleh keluar dari aturan Islam. Semakin dekat seseorang kepada Allah, seharusnya semakin kuat pula komitmennya terhadap syariat. Bukan sebaliknya. Belajar dari Imam Al-Ghazali Dalam kajian tersebut, Ustadz Abdul Somad juga menyinggung kisah Imam Al-Ghazali. Beliau adalah ulama besar yang pernah mencapai posisi tinggi sebagai akademisi dan guru. Namun pada suatu masa, Imam Al-Ghazali memilih meninggalkan berbagai kemewahan dunia untuk fokus memperbaiki hubungan dengan Allah. Beliau melakukan khalwah dan muhasabah dalam waktu yang panjang. Meski demikian, Imam Al-Ghazali tidak pernah meninggalkan syariat. Inilah pelajaran besar bagi siapa saja yang sedang mencari cara mendekatkan diri kepada Allah. Semakin tinggi pengalaman spiritual seseorang, semakin kuat pula pegangannya terhadap Al-Qur’an dan Sunnah. Istiqomah Lebih Baik Daripada Seribu Karomah Pada akhir kajiannya, Ustadz Abdul Somad menyampaikan satu kalimat yang sangat dalam. “Satu istiqomah lebih baik daripada seribu karomah.” Banyak orang kagum pada hal-hal luar biasa. Namun para ulama lebih kagum kepada orang yang istiqomah. Sebab istiqomah menunjukkan bahwa seseorang benar-benar taat kepada Allah setiap hari. Shalatnya terjaga. Akhlaknya terjaga. Ibadahnya terus berjalan meski tidak dilihat orang lain. Karena itu jika bertanya cara mendekatkan diri kepada Allah, jangan sibuk mencari amalan yang aneh atau spektakuler. Mulailah dari hal sederhana yang bisa dijaga secara konsisten. Cara Praktis Mendekatkan Diri Kepada Allah Mulai Hari Ini Berdasarkan penjelasan Ustadz Abdul Somad, berikut langkah yang bisa langsung dilakukan: Luangkan waktu belajar Al-Qur’an dan ilmu agama setiap hari. Perbaiki kualitas shalat wajib. Tambahkan satu ibadah sunnah yang mampu dijaga secara rutin. Biasakan puasa sunnah sebagai latihan jiwa. Perbanyak dzikir dan istighfar. Bersedekah secara konsisten. Jaga istiqomah meskipun amalan masih sedikit. Program sosial umat yang dijalankan oleh Baitul Maal Masjid Muslim Billionaire juga menjadi salah satu sarana bagi Muslim untuk memperbanyak amal saleh melalui sedekah, dakwah, pendidikan, dan kepedulian sosial yang berkelanjutan. Kunjungi Instagram Baitul Maal Masjid Muslim Billionaire disini : @baitulmaalmuslimbillionaire Kesimpulan Jika merujuk pada kajian Ustadz Abdul Somad, maka cara mendekatkan diri kepada Allah dapat diringkas menjadi dua jalur utama. Pertama, melalui ilmu. Kedua, melalui amal. Ilmu membuat kita mengenal Allah dengan benar. Amal membuat kita semakin dicintai Allah. Kemudian semua itu dijaga dengan istiqomah dan tetap berada dalam koridor syariat. Karena pada akhirnya,

Ini 2 Cara Mendekatkan Diri Kepada Allah Menurut Ustadz Abdul Somad Read More »

kenapa kita harus shalat

Kenapa Kita Harus Shalat? Bukan Sekadar Ritual, Tapi Kunci Solusi Kehidupan 

Suatu malam, seorang anak muda bertanya kepada gurunya. “Kalau Allah Maha Kaya dan tidak membutuhkan apapun dari kita, kenapa kita harus shalat?” Pertanyaan itu sebenarnya pernah muncul di benak banyak orang. Sebagian menganggap shalat hanya kewajiban yang harus ditunaikan agar tidak berdosa. Sebagian lagi melihatnya sebagai rutinitas harian yang terus berulang. Padahal ketika para ulama membahas fiqih dan hikmah shalat, jawabannya jauh lebih dalam dari sekadar “karena diperintah”. Jika ditanya kenapa kita harus shalat, maka jawabannya bukan hanya karena shalat adalah kewajiban. Shalat adalah hadiah dari Allah yang dirancang untuk membantu manusia menghadapi hidup. Inilah salah satu pesan yang sering disampaikan oleh Ustadz Adi Hidayat dalam berbagai kajiannya tentang fiqih shalat. Sumber : [Kajian Musawarah] Fiqh Sholat | Mengapa Kita Sholat? Hikmah Al-Fatihah Eps Akhir – Ust. Adi Hidayat Shalat Adalah Bukti Nyata Keimanan Seorang Muslim Ketika seseorang mengucapkan syahadat: “Laa ilaaha illallah” ia sedang mengakui bahwa Allah adalah satu-satunya Tuhan yang berhak disembah. Namun pengakuan itu memerlukan bukti. Kita sebagai seorang muslim harus paham serta belajar bahwa ini juga menjadi salah satu alasan kenapa kita harus shalat. Shalat menjadi pembuktian bahwa syahadat yang diucapkan bukan sekadar kata-kata. Allah SWT berfirman: “Dirikanlah shalat untuk mengingat-Ku.” (QS. Thaha: 14) Melalui shalat, seorang Muslim menunjukkan bahwa hubungannya dengan Allah bukan hanya di lisan, tetapi juga diwujudkan dalam tindakan nyata. Karena itu alasan diwajibkannya shalat bukan untuk kepentingan Allah, melainkan untuk membangun kualitas keimanan manusia itu sendiri. Kenapa Kita Harus Shalat? Karena Allah Ingin Kita Meraih Falah Dalam kajiannya, Ustadz Adi Hidayat menjelaskan bahwa salah satu tujuan besar shalat adalah mengantarkan manusia menuju Falah. Secara bahasa فلاح artinya berhasil dalam melakukan sesuatu.  Namun, Falah yang dibahas dalam kajian UAH memiliki makna yang lebih dalam. Falah bukan sekadar bahagia di dunia. Falah adalah perpaduan antara: ketenangan jiwa, kebahagiaan hati, keberhasilan hidup, dan keberkahan yang dirasakan secara menyeluruh. Banyak orang sukses secara materi tetapi hidupnya penuh kecemasan. Sebaliknya, ada yang hidup sederhana namun hatinya tenang. Islam mengajarkan bahwa kebahagiaan sejati lahir dari hubungan yang baik dengan Allah. Karena itulah ketika membahas kenapa kita harus shalat, jawabannya berkaitan erat dengan kebutuhan jiwa manusia untuk memperoleh ketenangan yang hakiki. Al-Fatihah Mengajarkan Bahwa Shalat Adalah Tempat Mencari Solusi Salah satu bagian paling menarik dalam kajian Ustadz Adi Hidayat adalah penjelasannya tentang surat Al-Fatihah. Banyak orang membaca Al-Fatihah setiap hari, tetapi belum tentu memahami maknanya. Perhatikan ayat: “Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in” Artinya: “Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan.” Ayat ini menjelaskan bahwa shalat bukan hanya tempat beribadah. Shalat juga menjadi tempat meminta bantuan kepada Allah. Karena itu kenapa kita harus shalat tidak bisa dilepaskan dari kebutuhan manusia terhadap pertolongan Allah. Saat hati sedang gelisah. Saat pekerjaan terasa berat. Saat keluarga menghadapi masalah. Saat masa depan terasa tidak pasti. Shalat menjadi ruang paling aman untuk mengadukan semuanya kepada Allah. Tidak ada biaya. Tidak ada antrean. Tidak ada batasan waktu. Baca Juga : Ada Berapa Rukun Shalat dan Apa Saja? 13, 17 atau 18 Rukun Shalat? Ihdinas Siratal Mustaqim Bukan Sekadar Meminta Petunjuk Masih dalam surat Al-Fatihah, kita membaca: “Ihdinas siratal mustaqim” Sebagian besar orang menerjemahkannya sebagai: “Tunjukilah kami jalan yang lurus.” Namun menurut penjelasan para ulama, maknanya lebih luas. Bukan hanya sekedar meminta pertolongan dari masalah hidup semata. Kita memohon solusi yang paling lurus, paling baik, dan paling selamat. Karena itulah shalat bukan sekadar aktivitas fisik. Di dalamnya terdapat dialog spiritual yang sangat mendalam. Ketika seseorang memahami makna ini, pertanyaan kenapa kita harus shalat perlahan berubah menjadi: “Bagaimana mungkin saya menjalani hidup tanpa shalat?” Empat Golongan yang Menjadi Panduan Hidup dalam Shalat Pada bagian akhir Al-Fatihah, kita memohon agar mengikuti jalan orang-orang yang diberi nikmat oleh Allah. Allah menjelaskan kelompok tersebut dalam QS. An-Nisa ayat 69. Mereka adalah: 1. Para Nabi Mereka menjadi teladan utama dalam ketaatan dan kesabaran. 2. Para Shiddiqin Orang-orang yang langsung membenarkan dan mengamalkan kebenaran. Contohnya adalah Abu Bakar Ash-Shiddiq. 3. Para Syuhada Mereka yang mengabdikan seluruh kehidupannya untuk Allah. Bukan hanya saat ibadah, tetapi juga saat bekerja dan berkarya. 4. Para Salihin Orang-orang yang menjaga akhlak, ucapan, dan perbuatannya agar selalu baik. Ketika membaca Al-Fatihah dalam shalat, kita sebenarnya sedang meminta agar hidup mengikuti jejak empat golongan mulia tersebut. Kenapa Kita Harus Shalat di Tengah Kesibukan Anak Muda? Banyak anak muda merasa waktu mereka habis untuk kuliah, pekerjaan, bisnis, atau aktivitas lainnya. Namun justru karena itulah shalat menjadi semakin dibutuhkan. Shalat membantu manusia berhenti sejenak dari hiruk-pikuk dunia. Lima kali sehari Allah mengundang hamba-Nya untuk kembali mengingat tujuan hidup. Bukan untuk mengurangi produktivitas. Sebaliknya, untuk mengembalikan fokus dan ketenangan. Sering kali masalah terasa berat bukan karena tidak ada jalan keluar, tetapi karena hati terlalu lelah untuk melihat solusi. Shalat membantu menenangkan hati agar mampu berpikir lebih jernih. Shalat dan Kepedulian Sosial Tidak Bisa Dipisahkan Menariknya, shalat yang benar tidak hanya memperbaiki hubungan dengan Allah. Shalat juga melahirkan kepedulian terhadap sesama. Orang yang rutin menjaga shalat biasanya lebih mudah tersentuh melihat kesulitan orang lain. Karena itu dalam sejarah Islam, ibadah selalu berjalan berdampingan dengan amal sosial. Semangat inilah yang terus dihidupkan melalui berbagai program pendidikan, santunan, dakwah, dan pemberdayaan umat yang dijalankan oleh Baitul Maal Masjid Muslim Billionaire. Kunjungi Baitul Maal Masjid Muslim Billionaire disini : @baitulmaalmuslimbillionaire Sebab tujuan ibadah bukan hanya memperbaiki diri sendiri, tetapi juga membawa manfaat bagi masyarakat sekitar. Kesimpulan Jika masih ada yang bertanya kenapa kita harus shalat, jawabannya jauh lebih dalam daripada sekadar kewajiban. Shalat adalah: bukti nyata keimanan, sarana mendapatkan pertolongan Allah, tempat mencari solusi kehidupan, jalan menuju falah atau kebahagiaan sejati, sekaligus sarana membentuk karakter yang lebih baik. Karena itu shalat bukan beban yang memberatkan manusia. Shalat adalah kebutuhan yang Allah berikan agar manusia mampu menjalani hidup dengan lebih tenang, lebih kuat, dan lebih dekat kepada-Nya. Kontak Media: Instagram : @masjidmuslimbillionaire Facebook : Masjid Muslim Billionaire Youtube : Masjid Muslim Billionaire Whatsapp : +628528542520

Kenapa Kita Harus Shalat? Bukan Sekadar Ritual, Tapi Kunci Solusi Kehidupan  Read More »