Suatu malam, seorang anak muda bertanya kepada gurunya.
“Kalau Allah Maha Kaya dan tidak membutuhkan apapun dari kita, kenapa kita harus shalat?”
Pertanyaan itu sebenarnya pernah muncul di benak banyak orang.
Sebagian menganggap shalat hanya kewajiban yang harus ditunaikan agar tidak berdosa. Sebagian lagi melihatnya sebagai rutinitas harian yang terus berulang.
Padahal ketika para ulama membahas fiqih dan hikmah shalat, jawabannya jauh lebih dalam dari sekadar “karena diperintah”.
Jika ditanya kenapa kita harus shalat, maka jawabannya bukan hanya karena shalat adalah kewajiban. Shalat adalah hadiah dari Allah yang dirancang untuk membantu manusia menghadapi hidup.
Inilah salah satu pesan yang sering disampaikan oleh Ustadz Adi Hidayat dalam berbagai kajiannya tentang fiqih shalat.
Sumber : [Kajian Musawarah] Fiqh Sholat | Mengapa Kita Sholat? Hikmah Al-Fatihah Eps Akhir – Ust. Adi Hidayat
Shalat Adalah Bukti Nyata Keimanan Seorang Muslim

Ketika seseorang mengucapkan syahadat:
“Laa ilaaha illallah”
ia sedang mengakui bahwa Allah adalah satu-satunya Tuhan yang berhak disembah.
Namun pengakuan itu memerlukan bukti.
Kita sebagai seorang muslim harus paham serta belajar bahwa ini juga menjadi salah satu alasan kenapa kita harus shalat.
Shalat menjadi pembuktian bahwa syahadat yang diucapkan bukan sekadar kata-kata.
Allah SWT berfirman:
“Dirikanlah shalat untuk mengingat-Ku.”
(QS. Thaha: 14)
Melalui shalat, seorang Muslim menunjukkan bahwa hubungannya dengan Allah bukan hanya di lisan, tetapi juga diwujudkan dalam tindakan nyata.
Karena itu alasan diwajibkannya shalat bukan untuk kepentingan Allah, melainkan untuk membangun kualitas keimanan manusia itu sendiri.
Kenapa Kita Harus Shalat? Karena Allah Ingin Kita Meraih Falah

Dalam kajiannya, Ustadz Adi Hidayat menjelaskan bahwa salah satu tujuan besar shalat adalah mengantarkan manusia menuju Falah.
Secara bahasa ููุงุญ artinya berhasil dalam melakukan sesuatu.ย
Namun, Falah yang dibahas dalam kajian UAH memiliki makna yang lebih dalam.
Falah bukan sekadar bahagia di dunia.
Falah adalah perpaduan antara:
- ketenangan jiwa,
- kebahagiaan hati,
- keberhasilan hidup,
- dan keberkahan yang dirasakan secara menyeluruh.
Banyak orang sukses secara materi tetapi hidupnya penuh kecemasan.
Sebaliknya, ada yang hidup sederhana namun hatinya tenang.
Islam mengajarkan bahwa kebahagiaan sejati lahir dari hubungan yang baik dengan Allah.
Karena itulah ketika membahas kenapa kita harus shalat, jawabannya berkaitan erat dengan kebutuhan jiwa manusia untuk memperoleh ketenangan yang hakiki.
Al-Fatihah Mengajarkan Bahwa Shalat Adalah Tempat Mencari Solusi
Salah satu bagian paling menarik dalam kajian Ustadz Adi Hidayat adalah penjelasannya tentang surat Al-Fatihah.
Banyak orang membaca Al-Fatihah setiap hari, tetapi belum tentu memahami maknanya.
Perhatikan ayat:
“Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in”
Artinya:
“Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan.”
Ayat ini menjelaskan bahwa shalat bukan hanya tempat beribadah.
Shalat juga menjadi tempat meminta bantuan kepada Allah.
Karena itu kenapa kita harus shalat tidak bisa dilepaskan dari kebutuhan manusia terhadap pertolongan Allah.
Saat hati sedang gelisah.
Saat pekerjaan terasa berat.
Saat keluarga menghadapi masalah.
Saat masa depan terasa tidak pasti.
Shalat menjadi ruang paling aman untuk mengadukan semuanya kepada Allah.
Tidak ada biaya.
Tidak ada antrean.
Tidak ada batasan waktu.
Baca Juga :ย Ada Berapa Rukun Shalat dan Apa Saja? 13, 17 atau 18 Rukun Shalat?
Ihdinas Siratal Mustaqim Bukan Sekadar Meminta Petunjuk
Masih dalam surat Al-Fatihah, kita membaca:
“Ihdinas siratal mustaqim”
Sebagian besar orang menerjemahkannya sebagai:
“Tunjukilah kami jalan yang lurus.”
Namun menurut penjelasan para ulama, maknanya lebih luas.
Bukan hanya sekedar meminta pertolongan dari masalah hidup semata.
Kita memohon solusi yang paling lurus, paling baik, dan paling selamat.
Karena itulah shalat bukan sekadar aktivitas fisik.
Di dalamnya terdapat dialog spiritual yang sangat mendalam.
Ketika seseorang memahami makna ini, pertanyaan kenapa kita harus shalat perlahan berubah menjadi:
“Bagaimana mungkin saya menjalani hidup tanpa shalat?”
Empat Golongan yang Menjadi Panduan Hidup dalam Shalat
Pada bagian akhir Al-Fatihah, kita memohon agar mengikuti jalan orang-orang yang diberi nikmat oleh Allah.
Allah menjelaskan kelompok tersebut dalam QS. An-Nisa ayat 69.
Mereka adalah:
1. Para Nabi
Mereka menjadi teladan utama dalam ketaatan dan kesabaran.
2. Para Shiddiqin
Orang-orang yang langsung membenarkan dan mengamalkan kebenaran.
Contohnya adalah Abu Bakar Ash-Shiddiq.
3. Para Syuhada
Mereka yang mengabdikan seluruh kehidupannya untuk Allah.
Bukan hanya saat ibadah, tetapi juga saat bekerja dan berkarya.
4. Para Salihin
Orang-orang yang menjaga akhlak, ucapan, dan perbuatannya agar selalu baik.
Ketika membaca Al-Fatihah dalam shalat, kita sebenarnya sedang meminta agar hidup mengikuti jejak empat golongan mulia tersebut.
Kenapa Kita Harus Shalat di Tengah Kesibukan Anak Muda?
Banyak anak muda merasa waktu mereka habis untuk kuliah, pekerjaan, bisnis, atau aktivitas lainnya.
Namun justru karena itulah shalat menjadi semakin dibutuhkan.
Shalat membantu manusia berhenti sejenak dari hiruk-pikuk dunia.
Lima kali sehari Allah mengundang hamba-Nya untuk kembali mengingat tujuan hidup.
Bukan untuk mengurangi produktivitas.
Sebaliknya, untuk mengembalikan fokus dan ketenangan.
Sering kali masalah terasa berat bukan karena tidak ada jalan keluar, tetapi karena hati terlalu lelah untuk melihat solusi.
Shalat membantu menenangkan hati agar mampu berpikir lebih jernih.
Shalat dan Kepedulian Sosial Tidak Bisa Dipisahkan

Menariknya, shalat yang benar tidak hanya memperbaiki hubungan dengan Allah.
Shalat juga melahirkan kepedulian terhadap sesama.
Orang yang rutin menjaga shalat biasanya lebih mudah tersentuh melihat kesulitan orang lain.
Karena itu dalam sejarah Islam, ibadah selalu berjalan berdampingan dengan amal sosial.
Semangat inilah yang terus dihidupkan melalui berbagai program pendidikan, santunan, dakwah, dan pemberdayaan umat yang dijalankan oleh Baitul Maal Masjid Muslim Billionaire.
Kunjungi Baitul Maal Masjid Muslim Billionaire disini : @baitulmaalmuslimbillionaire
Sebab tujuan ibadah bukan hanya memperbaiki diri sendiri, tetapi juga membawa manfaat bagi masyarakat sekitar.
Kesimpulan
Jika masih ada yang bertanya kenapa kita harus shalat, jawabannya jauh lebih dalam daripada sekadar kewajiban.
Shalat adalah:
- bukti nyata keimanan,
- sarana mendapatkan pertolongan Allah,
- tempat mencari solusi kehidupan,
- jalan menuju falah atau kebahagiaan sejati,
- sekaligus sarana membentuk karakter yang lebih baik.
Karena itu shalat bukan beban yang memberatkan manusia.
Shalat adalah kebutuhan yang Allah berikan agar manusia mampu menjalani hidup dengan lebih tenang, lebih kuat, dan lebih dekat kepada-Nya.
Kontak Media:
Instagram :ย @masjidmuslimbillionaire
Facebook :ย Masjid Muslim Billionaire
Youtube :ย Masjid Muslim Billionaire
Whatsapp :ย +628528542520





