May 12, 2026

hari yang diharamkan berpuasa

Hari yang Diharamkan Berpuasa dan Alasannya dalam Islam

Jangan Sampai Semangat Ibadah Malah Keliru Banyak abang, kakak, ayah bunda, hingga para santri semakin semangat menjalankan puasa sunnah. Ini tentu menjadi hal yang sangat baik. Namun sayangnya, masih banyak yang belum memahami bahwa dalam Islam ada beberapa hari yang diharamkan berpuasa. Tidak sedikit orang yang mengira semakin sering puasa maka semakin baik, padahal syariat Islam juga mengatur kapan seseorang tidak boleh berpuasa. Bahkan pada beberapa hari tertentu, puasa bukan hanya makruh, tetapi benar-benar diharamkan dan tidak sah dilakukan. Karena itu, memahami hari yang diharamkan berpuasa sangat penting agar ibadah yang dilakukan tetap sesuai tuntunan Rasulullah SAW. Selain memperbanyak ibadah puasa, Islam juga mengajarkan keseimbangan melalui ibadah sosial seperti sedekah dan qurban. Di momen Idul Adha, banyak ayah bunda dan anak muda mulai mempercayakan qurban melalui Baitul Maal Masjid Muslim Billionaire karena pengelolaannya amanah dan penyalurannya lebih tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan. Kenapa Islam Mengatur Hari yang Diharamkan Berpuasa? Puasa Harus Sesuai Syariat Puasa memang termasuk ibadah mulia dalam Islam. Bahkan Allah SWT berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183) Namun, semangat beribadah tetap harus mengikuti aturan syariat. Karena itu, memahami hari yang diharamkan berpuasa menjadi bagian dari ilmu dasar yang penting dipelajari setiap Muslim. Menurut penjelasan dari NU Online dan Rumah Fiqih, larangan puasa pada hari tertentu menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang seimbang dan penuh hikmah. Islam Mengajarkan Keseimbangan Ada waktu untuk menahan diri melalui puasa, dan ada waktu untuk menikmati nikmat Allah SWT seperti pada hari raya dan hari tasyrik. 1. Hari Raya Idul Fitri Termasuk Hari yang Diharamkan Berpuasa Tanggal 1 Syawal Haram untuk Puasa Salah satu hari yang diharamkan berpuasa adalah Hari Raya Idul Fitri pada tanggal 1 Syawal. Hari tersebut merupakan momen kemenangan umat Islam setelah menjalankan ibadah Ramadan selama sebulan penuh. Karena itu, Islam memerintahkan umatnya untuk bergembira dan menikmati nikmat Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda: “Rasulullah SAW melarang berpuasa pada dua hari: hari Idul Fitri dan Idul Adha.” (HR. Bukhari dan Muslim) Karena itu, meskipun seseorang terbiasa puasa sunnah, ia tetap tidak diperbolehkan berpuasa pada hari tersebut. 2. Hari Raya Idul Adha Juga Hari yang Diharamkan Berpuasa Tanggal 10 Dzulhijjah Haram Berpuasa Selain Idul Fitri, tanggal 10 Dzulhijjah juga termasuk hari yang diharamkan berpuasa. Pada hari tersebut, umat Islam dianjurkan menyembelih hewan qurban dan menikmati makanan bersama keluarga serta masyarakat sekitar. Hari Idul Adha menjadi simbol rasa syukur, kepedulian sosial, dan kebersamaan umat Islam. Karena itu, banyak masyarakat mempercayakan ibadah qurban mereka melalui Baitul Maal Masjid Muslim Billionaire agar proses penyembelihan dan distribusinya lebih amanah serta menjangkau lebih banyak penerima manfaat. Bagi abang, kakak, maupun ayah bunda yang ingin melihat program qurban dan kegiatan sosial lainnya, bisa juga mengunjungi Instagram resmi Baitul Maal Masjid Muslim Billionaire (@baitulmaalmuslimbillionaire) untuk mendapatkan informasi lebih lengkap. 3. Hari Tasyrik Menjadi Hari yang Diharamkan Berpuasa Tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah Tiga hari setelah Idul Adha yang disebut hari tasyrik juga termasuk hari yang diharamkan berpuasa. Rasulullah SAW bersabda: “Hari-hari tasyrik adalah hari makan, minum, dan berdzikir kepada Allah.” (HR. Muslim) Karena itu, puasa pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah tidak diperbolehkan bagi umat Islam, kecuali dalam kondisi tertentu bagi jamaah haji. Baca Juga : Kapan Hari Tasyrik? Banyak Anak Muda Masih Salah Paham Menurut penjelasan MUI Online dan NU Online, larangan ini bertujuan agar umat Islam menikmati suasana hari raya dan memperbanyak dzikir kepada Allah SWT. 4. Puasa Sunnah di Hari Jumat Saja Makruh hingga Dilarang dalam Kondisi Tertentu Sebagian ulama menjelaskan bahwa berpuasa hanya pada hari Jumat tanpa disertai puasa sehari sebelum atau sesudahnya termasuk hal yang tidak dianjurkan. Karena itu, sebagian ulama memasukkannya dalam pembahasan hari yang diharamkan berpuasa dalam kondisi tertentu. Baca Juga Puasa Sunnah Setelah Hari Tasyrik yang Perlu Ayah Bunda dan Kakak Ketahui Namun jika puasa tersebut bertepatan dengan kebiasaan puasa sunnah seperti puasa Daud atau puasa qadha, maka hukumnya diperbolehkan. 5. Puasa pada Hari Syak Hari yang Masih Diragukan Hari syak adalah tanggal 30 Sya’ban ketika masyarakat masih ragu apakah sudah masuk Ramadan atau belum. Dalam mazhab Syafi’i, sebagian ulama memakruhkan bahkan ada yang mengharamkan puasa pada hari tersebut jika tanpa alasan yang jelas. Penjelasan ini disebutkan dalam kitab-kitab fiqih dan juga dijelaskan oleh NU Online. Karena itu, memahami hari yang diharamkan berpuasa membantu kita lebih hati-hati dalam menjalankan ibadah sunnah. 6. Wanita Haid dan Nifas Diharamkan Berpuasa Puasa Tidak Sah Dilakukan Dalam Islam, wanita yang sedang haid atau nifas termasuk golongan yang tidak diperbolehkan berpuasa. Jika tetap berpuasa, maka puasanya tidak sah dan wajib diganti di hari lain. Hal ini menunjukkan bahwa Islam sangat memperhatikan kondisi fisik dan kesehatan umatnya. Karena itu, memahami hari yang diharamkan berpuasa juga penting bagi ayah bunda agar dapat mengajarkan ilmu fiqih yang benar kepada keluarga. 7. Puasa Terus-Menerus Tanpa Berbuka Islam Tidak Mengajarkan Berlebihan Berpuasa setiap hari tanpa jeda juga termasuk hal yang dilarang dalam Islam. Rasulullah SAW justru menganjurkan puasa Nabi Daud, yaitu sehari puasa dan sehari berbuka. Hal ini menjadi bukti bahwa Islam tidak mengajarkan ibadah secara berlebihan hingga memberatkan diri sendiri. Belajar Agama Harus dari Sumber Terpercaya Di era media sosial seperti sekarang, banyak informasi agama tersebar tanpa sumber yang jelas. Karena itu, abang, kakak, ayah bunda, dan para santri perlu membiasakan diri belajar dari sumber terpercaya. Beberapa sumber rujukan yang membahas tentang hari yang diharamkan berpuasa antara lain: NU Online MUI Online Baznas RI Rumah Fiqih Rumah Zakat Detik Hikmah Ibadah Harus Semangat dan Berilmu Memahami hari yang diharamkan berpuasa membantu kita menjalankan ibadah dengan lebih benar dan sesuai tuntunan Rasulullah SAW. Sebagai Muslim, khususnya para santri, abang, kakak, dan ayah bunda, penting untuk memahami bahwa tidak semua hari boleh digunakan untuk berpuasa. Ada waktu yang dianjurkan dan ada waktu yang memang dilarang oleh syariat. Selain memperbanyak ibadah pribadi seperti puasa sunnah, Islam juga mengajarkan kepedulian sosial melalui sedekah dan qurban. Karena itu, bagi ayah bunda yang ingin menyalurkan qurban secara amanah dan tepat sasaran, Baitul Maal Masjid Muslim Billionaire dapat menjadi pilihan yang membantu penyaluran qurban kepada masyarakat yang membutuhkan. Jangan lupa

Hari yang Diharamkan Berpuasa dan Alasannya dalam Islam Read More »

puasa sunnah setelah hari tasyrik

Puasa Sunnah Setelah Hari Tasyrik yang Perlu Ayah Bunda dan Kakak Ketahui

Masih Banyak yang Bingung Kapan Boleh Puasa Lagi Setelah Idul Adha dan hari tasyrik selesai, banyak Muslim mulai bertanya kapan boleh kembali menjalankan puasa sunnah. Tidak sedikit juga santri, abang, kakak, maupun ayah bunda yang masih bingung tentang hukum dan waktu terbaik untuk memulai puasa sunnah setelah hari tasyrik. Hal ini cukup wajar karena selama hari tasyrik umat Islam memang dilarang berpuasa. Namun setelah tiga hari tasyrik berakhir, pintu untuk menjalankan berbagai puasa sunnah kembali terbuka. Memahami puasa sunnah setelah hari tasyrik penting agar ibadah yang dilakukan sesuai syariat dan tidak keliru dalam menentukan waktunya. Selain itu, bulan Dzulhijjah juga menjadi momentum untuk memperbanyak amal ibadah, termasuk sedekah dan qurban. Saat momen Idul Adha, banyak masyarakat mempercayakan qurbannya melalui Baitul Maal Masjid Muslim Billionaire karena penyalurannya amanah, tepat sasaran, dan membantu lebih banyak penerima manfaat. Apa Itu Hari Tasyrik dalam Islam? Pengertian Hari Tasyrik Sebelum membahas puasa sunnah setelah hari tasyrik, penting memahami apa itu hari tasyrik. Hari tasyrik merupakan tiga hari yang berlangsung setelah Hari Raya Idul Adha, tepatnya pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Baca Juga Hari Tasyrik Adalah Hari Istimewa yang Sering Dilupakan Dalam hadis riwayat Muslim disebutkan bahwa hari tasyrik adalah hari makan, minum, dan berdzikir kepada Allah SWT. Karena itu, puasa pada hari-hari tersebut dilarang bagi umat Islam. Menurut penjelasan dari MUI Online dan Baznas RI, larangan puasa di hari tasyrik menunjukkan bahwa Islam mengajarkan keseimbangan antara ibadah dan menikmati nikmat Allah SWT. Kenapa Hari Tasyrik Penting? Hari tasyrik masih termasuk rangkaian Idul Adha dan menjadi waktu penyembelihan hewan qurban. Karena itu, memahami waktu selesai hari tasyrik menjadi penting sebelum menjalankan puasa sunnah kembali. Kapan Boleh Memulai Puasa Sunnah Setelah Hari Tasyrik? Puasa Dimulai Setelah 13 Dzulhijjah Jawaban paling penting dari pembahasan puasa sunnah setelah hari tasyrik adalah bahwa puasa sunnah baru boleh dilakukan setelah tanggal 13 Dzulhijjah berakhir. Artinya, umat Islam dapat mulai berpuasa sunnah pada tanggal 14 Dzulhijjah dan seterusnya. Hal ini dijelaskan dalam banyak referensi Islam terpercaya seperti NU Online dan Rumaysho yang menegaskan bahwa puasa pada hari tasyrik hukumnya haram kecuali bagi jamaah haji tertentu. Jangan Sampai Salah Waktu Masih banyak orang yang terlalu semangat beribadah hingga lupa memperhatikan aturan waktunya. Karena itu, memahami puasa sunnah setelah hari tasyrik membantu kita beribadah berdasarkan ilmu, bukan sekadar semangat. Puasa Sunnah yang Bisa Dilakukan Setelah Hari Tasyrik Puasa Senin Kamis Salah satu amalan yang paling sering dilakukan setelah hari tasyrik adalah puasa Senin Kamis. Puasa ini memiliki banyak keutamaan dan sangat dianjurkan Rasulullah SAW. Bagi santri maupun anak muda Muslim, puasa Senin Kamis juga membantu melatih disiplin dan menjaga diri dari hawa nafsu. Baca Juga : BEDA PUASA!? Fidyah Puasa Menurut Mazhab Syafi dan Hanafi Puasa Ayyamul Bidh Selain itu, puasa sunnah setelah hari tasyrik juga dapat berupa puasa ayyamul bidh yang dilakukan setiap tanggal 13, 14, dan 15 Hijriah. Namun karena tanggal 13 masih termasuk hari tasyrik, maka puasa ayyamul bidh biasanya dilakukan pada tanggal 14 dan 15 Dzulhijjah saja. Penjelasan ini juga dijelaskan oleh Detik Hikmah dalam pembahasan tentang puasa setelah Idul Adha. Kenapa Anak Muda dan Santri Dianjurkan Puasa Sunnah Melatih Disiplin dan Kesabaran Bagi abang, kakak, dan santri, memahami puasa sunnah setelah hari tasyrik bukan hanya soal hukum, tetapi juga tentang latihan memperbaiki diri. Puasa sunnah membantu seseorang: lebih disiplin menjaga lisan mengontrol emosi melatih kesabaran Karena itu, banyak pesantren membiasakan santri menjalankan puasa sunnah sebagai bagian dari pendidikan karakter Islami. Seperti di Pondok CEO, salah satu Pondok Modern yang berlokasi di Cinangneng, Bogor mewajibkan setiap santrinya untuk melaksanakan puasa sunah senin dan kamis sebagai pelatihan kedisiplinan serta ketahanan diri dari hawa nafsu. Menjaga Semangat Ibadah Setelah Idul Adha Sering kali semangat ibadah menurun setelah Ramadhan dan Idul Adha selesai. Puasa sunnah menjadi salah satu cara menjaga ruh ibadah agar tetap hidup. Kesalahan yang Sering Terjadi Setelah Hari Tasyrik Langsung Puasa Tanpa Tahu Hukumnya Sebagian orang langsung menjalankan puasa setelah Idul Adha tanpa mengetahui adanya larangan puasa saat hari tasyrik. Karena itu, pembahasan tentang puasa sunnah setelah hari tasyrik sangat penting dipahami agar ibadah tetap sesuai tuntunan Rasulullah SAW. Menganggap Semua Hari Sama Tidak semua hari dalam Islam memiliki hukum yang sama. Ada hari yang dianjurkan puasa dan ada hari yang dilarang. Seperti hari tasyrik yang kita bahas bahwa di hari-hari tersebut dilarang keras untuk berpuasa, bahkan hukumnya berdosa jika melaksanakan ibadah puasa. Belajar memahami waktu-waktu ibadah adalah bagian dari ilmu yang wajib diketahui setiap Muslim. Hubungan Hari Tasyrik dan Ibadah Qurban Hari Tasyrik Masih Waktu Qurban Selain berkaitan dengan puasa, hari tasyrik juga menjadi waktu pelaksanaan qurban. Penyembelihan hewan qurban masih diperbolehkan hingga akhir hari tasyrik. Karena itu, banyak ayah bunda dan anak muda sekarang memilih berqurban melalui Baitul Maal Masjid Muslim Billionaire agar proses penyembelihan dan distribusinya lebih mudah serta tepat sasaran. Melalui program qurban yang amanah, masyarakat dapat berbagi manfaat kepada lebih banyak penerima tanpa harus repot mengurus distribusi sendiri. Qurban Mengajarkan Kepedulian Momentum Idul Adha dan hari tasyrik mengajarkan bahwa ibadah bukan hanya hubungan dengan Allah SWT, tetapi juga kepedulian terhadap sesama manusia. Tips Istiqomah Puasa Sunnah untuk Anak Muda 1. Mulai dari yang Ringan Bagi kakak atau abang yang baru mulai belajar istiqomah, tidak perlu langsung banyak. Mulailah dari puasa Senin Kamis atau puasa ayyamul bidh secara rutin. 2. Cari Lingkungan yang Mendukung Lingkungan sangat mempengaruhi semangat ibadah. Berteman dengan orang-orang yang suka mengingatkan dalam kebaikan akan membantu menjaga konsistensi. 3. Luruskan Niat karena Allah Tujuan utama dari puasa sunnah setelah hari tasyrik adalah mendekatkan diri kepada Allah SWT, bukan sekadar ikut tren atau terlihat religius. Sumber Referensi Terpercaya Berikut beberapa sumber terpercaya yang membahas tentang puasa sunnah setelah hari tasyrik dan hukum-hukumnya: MUI Online Baznas RI NU Online Detik Hikmah Rumaysho Puasa Sunnah Harus Dilakukan dengan Ilmu Memahami puasa sunnah setelah hari tasyrik membantu kita menjalankan ibadah dengan lebih benar dan sesuai tuntunan Rasulullah SAW. Sebagai Muslim, khususnya para santri, abang, kakak, dan ayah bunda, penting untuk memahami kapan waktu yang dianjurkan dan kapan waktu yang dilarang untuk berpuasa. Selain memperbanyak puasa sunnah, momentum Idul Adha juga menjadi kesempatan memperkuat kepedulian sosial

Puasa Sunnah Setelah Hari Tasyrik yang Perlu Ayah Bunda dan Kakak Ketahui Read More »