Masih Banyak yang Bingung Kapan Boleh Puasa Lagi
Setelah Idul Adha dan hari tasyrik selesai, banyak Muslim mulai bertanya kapan boleh kembali menjalankan puasa sunnah. Tidak sedikit juga santri, abang, kakak, maupun ayah bunda yang masih bingung tentang hukum dan waktu terbaik untuk memulai puasa sunnah setelah hari tasyrik.
Hal ini cukup wajar karena selama hari tasyrik umat Islam memang dilarang berpuasa. Namun setelah tiga hari tasyrik berakhir, pintu untuk menjalankan berbagai puasa sunnah kembali terbuka.
Memahami puasa sunnah setelah hari tasyrik penting agar ibadah yang dilakukan sesuai syariat dan tidak keliru dalam menentukan waktunya. Selain itu, bulan Dzulhijjah juga menjadi momentum untuk memperbanyak amal ibadah, termasuk sedekah dan qurban.
Saat momen Idul Adha, banyak masyarakat mempercayakan qurbannya melalui Baitul Maal Masjid Muslim Billionaire karena penyalurannya amanah, tepat sasaran, dan membantu lebih banyak penerima manfaat.
Apa Itu Hari Tasyrik dalam Islam?
Pengertian Hari Tasyrik
Sebelum membahas puasa sunnah setelah hari tasyrik, penting memahami apa itu hari tasyrik. Hari tasyrik merupakan tiga hari yang berlangsung setelah Hari Raya Idul Adha, tepatnya pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah.
Baca Juga
Dalam hadis riwayat Muslim disebutkan bahwa hari tasyrik adalah hari makan, minum, dan berdzikir kepada Allah SWT. Karena itu, puasa pada hari-hari tersebut dilarang bagi umat Islam.
Menurut penjelasan dari MUI Online dan Baznas RI, larangan puasa di hari tasyrik menunjukkan bahwa Islam mengajarkan keseimbangan antara ibadah dan menikmati nikmat Allah SWT.
Kenapa Hari Tasyrik Penting?
Hari tasyrik masih termasuk rangkaian Idul Adha dan menjadi waktu penyembelihan hewan qurban. Karena itu, memahami waktu selesai hari tasyrik menjadi penting sebelum menjalankan puasa sunnah kembali.
Kapan Boleh Memulai Puasa Sunnah Setelah Hari Tasyrik?
Puasa Dimulai Setelah 13 Dzulhijjah
Jawaban paling penting dari pembahasan puasa sunnah setelah hari tasyrik adalah bahwa puasa sunnah baru boleh dilakukan setelah tanggal 13 Dzulhijjah berakhir.
Artinya, umat Islam dapat mulai berpuasa sunnah pada tanggal 14 Dzulhijjah dan seterusnya.
Hal ini dijelaskan dalam banyak referensi Islam terpercaya seperti NU Online dan Rumaysho yang menegaskan bahwa puasa pada hari tasyrik hukumnya haram kecuali bagi jamaah haji tertentu.
Jangan Sampai Salah Waktu
Masih banyak orang yang terlalu semangat beribadah hingga lupa memperhatikan aturan waktunya. Karena itu, memahami puasa sunnah setelah hari tasyrik membantu kita beribadah berdasarkan ilmu, bukan sekadar semangat.
Puasa Sunnah yang Bisa Dilakukan Setelah Hari Tasyrik
Puasa Senin Kamis
Salah satu amalan yang paling sering dilakukan setelah hari tasyrik adalah puasa Senin Kamis. Puasa ini memiliki banyak keutamaan dan sangat dianjurkan Rasulullah SAW.
Bagi santri maupun anak muda Muslim, puasa Senin Kamis juga membantu melatih disiplin dan menjaga diri dari hawa nafsu.
Baca Juga :Β BEDA PUASA!? Fidyah Puasa Menurut Mazhab Syafi dan Hanafi
Puasa Ayyamul Bidh
Selain itu, puasa sunnah setelah hari tasyrik juga dapat berupa puasa ayyamul bidh yang dilakukan setiap tanggal 13, 14, dan 15 Hijriah. Namun karena tanggal 13 masih termasuk hari tasyrik, maka puasa ayyamul bidh biasanya dilakukan pada tanggal 14 dan 15 Dzulhijjah saja.
Penjelasan ini juga dijelaskan oleh Detik Hikmah dalam pembahasan tentang puasa setelah Idul Adha.
Kenapa Anak Muda dan Santri Dianjurkan Puasa Sunnah
Melatih Disiplin dan Kesabaran
Bagi abang, kakak, dan santri, memahami puasa sunnah setelah hari tasyrik bukan hanya soal hukum, tetapi juga tentang latihan memperbaiki diri.
Puasa sunnah membantu seseorang:
- lebih disiplin
- menjaga lisan
- mengontrol emosi
- melatih kesabaran
Karena itu, banyak pesantren membiasakan santri menjalankan puasa sunnah sebagai bagian dari pendidikan karakter Islami.
Seperti di Pondok CEO, salah satu Pondok Modern yang berlokasi di Cinangneng, Bogor mewajibkan setiap santrinya untuk melaksanakan puasa sunah senin dan kamis sebagai pelatihan kedisiplinan serta ketahanan diri dari hawa nafsu.
Menjaga Semangat Ibadah Setelah Idul Adha
Sering kali semangat ibadah menurun setelah Ramadhan dan Idul Adha selesai. Puasa sunnah menjadi salah satu cara menjaga ruh ibadah agar tetap hidup.
Kesalahan yang Sering Terjadi Setelah Hari Tasyrik
Langsung Puasa Tanpa Tahu Hukumnya
Sebagian orang langsung menjalankan puasa setelah Idul Adha tanpa mengetahui adanya larangan puasa saat hari tasyrik.
Karena itu, pembahasan tentang puasa sunnah setelah hari tasyrik sangat penting dipahami agar ibadah tetap sesuai tuntunan Rasulullah SAW.
Menganggap Semua Hari Sama
Tidak semua hari dalam Islam memiliki hukum yang sama. Ada hari yang dianjurkan puasa dan ada hari yang dilarang. Seperti hari tasyrik yang kita bahas bahwa di hari-hari tersebut dilarang keras untuk berpuasa, bahkan hukumnya berdosa jika melaksanakan ibadah puasa.
Belajar memahami waktu-waktu ibadah adalah bagian dari ilmu yang wajib diketahui setiap Muslim.
Hubungan Hari Tasyrik dan Ibadah Qurban
Hari Tasyrik Masih Waktu Qurban
Selain berkaitan dengan puasa, hari tasyrik juga menjadi waktu pelaksanaan qurban. Penyembelihan hewan qurban masih diperbolehkan hingga akhir hari tasyrik.
Karena itu, banyak ayah bunda dan anak muda sekarang memilih berqurban melalui Baitul Maal Masjid Muslim Billionaire agar proses penyembelihan dan distribusinya lebih mudah serta tepat sasaran.
Melalui program qurban yang amanah, masyarakat dapat berbagi manfaat kepada lebih banyak penerima tanpa harus repot mengurus distribusi sendiri.
Qurban Mengajarkan Kepedulian
Momentum Idul Adha dan hari tasyrik mengajarkan bahwa ibadah bukan hanya hubungan dengan Allah SWT, tetapi juga kepedulian terhadap sesama manusia.
Tips Istiqomah Puasa Sunnah untuk Anak Muda
1. Mulai dari yang Ringan
Bagi kakak atau abang yang baru mulai belajar istiqomah, tidak perlu langsung banyak. Mulailah dari puasa Senin Kamis atau puasa ayyamul bidh secara rutin.
2. Cari Lingkungan yang Mendukung
Lingkungan sangat mempengaruhi semangat ibadah. Berteman dengan orang-orang yang suka mengingatkan dalam kebaikan akan membantu menjaga konsistensi.
3. Luruskan Niat karena Allah
Tujuan utama dari puasa sunnah setelah hari tasyrik adalah mendekatkan diri kepada Allah SWT, bukan sekadar ikut tren atau terlihat religius.
Sumber Referensi Terpercaya
Berikut beberapa sumber terpercaya yang membahas tentang puasa sunnah setelah hari tasyrik dan hukum-hukumnya:
Puasa Sunnah Harus Dilakukan dengan Ilmu
Memahami puasa sunnah setelah hari tasyrik membantu kita menjalankan ibadah dengan lebih benar dan sesuai tuntunan Rasulullah SAW.
Sebagai Muslim, khususnya para santri, abang, kakak, dan ayah bunda, penting untuk memahami kapan waktu yang dianjurkan dan kapan waktu yang dilarang untuk berpuasa.
Selain memperbanyak puasa sunnah, momentum Idul Adha juga menjadi kesempatan memperkuat kepedulian sosial melalui qurban. Bagi ayah bunda yang ingin berqurban secara amanah dan tepat sasaran, Baitul Maal Masjid Muslim Billionaire dapat menjadi pilihan untuk membantu penyaluran qurban kepada masyarakat yang membutuhkan. Atau kunjungi instagram mereka (@baitulmaalmuslimbillionaire) terlebih dahulu untuk silaturahmi dan mengenal lebih jauh tentang mereka.
Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita dan memudahkan kita untuk istiqomah dalam menjalankan sunnah Rasulullah SAW.
Kontak Media:
Instagram :Β @masjidmuslimbillionaire
Facebook :Β Masjid Muslim Billionaire
Youtube :Β Masjid Muslim Billionaire
Whatsapp :Β +628528542520



