Banyak pengusaha menghadapi kondisi usaha yang naik turun. Namun, zakat tetap menjadi kewajiban yang tidak boleh ditinggalkan. Di Baitul Maal, kami memberikan panduan praktis agar pelaku usaha bisa tetap tahu cara hitung zakat perdagangan, meskipun pendapatan tidak stabil. Lebih dari itu, Ramadan juga menjadi momentum terbaik untuk memperbanyak sedekah.
Menghitung Zakat Perdagangan yang Tidak Stabil
- Hitung Total Aset Dagang
→ Persediaan barang dagangan, kas, piutang yang bisa ditagih.
- Kurangi Kewajiban
→ Hutang dagang yang jatuh tempo dalam periode zakat.
- Bandingkan dengan Nisab
→ Jika nilai bersih ≥ setara 85 gram emas, wajib zakat.
- Keluarkan 2,5%
→ dari total nilai bersih harta dagang.
Meskipun keuntungan fluktuatif, perhitungan zakat tetap berlaku berdasarkan nilai aset, bukan sekadar laba.
Sedekah di Bulan Ramadan Pahalanya Seperti Apa?
Bulan Ramadan menjadi kesempatan emas untuk bersedekah dengan pahala berlipat ganda:
- Seperti Bersedekah dengan 700 Kali Lipat → Berdasarkan QS. Al-Baqarah: 261.
- Dicatat Seperti Memberi Makan Rasulullah SAW → Hadis menyebut orang yang memberi makan berbuka akan mendapat pahala orang yang berpuasa.
- Waktu Paling Mustajab → Pahala berlipat ganda, terutama di 10 malam terakhir.
Baca Juga : Ternyata Sedekah Gula ke Semut Pun Dicatat Allah!
Program sedekah Ramadhan di Baitul Maal menjadi salah satu sarana untuk meraih pahala berlipat ini.
Bagaimana Zakat Bayi yang Baru Lahir pada Akhir Ramadhan?
Bayi yang baru lahir di akhir Ramadhan tidak wajib zakat fitrah karena belum melewati terbenamnya matahari di malam Idul Fitri. Namun, orang tua tetap bisa bersedekah sebagai bentuk syukur atas kelahirannya, misalnya melalui aqiqah atau sedekah sunnah di Baitul Maal.
👉 Jangan lewatkan peluang emas di bulan suci. Mari salurkan zakat dan sedekah Ramadhan bersama Baitul Maal Masjid Muslim Billionaire. Follow & DM IG @baitulmaalmb untuk berdonasi sekarang.
→ Persediaan barang dagangan, kas, piutang yang bisa ditagih.
→ Jika nilai bersih ≥ setara 85 gram emas, wajib zakat.