MEDIA PRESS, BOGOR 26 MEI 2025 – Masih dini hari ketika lantunan doa mulai menggema di Masjid Muslim Billionaire. Pukul 02.30, para marbot yang terdiri dari santri Spartan dan Avangers sudah bangun, mandi, dan mengambil wudhu. Mereka tidak sedang mengejar ujian, bukan pula lembur pekerjaan. Tapi mengejar kebiasaan baik yang sudah menjadi rutinitas sehari-hari yaitu shalat tahajud, subuh berjamaah, lalu duduk bersila dalam kajian.
Di tempat lain, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sedang menjadi bahan perbincangan. Pernyataannya soal pentingnya membangunkan anak muda sejak subuh untuk shalat dan mengaji menuai pro dan kontra. “Di mana letak salahnya membangunkan anak jam empat pagi, apa pelanggarannya?” kata Kang Dedi, menanggapi kritik yang menyebutnya terlalu keras.
Baca Juga : MB Box: Makan Bersama di Hari Jum’at, Menebar Keberkahan dalam Kesederhanaan
Di Masjid Billionaire, pernyataan itu tidak butuh pembelaan, karena gagasan Kang Dedi Mulyadi sudah lama diterapkan. Disiplin spiritual bukan dipaksakan, tapi diwariskan. Santri bangun bukan karena takut dihukum, melainkan karena sadar bahwa ketekunan tidak dibentuk di siang hari. Ia lahir dari sunyi, pada waktu dunia masih tertidur. [Redaksi]
𝑩𝒆𝒓𝒊𝒕𝒂 𝒊𝒏𝒊 𝑫𝒊𝒑𝒖𝒃𝒍𝒊𝒌𝒂𝒔𝒊𝒌𝒂𝒏 𝒐𝒍𝒆𝒉 𝑴𝒆𝒅𝒊𝒂 𝑷𝒓𝒆𝒔𝒔 𝑴𝒂𝒔𝒋𝒊𝒅 𝑴𝒖𝒔𝒍𝒊𝒎 𝑩𝒊𝒍𝒍𝒊𝒐𝒏𝒂𝒊𝒓𝒆, 𝑭𝒐𝒍𝒍𝒐𝒘 𝑯𝒂𝒍𝒂𝒎𝒂𝒏 𝑲𝒂𝒎𝒊 𝒖𝒏𝒕𝒖𝒌 𝑰𝒏𝒇𝒐 𝑻𝒆𝒓𝒃𝒂𝒓𝒖!
Kontak Media
WA: https://wa.me/6281225757951
Email: mediapress112@gmail.com
Kompasiana: MediaPressMMB Kompasiana
FB: Media Press Masjid Muslim Billionaire
IG: @MediaPressOfficial_MMB
LinkedIn: MediaPressMMB
Website: www.MasjidMuslimBillionaire.com