June 4, 2026

keutamaan sedekah di bulan muharram

7 Keutamaan Sedekah di Bulan Muharram yang Sayang Dilewatkan

Muharram Bukan Hanya Tentang Puasa, Tapi Juga Tentang Berbagi Ketika mendengar bulan Muharram, kebanyakan orang langsung teringat puasa Asyura atau tahun baru Hijriyah. Padahal ada amalan lain yang tidak kalah menarik untuk diperbanyak, yaitu sedekah. Bahkan banyak ulama menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak amal sosial selama bulan-bulan mulia, termasuk Muharram. Karena itu tidak sedikit anak muda yang mulai mencari tahu tentang keutamaan sedekah di bulan Muharram sebelum memutuskan untuk ikut program donasi, santunan yatim, atau membantu masyarakat yang membutuhkan. Pertanyaannya, apa sebenarnya keutamaan sedekah di bulan Muharram? Dalil Sedekah di Bulan Muharram Sebelum membahas lebih jauh tentang keutamaan sedekah di bulan Muharram, ada satu hal yang perlu dipahami. Tidak ada hadits shahih yang secara khusus menyebut angka pahala tertentu bagi orang yang bersedekah hanya karena dilakukan di bulan Muharram. Namun ada banyak dalil umum yang menganjurkan sedekah dan amal saleh. Allah SWT berfirman: “Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap bulir seratus biji.” (QS. Al-Baqarah: 261) Karena Muharram termasuk bulan yang dimuliakan Allah SWT, maka memperbanyak sedekah pada bulan tersebut termasuk bagian dari memperbanyak amal saleh di waktu yang mulia. Inilah dasar mengapa para ulama sering mendorong umat Islam meningkatkan sedekah saat Muharram. 1. Mendapatkan Pahala Amal Saleh di Bulan Mulia Salah satu keutamaan sedekah di bulan Muharram adalah kesempatan melakukan amal saleh pada bulan yang dimuliakan Allah SWT. Muharram termasuk salah satu dari empat bulan haram yang disebut dalam Al-Qur’an. Karena kemuliaan waktunya, banyak ulama menjelaskan bahwa amal kebaikan yang dilakukan pada bulan ini memiliki nilai yang sangat besar di sisi Allah. Baca Juga : Apakah Boleh Sedekah Online Menurut Islam? Ini Hukumnya Meskipun tidak ada angka khusus terkait pahala sedekah di bulan Muharram, para ulama sepakat bahwa memanfaatkan waktu-waktu mulia untuk beramal merupakan bentuk kecerdasan seorang Muslim. Semakin baik waktu yang dipilih untuk beribadah, semakin besar pula peluang mendapatkan keberkahan. 2. Menjadi Pembuka Tahun Hijriyah dengan Amal Kebaikan Salah satu keutamaan sedekah di bulan Muharram yang sering terlupakan adalah efeknya terhadap kebiasaan seseorang. Muharram merupakan bulan pertama dalam kalender Hijriyah. Artinya, apa yang dilakukan pada awal tahun sering menjadi awal kebiasaan untuk bulan-bulan berikutnya. Ketika seseorang memulai tahun Hijriyah dengan berbagi, membantu sesama, dan mengeluarkan sedekah, ia sedang menanamkan kebiasaan baik yang bisa berlanjut sepanjang tahun. Karena itu banyak ulama menganjurkan agar awal Muharram tidak hanya diisi dengan refleksi diri, tetapi juga dengan amal nyata yang bermanfaat bagi orang lain. 3. Membantu Sesama di Momen yang Penuh Keberkahan Keutamaan berikutnya dari sedekah di bulan Muharram adalah hadirnya kesempatan untuk membantu lebih banyak orang. Banyak lembaga sosial dan masjid mengadakan: santunan yatim bantuan dhuafa program pendidikan distribusi sembako kegiatan dakwah Pada momen Muharram. Baca Juga : Apa Saja Peristiwa di Bulan Muharram? 7 Kisah Bersejarah yang Jarang Diketahui Ketika seseorang ikut berkontribusi, manfaat sedekahnya tidak hanya dirasakan oleh penerima, tetapi juga menjadi jalan keberkahan bagi dirinya sendiri. Inilah salah satu keutamaan sedekah di bulan Muharram yang sangat nyata dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. 4. Membersihkan Hati dari Sifat Kikir Rasulullah SAW bersabda: “Sedekah tidak akan mengurangi harta.” (HR. Muslim) Hadits ini selalu relevan kapan pun waktunya, termasuk saat Muharram. Baca Juga : Ternyata Sedekah Gula ke Semut Pun Dicatat Allah! Salah satu keutamaan sedekah di bulan Muharram adalah membantu seseorang melawan rasa takut kehilangan harta. Banyak orang ingin bersedekah tetapi masih ragu. Muharram menjadi kesempatan yang baik untuk melatih diri agar lebih yakin kepada janji Allah SWT. Karena pada akhirnya, sedekah bukan hanya soal uang yang keluar, tetapi juga tentang hati yang menjadi lebih lapang. 5. Menumbuhkan Kepedulian Sosial Di usia muda, terkadang seseorang terlalu fokus pada target pribadi. Karier. Bisnis. Pendidikan. Atau pencapaian lainnya. Baca Juga : Hukum Sedekah Hasil Curian dalam Islam, Sah atau Tidak? Melalui keutamaan sedekah di bulan Muharram, Islam mengajarkan keseimbangan antara mengejar impian pribadi dan membantu sesama. Sedekah membuat seseorang lebih peka terhadap kondisi masyarakat di sekitarnya. Ketika melihat anak yatim, dhuafa, atau keluarga yang sedang kesulitan, hati menjadi lebih mudah tergerak untuk membantu. Itulah salah satu hikmah besar dari sedekah yang sering kali tidak bisa diukur dengan angka. 6. Menjadi Investasi Amal Jangka Panjang Tidak semua bentuk sedekah habis dalam satu hari. Sebagian bahkan menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya. Misalnya: pembangunan sarana ibadah bantuan pendidikan wakaf Al-Qur’an program pemberdayaan umat Karena itu salah satu keutamaan sedekah di bulan Muharram adalah peluang menjadikan awal tahun Hijriyah sebagai titik awal investasi akhirat. Semakin panjang manfaat yang dirasakan orang lain, semakin panjang pula pahala yang terus mengalir. 7. Menghidupkan Semangat Berbagi di Bulan Muharram Di banyak daerah, Muharram identik dengan kegiatan sosial dan santunan anak yatim. Tradisi ini bukan sekadar budaya. Di baliknya terdapat semangat untuk memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat Muslim. Semangat tersebut juga terus dijalankan oleh Baitul Maal Masjid Muslim Billionaire (@baitulmaalmuslimbillionaire) melalui berbagai program santunan, dakwah, pendidikan, bantuan kemanusiaan, dan pemberdayaan umat.  Bagi abang, kakak, ayah, maupun bunda yang ingin mengamalkan keutamaan sedekah di bulan Muharram, program-program sosial seperti ini dapat menjadi salah satu sarana menyalurkan kebaikan kepada mereka yang membutuhkan. Cara Praktis Memulai Sedekah di Bulan Muharram Banyak orang mengira sedekah harus menunggu kondisi finansial sempurna. Padahal tidak demikian. Jika ingin meraih keutamaan sedekah di bulan Muharram, mulailah dari kemampuan yang ada. Bisa dengan: menyisihkan sebagian penghasilan membantu keluarga yang membutuhkan mendukung program sosial berbagi makanan membantu pendidikan anak yatim Yang paling utama bukan besarnya nominal, melainkan keikhlasan dan konsistensi dalam berbagi. Ketika membahas keutamaan sedekah di bulan Muharram, yang perlu diingat adalah bahwa Muharram merupakan bulan mulia yang sangat baik untuk memperbanyak amal saleh. Walaupun tidak ada dalil khusus yang menyebut angka tertentu terkait pahala sedekah di bulan Muharram, para ulama menganjurkan umat Islam untuk memanfaatkan bulan ini dengan memperbanyak sedekah, membantu sesama, dan memperluas manfaat bagi masyarakat. Semoga Allah SWT memberikan kemudahan kepada kita untuk meraih berbagai keutamaan sedekah di bulan Muharram dan menjadikannya sebagai awal tahun yang penuh keberkahan. Kontak Media: Instagram : @masjidmuslimbillionaire Facebook : Masjid Muslim Billionaire Youtube : Masjid Muslim Billionaire Whatsapp : +628528542520

7 Keutamaan Sedekah di Bulan Muharram yang Sayang Dilewatkan Read More »

apa saja peristiwa di bulan muharram

Apa Saja Peristiwa di Bulan Muharram? 7 Kisah Bersejarah yang Jarang Diketahui

Ada Bulan yang Bukan Hanya Mulia, Tapi Juga Penuh Kisah Besar dalam Sejarah Ketika mendengar kata Muharram, sebagian orang langsung teringat tahun baru Islam. Sebagian lagi mengingat puasa Asyura. Namun ternyata, jika membuka berbagai literatur sejarah Islam, ada banyak peristiwa di bulan Muharram yang sering diceritakan oleh para ulama dan sejarawan Muslim. Tidak semuanya memiliki tingkat kesahihan yang sama. Sebagian berasal dari riwayat yang kuat, sebagian lagi merupakan kisah yang populer di kalangan umat Islam. Karena itu, ketika membahas apa saja peristiwa di bulan Muharram, kita perlu membedakan antara peristiwa yang memiliki dasar sejarah kuat dan kisah yang berkembang dalam tradisi Islam. Baca Juga : Bulan Muharram Adalah Apa? Ini Makna, Keutamaan, dan Amalan yang Dianjurkan 1. Diselamatkannya Nabi Musa AS dari Kejaran Firaun Salah satu peristiwa bersejarah di bulan Muharram yang paling dikenal adalah diselamatkannya Nabi Musa AS dan Bani Israil dari kejaran Firaun. Peristiwa ini berkaitan dengan tanggal 10 Muharram yang dikenal sebagai hari Asyura. Dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim disebutkan bahwa Rasulullah SAW mendapati kaum Yahudi berpuasa pada hari Asyura karena hari tersebut dianggap sebagai hari kemenangan Nabi Musa AS atas Firaun. Kemudian Rasulullah SAW juga berpuasa pada hari tersebut. Karena itulah kisah Nabi Musa menjadi salah satu jawaban paling populer ketika seseorang bertanya apa saja peristiwa di bulan Muharram. 2. Peristiwa Karbala dan Wafatnya Husain bin Ali RA Dalam sejarah Islam, salah satu peristiwa penting dan bersejarah di bulan Muharram adalah tragedi Karbala. Peristiwa ini terjadi pada 10 Muharram tahun 61 Hijriyah. Husain bin Ali RA, cucu Rasulullah SAW, gugur dalam peristiwa tersebut bersama para pengikutnya di Karbala, wilayah yang kini berada di Irak. Peristiwa Karbala menjadi salah satu kejadian paling berpengaruh dalam sejarah Islam karena meninggalkan pelajaran tentang keberanian, prinsip, dan perjuangan mempertahankan kebenaran. Hingga hari ini, tragedi Karbala masih sering dibahas ketika membicarakan kejadian di bulan Muharram. 3. Awal Tahun Baru Hijriyah Meskipun artikel ini tidak membahas detail tahun baru Islam, konteks ini tetap perlu disebutkan secara singkat. Salah satu peristiwa di bulan Muharram yang paling dekat dengan kehidupan umat Islam saat ini adalah dimulainya tahun baru Hijriyah pada tanggal 1 Muharram. Baca Juga : Tahun Baru Islam 1448 H Kapan? Ini Jawaban yang Banyak Dicari Kalender Hijriyah yang digunakan umat Islam ditetapkan pada masa Khalifah Umar bin Khattab RA. Sejak saat itu, Muharram menjadi bulan pembuka dalam penanggalan Islam. Karena itu ketika orang bertanya apa saja peristiwa di bulan Muharram, awal tahun Hijriyah hampir selalu menjadi bagian dari jawabannya. 4. Kisah Nabi Nuh AS dan Bahtera yang Berlabuh Dalam banyak literatur Islam klasik, terdapat riwayat yang menyebutkan bahwa bahtera Nabi Nuh AS berlabuh setelah peristiwa banjir besar pada hari Asyura. Riwayat ini cukup populer di kalangan umat Islam meskipun para ulama memiliki pandangan yang berbeda mengenai tingkat kekuatan sanadnya. Meski demikian, kisah tersebut tetap menjadi salah satu peristiwa bersejarah di bulan Muharram yang sering disebut dalam berbagai kitab dan ceramah keislaman. Pelajaran yang bisa diambil adalah pentingnya kesabaran dan keteguhan dalam menghadapi ujian yang berat. 5. Diterimanya Taubat Nabi Adam AS Sebagian riwayat yang berkembang dalam literatur Islam juga menyebutkan bahwa taubat Nabi Adam AS diterima Allah SWT pada hari Asyura. Walaupun riwayat ini tidak memiliki dasar hadits shahih yang kuat, kisah tersebut cukup dikenal di kalangan umat Islam. Karena itu ketika mencari informasi tentang apa saja peristiwa di bulan Muharram, nama Nabi Adam AS sering ikut disebut dalam daftar berbagai kejadian yang dikaitkan dengan hari Asyura. Yang paling utama tentu bukan memastikan tanggalnya, melainkan mengambil pelajaran tentang taubat dan kembali kepada Allah SWT. 6. Dikeluarkannya Nabi Yunus AS dari Perut Ikan Peristiwa lain yang sering muncul dalam berbagai literatur Islam adalah kisah Nabi Yunus AS yang diselamatkan Allah SWT dari perut ikan. Sebagian ulama menyebutkan bahwa peristiwa tersebut juga dikaitkan dengan hari Asyura. Walaupun tingkat validitas riwayatnya diperselisihkan, kisah ini tetap menjadi bagian dari daftar kejadian di bulan Muharram yang banyak dikenal oleh umat Islam. Kisah Nabi Yunus mengajarkan bahwa tidak ada masalah yang terlalu besar bagi Allah SWT untuk diselesaikan. 7. Muharram Menjadi Momentum Refleksi Umat Islam Selain berbagai kisah para nabi dan sejarah Islam, ada satu peristiwa di bulan Muharram yang terus terjadi setiap tahun hingga sekarang. Yaitu momentum refleksi dan evaluasi diri umat Islam. Setiap kali Muharram datang, banyak Muslim menjadikannya sebagai waktu untuk: memperbaiki ibadah memperbanyak amal saleh memperkuat hubungan keluarga memperbanyak sedekah memperbaiki akhlak Semangat berbagi ini juga terus dihidupkan oleh Baitul Maal Masjid Muslim Billionaire (@baitulmaalmuslimbillionaire) melalui berbagai program sosial, santunan yatim, bantuan kemanusiaan, dan dakwah yang membantu masyarakat luas.  Karena pada akhirnya, sejarah bukan hanya untuk dikenang, tetapi juga untuk diambil pelajarannya. Mengapa Banyak Peristiwa Dikaitkan dengan Hari Asyura? Jika diperhatikan, sebagian besar peristiwa bersejarah di bulan Muharram sering dikaitkan dengan tanggal 10 Muharram atau hari Asyura. Hal ini terjadi karena hari Asyura memiliki kedudukan yang istimewa dalam tradisi Islam. Baca Juga : 7 Amalan Sunnah Bulan Muharram yang Paling Dianjurkan  Beberapa kisah serta riwayat berkembang dari tahun ke tahun yang kemudian dikaitkan dengan hari-hari tersebut. Karena itu ketika mempelajari apa saja peristiwa di bulan Muharram, sebaiknya kita tetap merujuk kepada sumber-sumber yang terpercaya dan penjelasan para ulama. Pelajaran yang Bisa Diambil dari Berbagai Peristiwa di Bulan Muharram Menariknya, meskipun kisah-kisah di atas berasal dari tokoh dan zaman yang berbeda, semuanya memiliki pesan yang hampir sama. Ada tentang kesabaran Nabi Nuh AS. Ada tentang keberanian Husain bin Ali RA. Ada tentang perjuangan Nabi Musa AS. Dan ada juga tentang taubat Nabi Adam AS dan penyelamatan Nabi Yunus AS Semua kisah tersebut mengajarkan bahwa pertolongan Allah SWT selalu dekat bagi orang-orang yang beriman dan bersabar. Jadi, jika ada yang bertanya apa saja peristiwa di bulan Muharram, beberapa yang paling sering disebut dalam sejarah Islam adalah kisah Nabi Musa AS dan Firaun, tragedi Karbala, awal tahun Hijriyah, kisah Nabi Nuh AS, Nabi Adam AS, dan Nabi Yunus AS. Sebagian peristiwa memiliki dasar riwayat yang kuat, sementara sebagian lainnya lebih dikenal melalui tradisi dan literatur sejarah Islam. Yang paling berharga bukan hanya mengetahui daftar peristiwa di bulan Muharram, tetapi mengambil hikmah dari setiap kisah yang telah terjadi agar menjadi

Apa Saja Peristiwa di Bulan Muharram? 7 Kisah Bersejarah yang Jarang Diketahui Read More »

apakah boleh menikah di bulan muharram

Apakah Boleh Menikah di Bulan Muharram? Ini Jawaban yang Sering Disalahpahami 

Undangan Sudah Dicetak, Gedung Sudah Dipesan, Lalu Ada yang Bilang Jangan Menikah di Bulan Muharram Bayangkan situasi ini. Tanggal akad sudah ditentukan sejak lama. Keluarga sudah melakukan berbagai persiapan. Vendor sudah dibayar. Undangan pun hampir selesai dicetak. Namun tiba-tiba muncul komentar: “Jangan menikah di bulan Muharram, nanti rumah tangganya tidak baik.” Kalimat seperti ini masih cukup sering terdengar di masyarakat. Akibatnya banyak pasangan menjadi cemas dan mulai mempertanyakan kembali rencana pernikahannya. Padahal jika ditelusuri lebih jauh, pertanyaan apakah boleh menikah di bulan Muharram sebenarnya memiliki jawaban yang cukup jelas dalam syariat Islam. Baca Juga : Tahun Baru Islam 1448 H Kapan? Ini Jawaban yang Banyak Dicari Apakah Boleh Menikah di Bulan Muharram Menurut Islam? Jawaban singkatnya: Ya, boleh. Dalam Islam tidak ada dalil Al-Qur’an maupun hadits shahih yang melarang seseorang untuk menikah di bulan Muharram. Baca Juga : Bulan Muharram Adalah Apa? Ini Makna, Keutamaan, dan Amalan yang Dianjurkan Artinya, jika ada pasangan yang bertanya apakah boleh menikah di bulan Muharram, maka hukum asalnya adalah boleh dan sah. Pernikahan tetap dianggap sah selama: memenuhi rukun nikah memenuhi syarat nikah terdapat wali yang sah ada dua saksi terdapat ijab kabul Bulan pelaksanaannya tidak mempengaruhi keabsahan akad nikah. Karena itu hukum menikah di bulan Muharram tetap sama seperti bulan-bulan lainnya. Apa Benar Menikah di Bulan Muharram Dilarang? Inilah inti dari kebingungan yang sering muncul. Sebagian masyarakat masih mempercayai bahwa menikah pada bulan Muharram atau bulan Suro dapat mendatangkan kesialan. Padahal keyakinan seperti ini tidak berasal dari syariat Islam. Ketika membahas apakah boleh menikah di bulan Muharram, para ulama menjelaskan bahwa tidak ada larangan syar’i yang mengharamkan pernikahan pada bulan tersebut. Justru Islam melarang seseorang meyakini adanya kesialan pada waktu tertentu tanpa dalil dari Allah SWT dan Rasul-Nya. Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada kesialan (thiyarah).” (HR. Bukhari dan Muslim) Hadits ini menjadi dasar bahwa seorang Muslim tidak boleh menggantungkan keyakinannya pada mitos-mitos yang tidak memiliki landasan syariat. Kenapa Mitos Larangan Menikah di Bulan Muharram Masih Ada? Jika hukum menikah di bulan Muharram jelas boleh, lalu mengapa masih banyak yang mempercayai sebaliknya? Sebagian besar berasal dari tradisi budaya yang berkembang di beberapa daerah. Dalam budaya tertentu, bulan Muharram atau bulan Suro dianggap sebagai waktu yang kurang baik untuk mengadakan pesta besar, termasuk pernikahan. Informasi tersebut lalu diwariskan dari para Orang Tua kepada Anak-Anaknya Masalahnya, banyak orang menganggap tradisi tersebut sebagai ajaran agama. Padahal ketika membahas apakah boleh menikah di bulan Muharram, para ulama membedakan antara budaya dan syariat. Budaya boleh dihormati selama tidak bertentangan dengan Islam. Namun budaya tidak boleh dijadikan dasar hukum agama. Hukum Menikah di Bulan Muharram Menurut Para Ulama Para ulama dari berbagai mazhab sepakat bahwa tidak ada larangan menikah di bulan Muharram. Tidak ditemukan dalil yang menyebut akad nikah menjadi makruh, apalagi haram, hanya karena dilaksanakan pada bulan Muharram. Baca Juga : 7 Amalan Sunnah Bulan Muharram yang Paling Dianjurkan  Karena itu ketika seseorang bertanya tentang hukum menikah di bulan Muharram, jawaban yang diberikan para ulama tetap sama: boleh dan sah. Bahkan sebagian ulama menjelaskan bahwa seluruh bulan dalam Islam pada dasarnya dapat digunakan untuk melaksanakan pernikahan. Selama tidak terdapat larangan syariat yang jelas, maka hukum asalnya tetap boleh. Bagaimana Jika Pernikahan Sudah Terjadwal di Bulan Muharram? Bagi abang dan kakak yang mungkin sedang mempersiapkan pernikahan, tidak perlu panik jika jadwal akad atau resepsi bertepatan dengan Muharram. Karena setelah memahami jawaban dari pertanyaan apakah boleh menikah di bulan Muharram, tidak ada alasan syariat untuk membatalkan atau mengubah jadwal hanya karena bulan tersebut. Yang lebih penting justru adalah mempersiapkan: ilmu rumah tangga kesiapan mental kesiapan finansial kesiapan ibadah bersama pasangan Faktor-faktor itulah yang lebih menentukan kualitas kehidupan rumah tangga dibanding memilih bulan tertentu. Apakah Ada Bulan yang Secara Khusus Dianjurkan untuk Menikah? Ketika membahas apakah boleh menikah di bulan Muharram, sebagian orang kemudian bertanya apakah ada bulan yang lebih utama untuk menikah. Dalam Islam tidak ada ketentuan khusus yang mewajibkan pernikahan dilakukan pada bulan tertentu. Artinya, seseorang boleh menikah: di Muharram di Safar di Ramadhan di Syawal maupun bulan lainnya Yang terpenting adalah kesiapan kedua calon mempelai dan terpenuhinya syarat pernikahan. Karena itu memilih waktu menikah sebaiknya berdasarkan kemudahan dan kesiapan, bukan karena ketakutan terhadap mitos tertentu. Fokus pada Keberkahan Pernikahan, Bukan Mitos Waktu Jika ada hal yang lebih layak dipikirkan menjelang akad nikah, maka itu bukan soal apakah bulan tertentu membawa keberuntungan atau tidak. Yang lebih penting adalah bagaimana rumah tangga dibangun di atas: iman ilmu akhlak tanggung jawab dan ketaatan kepada Allah SWT Karena keberkahan rumah tangga tidak ditentukan oleh tanggal pernikahan. Keberkahan datang dari Allah SWT melalui usaha pasangan dalam menjaga hubungan yang baik dan menjalankan syariat-Nya. Muharram dan Momentum Memulai Kebaikan Muharram memang termasuk bulan mulia dalam Islam. Karena itu jika akad nikah berlangsung pada bulan ini, pasangan justru dapat menjadikannya sebagai momentum memulai kehidupan baru dengan memperbanyak amal saleh. Misalnya: memperbanyak doa bersedekah membantu sesama menghadiri kajian Islam Semangat berbagi kepada sesama juga terus dihidupkan melalui berbagai program sosial yang dijalankan oleh Baitul Maal Masjid Muslim Billionaire (@baitulmaalmuslimbillioniare), mulai dari santunan yatim, dakwah, hingga bantuan kemanusiaan yang membantu masyarakat yang membutuhkan. Jadi, jawaban dari pertanyaan apakah boleh menikah di bulan Muharram adalah boleh dan sah menurut Islam. Tidak ada dalil Al-Qur’an maupun hadits shahih yang melarang pernikahan pada bulan Muharram. Keyakinan bahwa menikah di bulan Muharram membawa kesialan lebih banyak berasal dari mitos dan tradisi budaya, bukan dari ajaran Islam. Karena itu jika akad nikah abang atau kakak sudah dijadwalkan pada bulan Muharram, tidak perlu merasa khawatir. Fokuslah pada persiapan membangun rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah. Sebab keberkahan pernikahan tidak ditentukan oleh bulannya, melainkan oleh ketaatan pasangan kepada Allah SWT. Kontak Media: Instagram : @masjidmuslimbillionaire Facebook : Masjid Muslim Billionaire Youtube : Masjid Muslim Billionaire Whatsapp : +628528542520

Apakah Boleh Menikah di Bulan Muharram? Ini Jawaban yang Sering Disalahpahami  Read More »