May 11, 2026

pengukuhan mui tenjolaya

AMANAH BARU, JEJAK NYATA : Sebuah Pengakuan atas Konsistensi yang Tak Pernah Berhenti

Empat tahun, bukan waktu yang sebentar untuk sebuah perjalanan konsistensi. Selama empat tahun terakhir, Ust. Beben Wahyudi -atau yang akrab disapa UBW- tidak pernah berhenti menarasikan, menggerakkan, dan tidak pernah berhenti membumikan satu visi besar : bahwa masjid bukan hanya sekedar tempat ibadah, melainkan sebagai pusat peradaban ummat yang memiliki fungsi yang sangat krusial dan substansial di tengah masyarakat. Bukan hal yang mudah untuk menjalankan hal ini. Dengan penuh kesabaran, ketekunan dan kegigihan, beliau bersama Abi Andhyka membangun Masjid Muslim Billionaire diatas pondasi 3 pilar kemasjidan yang saling menopang, bersinergi dan berintegrasi untuk membentuk peradaban ummat. – Baitul Maal : pilar kemasjidan yang berlandaskan asas kepedulian untuk terus berkontribusi dan memberikan kebermanfaatan yang nyata untuk masyarakat melalui pengelolaan dan pendistribusian ZISWAF secara transparan dan tepat sasaran. – Baitul Qur’an : Sebagai pabrik pencetak generasi – generasi tangguh yang berprinsip dan menerapkan nilai – nilai Qur’ani berasaskan keteladanan – Baitul Muamalah : pilar kemandirian yang mengelola berbagai unit bisnis untuk masjid yang memastikan roda dakwah terus bergerak Integrasi 3 pilar ini bukan hanya wacana diatas mimbar. Ia terasa dan terbukti di gang – gang kampung sekitar masjid, di dapur – dapur keluarga yang terbantu, di generasi muda yang tumbuh dengan nilai – nilai Qur’ani, dan di roda ekonomi kecil yang mulai berputar di tengah masyarakat sekitar Masjid Muslim Billionaire. Ketika kerja nyata berbicara, kebermanfaatan terasa di berbagai lapisan, pengakuan itu hadir dengan sendirinya. Kami, dengan bangga dan haru menyampaikan bahwa atas izin Allah, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor telah resmi menunjuk Ustadz Beben Wahyudi (@beben_wahyudi) sebagai bagian dari jajaran pengurus MUI — dengan amanah sebagai: Ketua Komisi Sosial, Ekonomi, dan Pembinaan Umat Sebuah amanah yang sangat selaras dan sejalan dengan apa yang selama ini sudah dinarasikan dan dijalani oleh Masjid Muslim Billionaire melalui 3 pilar kemasjidan : – Komisi Sosial mencerminkan semangat Baitul Maal dalam kepedulian dan kebermanfaatan untuk masyarakat. – Ekonomi merupakan wujud nyata dari Baitul Muamalah dalam menggerakkan kemandirian dan roda perekonomian umat. – Dan Pembinaan Umat adalah nafas dari Baitul Qur’an yang selama ini mencetak generasi tangguh berasaskan nilai-nilai Qur’ani. Satu nama jabatan, tiga pilar yang hidup di dalamnya. Sebuah posisi yang sangat menggambarkan bagaimana beliau menghidupi kehidupan sosial, ekonomi dan pembinaan ummat di Ds. Cinangneng melalui setiap langkah kecil di Masjid Muslim Billionaire. Ini adalah bukti bahwa masyarakat melihat, merasakan dan mempercayai Ust. Beben Wahyudi dan Masjid Muslim Billionaire. Seluruh keluarga besar Masjid Muslim Billionaire, mengucapkan : “Selamat atas amanah baru ini, ustadz. Kami bangga, kami bersyukur, dan kami yakin ini bukanlah puncak pencapaian, melainkan ini adalah babak baru dari perjalanan panjang untuk menghadirkan keberkahan – keberkahan yang berlimpah disetiap lapisan masyarakat melalui masajidallah dalam gerakan BISMILLAH.” Amanah ini adalah titipan, dan setiap titipan membutuhkan kekuatan yang jauh melampaui kemampuan manusia biasa. Oleh karena itu, kami dengan tulus memohon do’a dari seluruh jama’ah, keluarga, sahabat dan masyarakat luas dimanapun berada : “Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala senantiasa menguatkan Ust. Beben, memberikan kemudahan dan kelancaran dalam setiap amanah yang diemban, dan menjadikan amanah ini sebagai jalan kebermanfaatan yang luas bagi ummat dan masyarakat Kec. Tenjolaya dan sekitarnya.” Aamiin yaa Rabbal ‘Alamin Kontak Media: Instagram : @masjidmuslimbillionaire Facebook : Masjid Muslim Billionaire Youtube : Masjid Muslim Billionaire Whatsapp : +628528542520

AMANAH BARU, JEJAK NYATA : Sebuah Pengakuan atas Konsistensi yang Tak Pernah Berhenti Read More »

kapan hari tasyrik

Kapan Hari Tasyrik? Banyak Anak Muda Masih Salah Paham

Masih Banyak yang Belum Tahu Kapan Hari Tasyrik Bagi sebagian anak muda, Idul Adha sering identik dengan sholat Id, makan sate, dan libur panjang. Setelah itu, semuanya dianggap selesai. Padahal dalam Islam masih ada momen penting setelah Idul Adha yang disebut hari tasyrik. Sayangnya, masih banyak yang belum memahami sebenarnya kapan hari tasyrik dan apa makna penting di balik hari-hari tersebut. Tidak sedikit yang masih bingung: apakah hari tasyrik itu hanya satu hari? kapan hari tasyrik dimulai dan berakhir? kenapa tidak boleh puasa saat hari tasyrik? Memahami kapan hari tasyrik penting agar ibadah Idul Adha tidak hanya menjadi rutinitas tahunan tanpa makna. Selain itu, momen ini juga erat kaitannya dengan ibadah qurban dan semangat berbagi kepada sesama. Saat ini, banyak anak muda mulai memilih menyalurkan qurban melalui lembaga terpercaya seperti Baitul Maal Masjid Muslim Billionaire, karena lebih praktis, amanah, dan distribusinya lebih tepat sasaran. Kapan Hari Tasyrik dalam Kalender Islam? Hari Tasyrik Dimulai Setelah Idul Adha Jawaban dari pertanyaan kapan hari tasyrik adalah tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah dalam kalender Hijriah. Hari-hari tersebut dimulai setelah Hari Raya Idul Adha pada tanggal 10 Dzulhijjah. Dalam Islam, tiga hari ini memiliki kedudukan khusus karena masih termasuk bagian dari suasana Idul Adha dan ibadah qurban. Karena itu, memahami kapan hari tasyrik membantu umat Islam menjalankan ibadah dengan lebih tepat sesuai syariat. Mengapa Disebut Hari Tasyrik Secara etimologis, istilah “tasyrik” merujuk pada kebiasaan mengeringkan atau menjemur daging menggunakan panas matahari. Pada zaman dahulu, daging qurban dijemur agar lebih tahan lama. Hal inilah yang membuat hari tasyrik sangat erat kaitannya dengan penyembelihan dan pembagian daging qurban. Hubungan Hari Tasyrik dengan Ibadah Qurban Waktu Penyembelihan Qurban Masih Berlangsung Banyak orang belum memahami bahwa setelah Hari Raya Idul Adha selesai, penyembelihan hewan qurban masih dapat dilakukan selama hari tasyrik berlangsung. Karena itulah, mengetahui kapan hari tasyrik berlangsung menjadi hal penting agar pelaksanaan qurban tetap sesuai dengan batas waktu yang telah ditetapkan dalam syariat.  Hari tasyrik menjadi kesempatan bagi umat Islam yang belum sempat menyembelih hewan qurban pada tanggal 10 Dzulhijjah. Inilah mengapa suasana berbagi dan kepedulian sosial masih sangat terasa selama tiga hari setelah Idul Adha. Saat ini, banyak masyarakat memilih melaksanakan qurban melalui Baitul Maal Masjid Muslim Billionaire karena prosesnya lebih mudah, amanah, dan penyalurannya tepat sasaran. Dengan pengelolaan yang profesional, qurban dapat menjangkau lebih banyak penerima manfaat dan membantu masyarakat yang membutuhkan. Kenapa Hari Tasyrik Penting untuk Anak Muda? Belajar Menjalankan Ibadah Berdasarkan Ilmu Banyak anak muda semangat beribadah, tetapi terkadang belum memahami dasar ilmunya. Memahami kapan hari tasyrik membantu generasi muda menjalankan ibadah dengan benar dan tidak hanya ikut-ikutan. Dalam Islam, ibadah yang benar harus didasarkan pada ilmu dan tuntunan Rasulullah SAW. Momentum Belajar Tentang Qurban Hari tasyrik juga menjadi waktu penting untuk memahami makna qurban, berbagi, dan kepedulian sosial. Karena itu, banyak anak muda mulai ikut berqurban melalui Baitul Maal Masjid Muslim Billionaire agar lebih mudah menyalurkan ibadah qurban kepada masyarakat yang membutuhkan. Makna Hari Tasyrik bagi Kehidupan Sosial Muslim Momentum Mempererat Kebersamaan Selain berkaitan dengan qurban, memahami kapan hari tasyrik juga membantu kita melihat bagaimana Islam membangun kebersamaan sosial di tengah masyarakat. Hari tasyrik menjadi waktu berkumpul bersama keluarga, tetangga, dan masyarakat sekitar dalam suasana penuh rasa syukur. Baca Juga : 🟩 JANGAN SALAH! Hari Tasyrik Idul Adha Bukan Hari Biasa Pembagian daging qurban mengajarkan bahwa kebahagiaan Idul Adha tidak hanya dirasakan oleh orang yang mampu, tetapi juga oleh mereka yang membutuhkan. Nilai kepedulian inilah yang menjadi salah satu hikmah besar dari hari tasyrik. Bagi generasi muda, momen ini juga menjadi pengingat bahwa ibadah dalam Islam tidak hanya bersifat pribadi, tetapi juga memiliki dampak sosial yang luas bagi masyarakat sekitar. Kenapa Anak Muda Perlu Memahami Hari Tasyrik Belajar Islam Tidak Hanya Saat Ramadhan Banyak anak muda mulai semangat belajar agama saat Ramadhan, tetapi kurang memperhatikan momen penting lain dalam Islam seperti hari tasyrik. Padahal memahami kapan hari tasyrik membantu memperluas wawasan tentang syariat Islam secara lebih utuh. Hari tasyrik mengajarkan keseimbangan antara ibadah spiritual, rasa syukur, dan kepedulian sosial. Nilai-nilai ini sangat relevan untuk generasi muda saat ini yang hidup di tengah gaya hidup cepat dan individualis. Dengan memahami hari tasyrik, anak muda tidak hanya menjalankan tradisi tahunan, tetapi juga memahami makna di balik setiap ibadah yang dilakukan. Kesalahan yang Masih Sering Terjadi 1. Menganggap Hari Tasyrik Tidak Penting Banyak orang hanya fokus pada hari raya pertama lalu melupakan tiga hari setelahnya. Padahal memahami kapan hari tasyrik adalah bagian penting dalam memahami syariat Idul Adha secara utuh. 2. Masih Puasa karena Tidak Tahu Hukumnya Tidak sedikit yang masih berpuasa di hari tasyrik karena kurang memahami dalil dan hukum Islam. Karena itu, penting untuk terus belajar dari sumber yang terpercaya. Hikmah Besar di Balik Hari Tasyrik 1.Mengajarkan Rasa Syukur Salah satu hikmah dari memahami kapan hari tasyrik adalah belajar bersyukur atas nikmat Allah SWT. Hari tasyrik mengajarkan bahwa ibadah tidak selalu tentang menahan diri, tetapi juga tentang menikmati nikmat Allah dengan cara yang benar. 2. Mempererat Hubungan Sosial Momentum pembagian daging qurban membantu memperkuat hubungan sosial dan kepedulian terhadap sesama. Nilai inilah yang membuat Idul Adha terasa lebih bermakna bagi kehidupan masyarakat. Hari Tasyrik dan Semangat Berbagi Melalui Qurban Setelah mengetahui kapan hari tasyrik, kita juga perlu memahami bahwa hari-hari ini sangat erat kaitannya dengan qurban. Penyembelihan hewan qurban masih diperbolehkan hingga akhir hari tasyrik. Karena itu, banyak masyarakat memilih berqurban melalui lembaga terpercaya seperti Baitul Maal Masjid Muslim Billionaire. Melalui program qurban yang amanah dan profesional, distribusi daging qurban dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan dengan lebih tepat sasaran. Program ini tidak hanya mempermudah pelaksanaan qurban, tetapi juga membuat manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak orang yang membutuhkan.  Sumber Referensi Terpercaya Berikut beberapa sumber terpercaya yang membahas tentang kapan hari tasyrik dan hukum-hukumnya: MUI Online NU Online Kementerian Agama RI Rumaysho Dompet Dhuafa Hari Tasyrik Bukan Sekadar Hari Biasa Dari penjelasan diatas, kita dapat memahami bahwa mengetahui kapan hari tasyrik bukan hanya soal tanggal, tetapi juga memahami makna ibadah di baliknya. Hari tasyrik adalah momentum untuk: memperbanyak dzikir menikmati nikmat Allah SWT mempererat kebersamaan berbagi melalui qurban memperkuat rasa syukur Karena itu,

Kapan Hari Tasyrik? Banyak Anak Muda Masih Salah Paham Read More »

hari tasyrik idul adha

🟩 JANGAN SALAH! Hari Tasyrik Idul Adha Bukan Hari Biasa

Banyak Muslim Belum Memahami Hari Tasyrik dengan Benar  Setelah pelaksanaan sholat Idul Adha dan penyembelihan hewan qurban, sebagian besar masyarakat menganggap rangkaian ibadah telah selesai. Padahal dalam Islam, masih ada tiga hari penting yang dikenal sebagai hari tasyrik Idul Adha. Hari-hari ini memiliki kedudukan istimewa karena masih menjadi bagian dari suasana ibadah dan syiar Idul Adha. Sayangnya, masih banyak umat Islam yang belum memahami apa itu hari tasyrik Idul Adha, apa saja amalan yang dianjurkan, serta larangan yang harus dihindari. Tidak sedikit pula yang belum mengetahui bahwa penyembelihan qurban masih diperbolehkan hingga akhir hari tasyrik. Di momen seperti ini, banyak keluarga Muslim memilih menyalurkan qurban melalui lembaga terpercaya seperti Baitul Maal Masjid Muslim Billionaire. Dengan pengelolaan yang amanah dan profesional, ibadah qurban dapat tersalurkan lebih tepat sasaran dan membantu masyarakat yang membutuhkan. Karena itu, memahami hari tasyrik Idul Adha menjadi penting agar ibadah Idul Adha tidak hanya berhenti pada hari raya pertama, tetapi terus berlanjut dengan penuh makna dan keberkahan. Baca Juga : Larangan Hari Tasyrik Idul Adha yang Masih Sering Dilupakan Apa Itu Hari Tasyrik Idul Adha? Pengertian Hari Tasyrik dalam Islam Secara umum, hari tasyrik Idul Adha adalah tiga hari setelah Hari Raya Idul Adha, yaitu tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Dalam sejarah Islam, kata “tasyrik” berasal dari kebiasaan menjemur daging qurban di bawah sinar matahari agar lebih awet. Kalau menurut kamu hari tasyrik adalah hari yang biasa saja, kamu salah. Dalam syariat Islam, hari-hari ini termasuk waktu yang memiliki nilai ibadah dan dianjurkan untuk diisi dengan dzikir, rasa syukur, serta kebersamaan bersama keluarga dan masyarakat. Karena itu, para ulama menjelaskan bahwa hari tasyrik Idul Adha masih termasuk bagian dari suasana hari raya umat Islam. Inilah alasan mengapa terdapat aturan khusus, termasuk larangan berpuasa pada hari tersebut. Mengapa Hari Tasyrik Sangat Penting Hari tasyrik menjadi pengingat bahwa Idul Adha bukan hanya tentang penyembelihan hewan qurban, tetapi juga tentang rasa syukur, kepedulian sosial, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dalil tentang Hari Tasyrik Idul Adha Hadis Rasulullah SAW tentang Hari Tasyrik Rasulullah SAW bersabda: “Hari-hari tasyrik adalah hari makan, minum, dan berdzikir kepada Allah.” (HR. Muslim) Hadis ini menjadi dasar utama bahwa hari tasyrik Idul Adha adalah hari penuh rasa syukur dan dzikir kepada Allah SWT. Selain itu, hadis ini juga menjelaskan bahwa hari tasyrik bukan waktu untuk berpuasa, melainkan waktu menikmati nikmat Allah dengan tetap menjaga adab dan ibadah. Larangan Berpuasa di Hari Tasyrik Mayoritas ulama sepakat bahwa puasa pada hari tasyrik Idul Adha hukumnya haram, kecuali dalam kondisi tertentu bagi jamaah haji yang tidak mendapatkan hewan hadyu. Hal ini menunjukkan bahwa Islam mengajarkan keseimbangan antara ibadah spiritual dan menikmati nikmat Allah SWT. Sumber Referensi: NU Online MUI Digital Kementerian Agama RI Amalan yang Dianjurkan Saat Hari Tasyrik Idul Adha 1. Memperbanyak Dzikir dan Takbir Salah satu amalan utama dalam hari tasyrik Idul Adha adalah memperbanyak dzikir kepada Allah SWT. Umat Islam dianjurkan membaca: takbir tahmid tahlil Dzikir ini menjadi bentuk rasa syukur atas nikmat dan kesempatan beribadah di bulan Dzulhijjah. Baca Juga MASIH RAGU BERSEDEKAH? Ini Alasan Kita Harus Bersedekah Selain memperkuat hubungan spiritual dengan Allah, dzikir juga membantu menghadirkan suasana hati yang lebih tenang dan penuh syukur dalam keluarga. 2. Melanjutkan Ibadah Qurban Banyak masyarakat belum mengetahui bahwa penyembelihan qurban masih diperbolehkan selama hari tasyrik Idul Adha berlangsung. Karena itu, sebagian keluarga memilih menyalurkan qurban melalui Baitul Maal Masjid Muslim Billionaire agar proses penyembelihan dan distribusi dapat dilakukan secara amanah serta menjangkau masyarakat yang lebih luas. Melalui program qurban yang terstruktur, masyarakat dapat beribadah dengan lebih mudah tanpa khawatir tentang proses penyaluran. Hikmah Hari Tasyrik Idul Adha dalam Kehidupan 1. Mengajarkan Rasa Syukur Salah satu hikmah terbesar dari hari tasyrik Idul Adha adalah mengajarkan umat Islam untuk menikmati nikmat Allah SWT dengan penuh rasa syukur. Islam tidak hanya mengajarkan ibadah dalam bentuk menahan diri seperti puasa, tetapi juga mengajarkan kapan waktu menikmati makanan dan berkumpul bersama keluarga sebagai bagian dari ibadah. 2. Mempererat Hubungan Sosial Hari tasyrik juga menjadi momen untuk memperkuat hubungan sosial antar sesama Muslim. Pembagian daging qurban membantu menumbuhkan rasa peduli dan kebersamaan di tengah masyarakat. Nilai inilah yang menjadi inti dari semangat Idul Adha, yaitu berbagi dan memperhatikan sesama. Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Hari Tasyrik 1. Menganggap Hari Tasyrik Tidak Penting Banyak orang hanya fokus pada hari raya pertama, lalu melupakan bahwa hari tasyrik Idul Adha juga memiliki nilai ibadah yang besar. Padahal, hari tasyrik masih termasuk bagian dari syiar Islam yang dianjurkan untuk dihidupkan dengan dzikir dan rasa syukur. 2. Masih Berpuasa Karena Tidak Tahu Hukumnya Kesalahan lain yang cukup sering terjadi adalah masih berpuasa pada hari tasyrik karena kurang memahami hukumnya. Karena itu, edukasi tentang hari tasyrik Idul Adha sangat penting agar masyarakat tidak keliru dalam menjalankan ibadah. Hari Tasyrik dan Pendidikan Anak dalam Keluarga Muslim Momen Mengajarkan Nilai Islam Bagi orang tua, terutama ibu-ibu muda, hari tasyrik Idul Adha dapat menjadi kesempatan untuk mengenalkan nilai Islam kepada anak-anak. Anak dapat diajak: memahami makna qurban belajar berbagi ikut membagikan makanan mengenal rasa syukur Baca Juga Pondok CEO: Pendidikan Gratis dengan Jaminan Kerja untuk Menekan Angka Pengangguran di Indonesia Membangun Kebiasaan Peduli Sesama Kebiasaan berbagi sejak kecil membantu membentuk karakter anak yang lebih peduli dan empati terhadap sesama. Karena itu, hari tasyrik bukan hanya tentang ritual ibadah, tetapi juga tentang pendidikan karakter dalam keluarga Muslim. Peran Baitul Maal Masjid Muslim Billionaire dalam Program Qurban Saat Idul Adha tiba, banyak masyarakat membutuhkan lembaga terpercaya untuk membantu penyaluran qurban. Salah satu yang hadir membantu umat adalah Baitul Maal Masjid Muslim Billionaire. Melalui pengelolaan qurban yang amanah dan profesional, distribusi hewan qurban dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Program ini membantu keluarga Muslim melaksanakan ibadah qurban dengan lebih praktis dan tepat sasaran. Selain itu, keberadaan program qurban juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kepedulian sosial dan semangat berbagi dalam momentum hari tasyrik Idul Adha. Baca Juga : 🟩 Baitul Maal Masjid Muslim Billionaire: Perhitungan Zakat Pertanian beserta Biaya serta Dampak Zakat yang Bermanfaat bagi Masyarakat Hari Tasyrik Idul Adha Adalah Waktu Penuh Syukur Dari berbagai penjelasan di atas, kita dapat memahami bahwa hari

🟩 JANGAN SALAH! Hari Tasyrik Idul Adha Bukan Hari Biasa Read More »