December 19, 2025

cara membuat pupuk kompos

Cara Membuat Pupuk Kompos dari Sampah Organik Sekolah

Cara Membuat Pupuk Kompos -Isu lingkungan hari ini menjadi fokus utama di banyak lembaga pendidikan di Indonesia. Hampir setiap sekolah kini mulai menerapkan program zero waste, gerakan memilah sampah, hingga edukasi daur ulang. Salah satu program yang paling mudah diterapkan dan terbukti memberi dampak signifikan adalah pembuatan kompos dari sampah organik sekolah. MB Farm sebagai pusat edukasi pertanian modern dan agrowisata Qur’ani menghadirkan panduan lengkap sekaligus memberikan pengalaman praktik langsung kepada siswa dari berbagai sekolah yang berkunjung. Artikel ini akan menjelaskan langkah-langkah pembuatan kompos secara sederhana, manfaatnya bagi lingkungan, sekaligus bagaimana MB Farm menjadikan kegiatan ini sebagai program unggulan edukasi ramah anak.   Mengapa Sekolah Wajib Membuat Kompos? Pembuatan kompos bukan hanya pengelolaan sampah, tetapi sebuah proses pendidikan karakter. Saat siswa diajarkan membuat kompos, mereka belajar tentang tanggung jawab terhadap bumi, pengelolaan lingkungan hidup, siklus alam, dan nilai Islam tentang menjaga amanah bumi (khalifah fil ardh). Di MB Farm, setiap kegiatan edukasi selalu dikaitkan dengan nilai Qur’ani agar anak-anak tidak hanya pintar secara teknis, tetapi juga memiliki kesadaran spiritual terhadap alam.   Jenis Sampah Organik dari Sekolah yang Bisa Dijadikan Kompos Sekolah memiliki sumber bahan kompos yang melimpah setiap hari, antara lain sisa sayuran dari kantin, daun kering dari halaman sekolah, kulit buah, sisa makanan yang tidak berminyak, rumput hasil penyapuan halaman, tisu bekas (tanpa minyak & kimia), juga serbuk kayu dari kegiatan kerajinan. Semua bahan ini aman dan cocok untuk pembuatan kompos berkualitas jika dikelola dengan benar.   Bagaimana Cara Membuat Pupuk Kompos dari Sampah Organik Sekolah? (Penjelasan Singkat & Praktis) Berikut adalah cara paling sederhana dan mudah dilakukan oleh siswa: Siapkan wadah komposter Gunakan ember besar, tong plastik, atau bak khusus kompos yang memiliki lubang udara. Masukkan sampah organik yang telah dipilah Pastikan tidak ada plastik, kertas berlapis, atau bahan kimia. Tambahkan bahan cokelat Seperti daun kering, serpihan kardus, atau serbuk kayu—berfungsi sebagai penyerap bau dan pengatur kelembapan. Taburkan aktivator Bisa menggunakan EM4, MOL (mikroorganisme lokal), atau cairan fermentasi yang dibuat di sekolah. Aduk secara berkala Setiap 3–4 hari kompos harus dibalik agar mendapatkan oksigen yang cukup. Tunggu 30–45 hari Kompos siap digunakan ketika sudah berwarna cokelat gelap, bertekstur remah, dan tidak berbau.   Penerapan Produksi Kompos di MB Farm Sebagai pusat agrowisata dan edukasi, MB Farm tidak hanya menjelaskan teori, tetapi juga memperlihatkan proses lengkap pembuatan kompos kepada para pelajar. Area Pengolahan Sampah Organik MB Farm memiliki area khusus yang mengolah sampah dari kebun sayur, kandang ternak, dan sisa panen menjadi pupuk organik siap pakai. Praktik Langsung untuk Siswa Setiap rombongan sekolah akan diajak mengumpulkan sampah organik, memilah bahan hijau dan cokelat, mencampur dengan aktivator, menutup komposter, dan melihat perubahan kompos dari hari ke hari. Penggunaan Kompos di Lahan Pertanian Kompos hasil pengolahan digunakan di area bedengan sayur, kebun hortikultura, nursery tanaman hias, serta lahan edukasi anak. Ini memastikan semua proses benar-benar berkelanjutan, tidak menghasilkan limbah, serta mengikuti prinsip ramah lingkungan.   Manfaat Kompos untuk Sekolah dan Lingkungan antara lain adalah: Mengurangi volume sampah sekolah hingga 40–60%. Menekan biaya pengangkutan dan pembuangan sampah. Membantu sekolah mengembangkan program Adiwiyata. Menjadi media praktikum IPA/Biologi yang real dan menyenangkan. Meningkatkan kesadaran ekologi siswa sejak usia dini. Menghasilkan pupuk organik gratis untuk taman sekolah.   Program Edukasi Pembuatan Kompos di MB Farm MB Farm menawarkan paket edukasi lingkungan yang lengkap: Edukasi Kompos untuk Anak Sekolah Program 1–2 jam yang mengajarkan cara membuat kompos dari bahan-bahan sederhana. Workshop Guru & Pengelola Sekolah Pelatihan penyusunan SOP pengelolaan sampah berbasis kompos. Paket Agrowisata Sekolah Selain membuat kompos, siswa akan diajak berkeliling mini zoo, mengenal nursery tanaman hias, dan praktik menanam atau memanen sayuran. Program ini menjadikan MB Farm sebagai destinasi edukasi paling lengkap di Jawa Barat.   Ajak Sekolah Kamu untuk Belajar Membuat Kompos di MB Farm Kalau selama ini siswa hanya belajar teori tentang daur ulang dan pengelolaan sampah, sekarang saatnya merasakan pengalaman nyata di MB Farm. Di sini mereka tidak hanya belajar cara membuat pupuk kompos dari sampah organik sekolah, tetapi juga memahami nilai-nilai Qur’ani tentang menjaga bumi, mencintai alam, dan menjadi generasi yang bertanggung jawab.   Integrasi Kurikulum Lingkungan Sekolah dengan Program Kompos di MB Farm Banyak sekolah kini mulai menyelaraskan kegiatan belajar dengan isu lingkungan. Program pembuatan kompos sangat cocok dimasukkan ke dalam kurikulum, terutama untuk mata pelajaran: IPA/Biologi Prakarya PPKn Bahkan Pendidikan Agama Islam melalui nilai menjaga amanah bumi. Di MB Farm, para guru yang datang akan diberikan panduan bagaimana kegiatan komposting dapat menjadi proyek pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning). Siswa tidak hanya melihat proses, tetapi juga diajarkan mengukur suhu kompos, mencatat perubahan tekstur, menghitung takaran bahan hijau dan cokelat, membuat laporan praktikum, hingga mempresentasikan hasil pengamatan. Metode ini membuat siswa aktif, kreatif, sekaligus memahami bagaimana cara membuat pupuk kompos dari sampah organik sekolah secara menyeluruh. Penjelasan singkat yang diberikan di awal kemudian diperdalam dengan praktik lapangan, sehingga siswa lebih mudah memahami konsep biodegradasi, mikroorganisme, dan siklus hara.   Pentingnya Pengelolaan Sampah Organik bagi Karakter Siswa Pendidikan lingkungan bukan sekadar teknis mengolah sampah. Ia adalah proses membentuk karakter. Anak-anak yang terbiasa memilah sampah dan membuat kompos akan tumbuh menjadi pribadi yang lebih peduli, memiliki rasa tanggung jawab, tidak mudah membuang makanan, memahami proses alam, dan memiliki kecintaan terhadap bumi. Di MB Farm, siswa diajak untuk merenungkan bahwa setiap sisa makanan yang dibuang tanpa pengelolaan akan menjadi beban bagi lingkungan. Sementara jika dikelola menjadi kompos, justru berubah menjadi manfaat besar bagi tanaman dan kehidupan. Nilai spiritual seperti syukur, amanah, dan ihsan akan disampaikan oleh para pemandu edukasi MB Farm dalam bahasa yang ringan dan menyenangkan, sehingga mudah diterima oleh anak-anak usia TK hingga SMA. Baca Juga : TERKUAK!! Camping Ground Bogor Aman untuk Anak Contoh Aktivitas Komposting yang Bisa Ditiru Sekolah Agar program kompos dapat berjalan baik setelah pulang dari MB Farm, sekolah dapat meniru beberapa metode berikut: “Kompos Harian Kelas” Setiap kelas memiliki tong kecil untuk menampung sampah organik harian dari bekal siswa. “Bank Sampah Organik Kantin” Setiap penjual kantin wajib memilah sisa sayuran dan buah untuk dikumpulkan di area kompos. “Pojok Daur Ulang Sekolah” Tempat siswa belajar mengenal jenis sampah, membuat label organik-non-organik, dan melihat contoh kompos

Cara Membuat Pupuk Kompos dari Sampah Organik Sekolah Read More »

camping ground anak

TERKUAK!! Camping Ground Bogor Aman untuk Anak

Camping Ground Anak -Bogor sejak lama dikenal sebagai salah satu destinasi camping favorit keluarga. Udara sejuk, pemandangan hijau, dan banyaknya pilihan camping ground membuatnya jadi tempat ideal untuk mengajak anak mengenal alam lebih dekat. Namun, muncul satu pertanyaan penting: apakah camping ground Bogor aman untuk anak? Sebagian besar aman, asalkan orang tua memilih lokasi yang tepat dan memperhatikan beberapa hal penting sebelum berangkat.   Fasilitas yang Ramah Anak Banyak camping ground di Bogor kini menyediakan area anak, toilet bersih, water source yang aman, hingga jalur khusus untuk keluarga. Tempat seperti ini jelas lebih nyaman dan meminimalkan risiko.   Keamanan Lingkungan Pilih camping ground yang jelas memiliki: Pengelola aktif dan stand-by 24 jam Jalur evakuasi Area perkemahan yang jauh dari tebing curam dan sungai berarus deras Informasi cuaca harian Ini membuat anak tetap aman selama bermain.   Aktivitas yang Sesuai Usia Beberapa lokasi menyediakan aktivitas edukatif seperti mini trekking, mengenal tanaman hutan, atau games outdoor yang aman. Dengan pendampingan, anak bisa mengeksplorasi alam tanpa bahaya.   Kebersihan Jadi Kunci Tempat yang bersih menurunkan risiko penyakit. Orang tua wajib memastikan tenda, alas tidur, dan area makan steril dari serangga atau hewan liar. Camping ground di Bogor sangat memungkinkan untuk anak-anak. Dengan memilih lokasi yang tepat, memperhatikan cuaca, dan memberi pengawasan ekstra, pengalaman camping bisa menjadi memori indah yang membangun keberanian, kreativitas, dan ikatan keluarga.   Faktor Cuaca yang Harus Diwaspadai Bogor dikenal dengan curah hujan yang cukup tinggi, sehingga orang tua perlu memastikan kondisi cuaca sebelum camping. Saat hujan deras, anak-anak cenderung lebih mudah kedinginan, terpeleset, atau tidak nyaman beraktivitas. Karena itu, pilih waktu camping di musim kemarau atau saat prakiraan cuaca menunjukkan kondisi relatif aman. Gunakan perlengkapan tambahan seperti jaket tebal, jas hujan, sandal anti-slip, dan selimut yang memadai untuk menjaga tubuh anak tetap hangat. Camping akan jauh lebih menyenangkan ketika cuaca mendukung dan anak bisa bermain dengan bebas.   Perlengkapan yang Wajib Dibawa Meski lokasi camping ground menyediakan banyak fasilitas, perlengkapan pribadi tetap harus lengkap. Untuk anak-anak, bawalah obat-obatan pribadi, lotion anti-serangga, baju ganti ekstra, senter kecil, air minum cukup, cemilan sehat, dan matras tebal agar tidur lebih nyaman. Dengan perlengkapan yang tepat, orang tua bisa mengurangi risiko anak rewel atau tidak nyaman selama menginap di alam terbuka.   Pihak Pengelola Berperan Besar dalam Keamanan Keamanan anak bukan hanya tanggung jawab orang tua, tetapi juga pengelola camping ground. Tempat yang baik biasanya memiliki SOP keamanan yang jelas, petugas yang ramah, serta memberikan briefing sebelum aktivitas dimulai. Pengelola yang profesional juga akan secara berkala melakukan pengecekan area, memastikan kondisi tanah aman, serta menertibkan pengunjung yang mungkin melakukan aktivitas berbahaya.   Lingkungan Alam Sebagai Media Belajar Anak Selain aman, camping ground Bogor juga menawarkan nilai edukatif besar untuk anak-anak. Mereka bisa belajar mengenal jenis tanaman, melihat serangga, merasakan udara pegunungan, dan memahami pentingnya menjaga lingkungan. Interaksi langsung dengan alam membantu menumbuhkan rasa tanggung jawab, kepedulian, serta keberanian. Banyak orang tua bercerita bahwa anak lebih mandiri setelah ikut camping, karena belajar hal-hal yang tidak diajarkan di sekolah.   Tips Memilih Camping Ground yang Tepat Agar pengalaman semakin aman dan menyenangkan, orang tua bisa mempertimbangkan beberapa kriteria berikut: Pastikan lokasi punya review baik dari keluarga lain Pilih tempat yang menyediakan area datar untuk mendirikan tenda Pastikan hanya sedikit serangga atau hewan liar Cari lokasi yang tak terlalu jauh dari parkiran Pilih tempat yang memiliki penerangan malam yang cukup Dengan memilih lokasi yang tepat, kekhawatiran orang tua akan jauh berkurang. Jadi, apakah camping ground Bogor aman untuk anak? Sangat aman, selama tempatnya tepat dan pendampingannya benar. Dengan persiapan matang, camping bukan hanya kegiatan hiburan, tetapi juga sarana bonding keluarga yang luar biasa, memperkenalkan anak pada keindahan alam, dan membangun keberanian sejak dini. Dan MB Camp adalah rekomendasi paling tepat untuk camping ground di Bogor yang sangat aman bagi anak-anak.  Selain fasilitas dan keamanan teknis, lingkungan sosial di camping ground Bogor juga menjadi pertimbangan penting bagi orang tua. Banyak lokasi camping di Bogor yang kini punya aturan ketat terkait ketertiban, kebersihan, dan batasan aktivitas yang mengganggu kenyamanan pengunjung lain.  Misalnya, pembatasan penggunaan speaker keras, larangan menyalakan api unggun di area rentan kebakaran, hingga kebijakan jam malam agar anak-anak tetap bisa beristirahat dengan tenang. Aturan seperti ini benar-benar membantu keluarga Muslim yang ingin menikmati liburan yang tertib, aman, dan tetap bernuansa ibadah. Ditambah lagi, beberapa camping ground mulai menyediakan fasilitas edukasi alam seperti tur kebun, sesi mengenal tanaman hutan, hingga kegiatan mini survival yang sudah disesuaikan untuk anak-anak. Aktivitas-aktivitas ringan ini bukan hanya seru, tetapi juga memperluas wawasan mereka tentang alam dan cara menjaga ciptaan Allah SWT.  Anak-anak dapat belajar memetik sayuran, memahami jejak hewan, atau sekadar mengamati serangga, semua dilakukan dengan pengawasan tim profesional yang paham dunia pendidikan anak. Orang tua dapat ikut mendampingi atau menyerahkan ke mentor, tergantung konsep kegiatan yang tersedia. Salah satu keuntungan terbesar membawa anak camping di Bogor adalah mereka bisa merasakan ruang eksplorasi yang aman. Di kota besar, anak cenderung banyak beraktivitas di ruang sempit; sebaliknya, camping ground menyediakan area terbuka luas yang membuat mereka bebas bergerak, berlari, bermain, dan berinteraksi dengan sesama pengunjung.  Udara pegunungan yang segar juga menjadi nilai tambah, sangat bermanfaat untuk kesehatan paru-paru dan kualitas tidur mereka. Banyak keluarga melaporkan bahwa anak-anak justru tidur lebih cepat dan lebih nyenyak ketika berada di alam dan itu hal yang sangat membantu bagi orang tua. Baca Juga : Fidyah Dapat Diberikan Pula Berupa Ini… dan Sedikit yang Tahu! Untuk keluarga Muslim yang ingin menikmati camping tanpa rasa khawatir, Bogor juga menyediakan pilihan camping ground yang ramah keluarga dan ramah syariah. Ada yang menyediakan mushola yang proper, air wudhu bersih, hingga tempat shalat berjamaah yang nyaman.  Ketika suasana malam tiba dan kabut turun perlahan, momen berkumpul di tenda sambil menikmati udara dingin menjadi pengalaman yang menghangatkan hati. Anak-anak akan mengingat perjalanan seperti ini sebagai memori yang kuat sepanjang hidup mereka. Dengan segala fasilitas, keamanan, dan lingkungan edukatifnya, Camping Ground Bogor memang menjadi salah satu pilihan terbaik bagi keluarga yang membawa anak. Selama orang tua melakukan planning yang matang dan mengikuti aturan tempat, camping bukan hanya aman, tetapi menjadi momen bonding keluarga

TERKUAK!! Camping Ground Bogor Aman untuk Anak Read More »

cara memberikan pupuk kcl

Petani Wajib Tahu! Ini Cara Paling Tepat Memberikan Pupuk KCL

Ini Cara Paling Tepat Memberikan Pupuk KCL -Bawang merah adalah salah satu tanaman hortikultura yang paling banyak dibudidayakan di Indonesia. Permintaan tinggi, harga fluktuatif, dan kebutuhan konsisten sepanjang tahun membuat komoditas ini sering dipilih petani sebagai sumber penghasilan yang stabil. Namun, keberhasilan panen bawang merah sangat dipengaruhi oleh cara memberikan pupuk terutama pupuk kalium seperti KCL (Kalium Klorida). Tanaman bawang merah memiliki sistem perakaran dangkal, bentuk daun silindris berongga, dan siklus hidup yang relatif pendek. Karena itulah, kebutuhan nutrisi harus terpenuhi tepat waktu. Salah satunya adalah unsur Kalium (K) yang fungsi utamanya berkaitan dengan pembentukan umbi, ketegaran tanaman, dan kualitas simpan. Lalu, kapan sebenarnya pupuk KCL ini diberikan? Bagaimana dosis, cara aplikasi, dan tanda-tanda kekurangan kalium pada bawang merah? Yuk, kita bahas panjang lebar biar petani termasuk program pembelajaran di MB Farm bisa menerapkan praktik terbaik dalam budidaya.   Mengapa KCL Penting untuk Bawang Merah? Sebelum masuk ke penjadwalan, penting banget untuk memahami fungsi kalium bagi bawang merah: Mengatur penyerapan air dan kekuatan jaringan Kalium membantu tanaman mengatur bukaan stomata sehingga efisiensi penggunaan air lebih baik. Tanaman menjadi lebih kuat dan tidak mudah rebah. Mendorong pembentukan umbi yang padat dan seragam Kalium berperan dalam proses metabolisme karbohidrat sehingga umbi bisa membesar dengan optimal. Meningkatkan ketahanan penyakit Tanaman dengan kecukupan kalium lebih tahan terhadap jamur dan bakteri. Memperkuat struktur daun Daun bawang merah menjadi lebih tegak dan tidak mudah rusak sehingga proses fotosintesis berjalan maksimal. Mendukung kualitas pascapanen Umbi yang tumbuh dengan cukup kalium akan lebih kering, tidak mudah lembek, kulitnya lebih halus dan tahan simpan lebih lama. Dengan semua fungsi ini, kebayang kan betapa pentingnya KCL bagi tanaman? Tapi tentu saja… pemberian yang tepat waktu jauh lebih menentukan hasil.   Kapan Cara Waktu Memberikan Pupuk KCL yang Paling Tepat untuk Bawang Merah? Ada dua fase utama yang disarankan oleh para ahli agronomi, termasuk penelitian-penelitian terkait budidaya bawang merah nasional. Pemberian Pertama: Umur 15–20 HST (Hari Setelah Tanam) Ini adalah waktu paling krusial. Pada fase ini, tanaman mulai menumbuhkan daun aktif, mengembangkan akar lateral, memulai pembesaran calon umbi. Jika pada fase ini kalium tersedia, tanaman akan membentuk fondasi kuat bagi umbi. Mengapa bukan lebih awal? Karena pada 0–10 HST, tanaman masih fokus adaptasi dan akar belum siap menyerap kalium dalam jumlah besar. Pemberian prematur hanya membuat pupuk terbuang atau mengganggu keseimbangan nutrisi tanah. Pemberian Kedua: Umur 30–35 HST Ini adalah fase pembesaran umbi yang sangat cepat. Kalium pada fase ini berfungsi sebagai pendukung pembentukan ukuran, kepadatan, dan warna kulit. Jika kalium kurang pada fase ini, umbi akan kecil, tidak seragam, cepat lembek, cenderung busuk saat disimpan. Makanya banyak petani berpengalaman menyebut fase ini sebagai “fase penentu hasil akhir”.   Kapan Sebaiknya KCL Tidak Diberikan? Ini penting agar petani tidak salah langkah. Jangan melakukan pemupukan KCL setelah memasuki 40–45 HST atau mendekati panen. Pemberian KCL terlalu dekat dengan masa panen bisa membuat tanaman mengalami keterlambatan pemasakan, daun sulit rebah (padahal tanda panen bawang merah adalah rebah alami), umbi menyerap air berlebih, menurunkan daya simpan. Jadi setelah fase pembesaran umbi selesai, stop pemberian KCL.   Berapa Dosis Ideal Pupuk KCL untuk Bawang Merah? Dosis dapat berbeda tergantung varietas bawang merah, kondisi tanah, dan iklim, tetapi berikut umum diterapkan: Pemberian Pertama (15–20 HST): 100–150 kg/ha KCl Pemberian Kedua (30–35 HST): 50–75 kg/ha KCl Cara Aplikasi: – Ditabur melingkar di sekitar rumpun (hindari mengenai daun atau batang langsung) – Dikocor, yaitu dilarutkan dalam air lalu disiram di barisan tanaman – Dicampur dengan pupuk lain, seperti NPK pada dosis rendah Untuk tanah yang sering tergenang atau struktur lempung berat, metode kocor lebih efektif.   Tanda-Tanda Tanaman Kekurangan Kalium Biar petani mudah mengevaluasi kondisi tanamannya, berikut ciri umum kekurangan Kalium: Ujung daun menguning (scorching) : Daun tampak terbakar di ujung-ujungnya. Warna daun kusam : Daun tidak terlihat cerah dan sehat. Umbi kecil dan jumlah sedikit : Ini akibat pembesaran tidak berjalan optimal. Batang dan daun mudah rebah : Tanaman terlihat lemah dan tidak kokoh. Umbi rentan busuk saat penyimpanan : Karena kadar air dalam jaringan terlalu tinggi. Jika tanda-tanda ini muncul, segera evaluasi dan berikan KCL pada fase yang masih memungkinkan.   Manfaat Jangka Panjang Penggunaan KCL pada Bawang Merah Bukan cuma meningkatnya produksi. Ada manfaat jangka panjang yang membuat petani lebih untung: Meningkatkan efisiensi penggunaan air : Bawang merah terkenal boros air. Dengan kecukupan kalium, tanaman bisa mengatur kebutuhan air lebih baik. Membantu pembentukan tanaman yang lebih tahan stres : Baik stres panas, kekeringan, maupun serangan patogen. Mendorong hasil panen stabil dari musim ke musim : Karena tanaman memiliki daya tahan alami yang lebih tinggi. Mengurangi biaya penyemprotan pestisida : Tanaman kuat = kebutuhan proteksi lebih rendah. Untuk petani yang mengikuti program pembinaan MB Farm, mengetahui hal ini menjadi sangat penting agar mereka semakin profesional dan mampu memaksimalkan potensi lahannya.   Tips Tambahan agar Pemberian KCL Lebih Efektif Perhatikan pH tanah pH ideal bawang merah adalah 5,5–6,5. Jika terlalu asam atau alkali, serapan kalium akan terhambat. Kombinasikan dengan pupuk organik Pupuk organik membantu memperbaiki struktur tanah sehingga penyerapan kalium jadi lebih optimal. Hindari pemberian saat tanah tergenang Genangan air membuat kalium larut dan hilang sebelum diserap tanaman. Jangan mencampur KCL dengan urea dalam bentuk padat Campuran ini bisa membuat keduanya kurang efektif. Lebih baik aplikasikan terpisah. Gunakan mulsa untuk menjaga kelembapan Mulsa (serasah jerami atau plastik) membantu menjaga unsur hara tidak cepat hilang. Baca Juga : Apakah Camping Ground Cocok untuk Family Gathering Kantor? Pupuk KCL diberikan pada dua waktu utama: —> 15–20 HST (awal pembentukan umbi) —> 30–35 HST (fase pembesaran umbi) Dosis disesuaikan dengan kebutuhan, dan pemberian dihentikan menjelang panen. Dengan teknik yang benar, bawang merah dapat menghasilkan umbi besar, padat, seragam, dan memiliki daya simpan tinggi, memberikan keuntungan lebih bagi petani dan lembaga yang membina mereka seperti MB Farm.  Bawang merah termasuk salah satu komoditas pertanian yang paling sensitif terhadap manajemen hara. Tanaman ini membutuhkan unsur kalium (K) dalam jumlah yang terukur supaya umbinya tumbuh besar, padat, tahan simpan, dan rasanya tetap kuat. Di sinilah pupuk KCL berperan penting karena ia adalah sumber kalium yang cepat tersedia bagi tanaman. Waktu pemberian yang tepat

Petani Wajib Tahu! Ini Cara Paling Tepat Memberikan Pupuk KCL Read More »