December 4, 2025

cara menanam cabe di polybag yang benar

Tips Lengkap Cara Menanam Cabe di Polybag yang Benar

Cara Menanam Cabe di Polybag yang Benar -Menanam cabai di polybag kini menjadi pilihan favorit banyak orang—baik ibu rumah tangga, pengurus masjid, hingga pelaku urban farming—karena terbukti praktis, hemat lahan, namun tetap menghasilkan panen yang melimpah. MB Farm, sebagai pusat edukasi dan pembinaan pertanian modern berbasis masjid, membagikan tips lengkap yang bisa dipraktikkan siapa pun, bahkan bagi pemula yang baru mulai belajar bercocok tanam. Dengan teknik yang tepat, satu polybag cabai bisa menghasilkan puluhan hingga ratusan buah cabai dalam satu musim. Kuncinya adalah pemilihan media tanam, perawatan rutin, dan pemahaman mengenai nutrisi yang dibutuhkan tanaman. Berikut panduan lengkap ala MB Farm. Persiapan Media Tanam & Polybag Langkah pertama menentukan keberhasilan menanam cabai di polybag adalah menyiapkan media tanam yang tepat. Cabai membutuhkan tanah yang gembur, kaya unsur hara, serta memiliki drainase yang baik. – Ukuran Polybag Gunakan polybag berukuran minimal 30 x 30 cm, atau jika memungkinkan gunakan ukuran lebih besar seperti 35 x 35 cm. Semakin besar polybag, semakin luas ruang akar untuk berkembang, sehingga tanaman tumbuh lebih kokoh dan produktif. – Komposisi Media Tanam Media tanam ideal MB Farm terdiri dari campuran: – 2 bagian tanah gembur 1 bagian kompos atau pupuk kandang yang sudah matang 1 bagian sekam bakar – Campuran ini mampu menjaga kelembapan, menyediakan unsur hara cukup, dan tetap memiliki aerasi yang baik. Tambahkan juga dolomit secukupnya untuk menetralkan pH tanah, sebab cabai sangat menyukai pH kisaran 6–7. – Drainase Jangan lupakan lubang drainase! Pada bagian bawah polybag buat lubang yang cukup banyak agar air tidak menggenang. Genangan air dapat mengundang jamur, memicu busuk akar, serta menghambat pertumbuhan. Penanaman Benih dengan Teknik yang Tepat – Pemilihan Benih Pilih benih unggul dari produsen terpercaya. Benih berkualitas akan menghasilkan pertumbuhan yang lebih kuat, tahan hama, dan produksi buah lebih maksimal. – Penyemaian Benih tidak langsung ditanam ke polybag besar. Proses penyemaian wajib dilakukan agar bibit tumbuh seragam dan kuat. – Siapkan tray semai atau pot kecil Gunakan media semai yang gembur – Letakkan di tempat teduh namun tetap mendapat cahaya – Bibit ideal dipindah setelah memiliki 4–5 helai daun sejati. – Pemindahan ke Polybag Saat memindahkan bibit: – Lakukan pada pagi atau sore hari – Pindahkan beserta media semai agar akar tidak rusak – Tekan media tanam perlahan agar bibit berdiri kokoh – Letakkan polybag di tempat yang terkena sinar matahari penuh setidaknya 6 jam per hari Cabai yang mendapat sinar matahari cukup akan tumbuh lebih sehat, berdaun hijau pekat, serta cepat berbuah. Perawatan Rutin agar Cabai Subur & Berbuah Lebat Perawatan adalah fase paling penting. Tanpa perawatan yang konsisten, tanaman cabai akan mudah layu, terserang hama, atau gagal berbuah. – Penyiraman Lakukan penyiraman setiap pagi, jika media terlalu kering, tambahkan penyiraman sore hari. Hindari menyiram daun secara berlebihan agar tidak memicu jamur, media harus lembap tetapi tidak becek. – Pemupukan Untuk pemupukan, MB Farm menyarankan dua tahap: Pupuk Dasar Diberikan saat menyiapkan media tanam—biasanya dari pupuk kandang matang dan sekam. Pupuk Susulan Dilakukan secara berkala: – Pupuk organik cair – Pupuk NPK seimbang – Atau kombinasi keduanya – Pemupukan dilakukan setiap 10–14 hari sekali, sesuai kebutuhan tanaman. – Pengendalian Hama Gunakan pestisida nabati seperti: air bawang putih, air serai, daun pepaya, neem oil. Semprot secara berkala untuk mencegah serangan kutu daun, ulat, atau thrips.   Apa Perbedaan Pupuk Phonska dan Phoska? Banyak pemula kebingungan ketika memilih pupuk. MB Farm menjelaskan perbedaannya dengan sederhana: 1. Pupuk Phonska Merupakan pupuk majemuk NPK + Sulfur yang mengandung: – Nitrogen (N) – Phosphor (P) – Kalium (K) – unsur S (Sulfur) Phonska bersifat lengkap dan seimbang sehingga cocok digunakan pada: – fase vegetatif (pertumbuhan daun dan batang), – maupun fase generatif (pembungaan dan pembuahan). 2. Pupuk Phoska Biasanya merupakan nama dagang pupuk berbasis fosfor dan kalium, tanpa unsur nitrogen. Phoska lebih cocok untuk: – meningkatkan pembentukan bunga – memperkuat batang – mempercepat proses pembuahan Kesimpulannya: Phonska = lengkap untuk semua fase sedangkan Phoska = fokus untuk pembungaan & pembuahan MB Farm menyarankan penggunaan dua jenis pupuk ini sesuai fase pertumbuhan untuk hasil maksimal.   Tips Tambahan agar Panen Cabai Makin Melimpah Berikut rahasia dari para petani MB Farm: Lakukan Perempelan Cabut daun-daun bawah ketika tanaman mulai tinggi agar sirkulasi udara lancar dan mencegah jamur. Gunakan Ajir Pasang ajir atau penyangga agar batang tidak mudah patah saat tertiup angin atau ketika berbuah lebat. Pemanenan Berkala Semakin sering cabai dipanen, semakin cepat tanaman memunculkan bunga baru. Cek Media Tanam Cabai yang ditanam di polybag memiliki ruang akar terbatas, sehingga perlu perhatian lebih pada kualitas media. MB Farm – Pendamping Anda dari Tanam hingga Panen MB Farm hadir bukan hanya sebagai tempat edukasi pertanian, tetapi juga sebagai pendamping bagi masyarakat yang ingin memulai pertanian rumah tangga. Melalui sistem pembinaan, pelatihan, dan pendampingan, Anda akan mendapatkan: – panduan teknik yang benar, – pemilihan benih berkualitas, – cara pemupukan efektif, – metode pengendalian hama, – hingga strategi panen dan pascapanen.   Penting juga untuk memperhatikan kondisi lingkungan sekitar polybag. Tanaman cabai merupakan tanaman yang menyukai cahaya dan udara yang cukup, namun tetap perlu perlindungan ketika cuaca ekstrem.  Misalnya, ketika hujan turun dengan intensitas tinggi, polybag sebaiknya digeser ke area yang lebih teduh atau diberi naungan sederhana untuk menghindari percikan air hujan yang bisa membawa spora jamur. Sebaliknya, ketika sinar matahari sangat terik, terutama saat siang bolong, tanaman lebih nyaman jika mendapatkan sedikit perlindungan agar tidak mengalami stres panas. Tak kalah penting, lakukan penggemburan media tanam secara berkala. Media di polybag biasanya lebih cepat memadat akibat penyiraman terus-menerus. Jika tanah terlalu padat, akar akan kesulitan bernapas, dan pertumbuhan tanaman pun melambat. Cukup gunakan garpu kecil atau alat sederhana untuk mengaduk bagian permukaan media tanpa merusak akar. Kegiatan kecil ini membantu sirkulasi udara dalam media tetap optimal sehingga penyerapan unsur hara lebih maksimal. Untuk tanaman cabai yang sudah mulai tumbuh tinggi, jangan lupa memberi ajir atau penopang. Ajir membantu batang tetap tegak ketika terkena angin atau ketika buah mulai banyak dan menambah beban tanaman. Anda dapat menggunakan bambu kecil atau tongkat kayu ringan yang diikat longgar menggunakan tali rafia. Dengan begitu, tanaman tumbuh lebih stabil dan

Tips Lengkap Cara Menanam Cabe di Polybag yang Benar Read More »

cara menanam cabe di tanah pasir

Trik Cara Menanam Cabe di Tanah Pasir agar Tetap Subur

Cara Menanam Cabe di Tanah Pasir -Banyak orang menganggap tanah berpasir bukan pilihan ideal untuk menanam cabai. Kekhawatiran utamanya adalah media yang cepat kering, kurang mampu menyimpan unsur hara, dan dianggap tidak cukup kuat menopang pertumbuhan akar. Padahal, dengan teknik pengolahan yang tepat, tanah pasir justru bisa berubah menjadi media tanam yang sangat produktif. MB Farm telah membuktikan hal ini di berbagai lahan binaan, mulai dari lingkungan pesantren, lahan masjid, hingga kebun warga yang ingin memulai usaha pertanian sederhana.   Mengolah Tanah Pasir agar Siap Tanam Kunci utama dari keberhasilan menanam cabai di media pasir adalah rekayasa struktur tanah. Tanah pasir memiliki pori besar yang membuat air mudah mengalir turun. Akibatnya, unsur hara juga cepat terbawa dan tanaman kekurangan nutrisi. Untuk mengatasi hal ini, petani perlu menambahkan bahan organik dan sedikit tanah liat agar media menjadi lebih “kokoh”. Perbaikan Struktur Tanah Campurkan tanah pasir dengan kompos atau pupuk kandang matang dan tambahkan tanah liat sebagai perekat alami. Bahan organik membantu meningkatkan kemampuan tanah menahan air sekaligus memperbaiki tekstur, sementara tanah liat berfungsi menahan unsur hara agar tidak mudah hanyut. Perpaduan tiga bahan ini menjadikan tanah pasir lebih stabil untuk perakaran cabai. Pembuatan Bedengan Tanah berpasir umumnya berada di wilayah yang cenderung panas, sehingga pembuatan bedengan setinggi 25–30 cm sangat dianjurkan. Bedengan berfungsi menjaga area akar tetap kering ketika hujan turun serta mempermudah aliran udara di sekitar permukaan tanah. Penggunaan Mulsa Plastik Hitam Perak Mulsa tidak hanya berguna menekan pertumbuhan gulma, tetapi juga menjaga kelembapan tanah pasir yang cepat kering. Selain itu, mulsa dapat mengurangi fluktuasi suhu tanah sehingga tanaman lebih stabil saat menghadapi perubahan cuaca.   Teknik Menanam Bibit Cabai Setelah media siap, langkah berikutnya adalah penanaman bibit. MB Farm merekomendasikan bibit unggul yang sehat, kuat, dan telah melalui proses penyemaian yang tepat. Gunakan Bibit yang Disemai dengan Baik Bibit ideal memiliki 4–5 helai daun sejati dan batang yang kokoh. Penyemaian yang benar menghasilkan bibit yang lebih siap menghadapi kondisi tanah berpasir. Jarak Tanam Lebih Longgar Pada tanah pasir, akar cenderung tumbuh menyebar ke samping karena struktur tanah lebih melonggar. Itulah sebabnya, jarak tanam 50–60 cm sangat dianjurkan agar setiap tanaman mendapat ruang cukup untuk berkembang. Penyiraman Setelah Tanam Lakukan penyiraman secukupnya setelah bibit ditanam untuk menstabilkan media dan membantu akar menyesuaikan diri. Baca Juga : Rekomendasi Jenis Tenda Camping yang Bagus & Info Camping Perawatan Intensif agar Tanaman Tumbuh Optimal Cara menanam cabe di tanah pasir membutuhkan perhatian lebih dibanding menanam di tanah lempung. Namun, pekerjaan tambahan ini sebanding dengan hasil yang akan didapat. Penyiraman Rutin dan Terukur Karena tanah pasir cepat sekali kehilangan air, penyiraman harus lebih sering. Pada musim kemarau, MB Farm menganjurkan penyiraman dua kali sehari: pagi dan sore. Pada musim hujan, penyiraman bisa dikurangi, namun tetap harus dipantau agar tanaman tidak kekurangan air. Pemupukan Terjadwal Pupuk dasar organik wajib diberikan saat persiapan lahan. Unsur organik membantu memeperbaiki tekstur tanah pasir dan menjadi cadangan nutrisi jangka panjang. Setelah tanaman tumbuh, pupuk susulan berupa NPK dapat diberikan sesuai fase pertumbuhan. Saat vegetatif diperlukan unsur nitrogen lebih tinggi, sedangkan pada fase pembungaan dan pembuahan tanaman cabai membutuhkan lebih banyak fosfor dan kalium. Pengendalian Hama Secara Alami Karena tanah pasir lebih terbuka dan mudah panas, beberapa jenis hama seperti kutu daun, lalat buah, dan ulat lebih cepat berkembang. MB Farm menyarankan penggunaan pestisida nabati yang ramah lingkungan, seperti ekstrak bawang putih, daun mimba, atau serai wangi. Selain lebih aman, metode ini menjaga keseimbangan organisme tanah.   TSP vs SP-36: Mana yang Lebih Tepat? Untuk hasil terbaik, petani perlu memahami kebutuhan nutrisi tanaman cabai, terutama unsur fosfor (P) yang berperan penting bagi pembentukan akar, bunga, dan buah. Dua jenis pupuk fosfat yang umum digunakan adalah TSP dan SP-36. TSP (Triple Super Phosphate) Mengandung fosfor sekitar 44–46% sehingga termasuk pupuk dengan konsentrasi tinggi. TSP cocok digunakan untuk tanah yang sangat miskin unsur fosfor atau tanaman yang membutuhkan dorongan kuat untuk pertumbuhan akar dan pembungaan. SP-36 (Single Super Phosphate) Mengandung fosfor sekitar 36% dan dilengkapi unsur sulfur (S) yang membantu pembentukan protein dan meningkatkan kualitas buah. SP-36 sering dipilih untuk tanah yang sudah memiliki kandungan P sedang atau untuk pemupukan yang lebih lembut, terutama pada cabai muda agar tidak “kaget” oleh unsur hara yang terlalu pekat. Keduanya sama-sama baik, namun pemilihannya bergantung pada kondisi lahan dan fase tanaman. Pada tanah pasir yang umumnya miskin P, kombinasi organik + SP-36 + sedikit TSP sering menjadi formula yang paling seimbang.   Mengubah Tanah Pasir Menjadi Lahan Produktif Dengan teknik yang tepat, lahan berpasir yang awalnya dianggap sulit diolah kini dapat menjadi sumber produktivitas. Banyak petani binaan MB Farm membuktikan bahwa hasil panen cabai dari tanah pasir justru dapat lebih cepat dan lebih seragam karena sifat tanah yang mudah diatur kelembapannya. Tanaman juga lebih bebas dari penyakit akar karena tanah tidak mudah memadat. MB Farm terus mengajarkan metode budidaya sederhana namun efektif ini untuk membantu masyarakat membangun kemandirian pangan dan ekonomi. Cara menanam cabe di tanah pasir bukan lagi hal mustahil justru bisa menjadi peluang besar bagi siapa pun yang ingin memulai usaha pertanian rumahan. Tanah pasir juga memberi keuntungan tersendiri karena aerasi yang sangat baik. Akar cabai dapat bernapas lebih leluasa sehingga pertumbuhannya cenderung lebih cepat dibandingkan tanah yang padat. Bahkan, beberapa petani binaan MB Farm melaporkan bahwa tanaman cabai mereka cenderung lebih tahan terhadap penyakit akar busuk dan jamur tanah. Hal ini karena struktur pasir tidak menahan air berlebih, sehingga kondisi media tidak lembap berkepanjangan. Namun, kelebihan ini hanya bisa dinikmati jika petani mampu menjaga suplai nutrisi secara konsisten. Tanah pasir yang terlalu poros membuat pupuk cepat larut dan hilang terbawa air. Karena itu, strategi pemupukan berlapis sangat dianjurkan. Petani bisa menambahkan pupuk organik cair seminggu sekali untuk menjaga ketersediaan unsur hara. Cara ini terbukti efektif menjaga tanaman tetap hijau, kuat, dan menghasilkan bunga lebih banyak. MB Farm juga mengajarkan metode mulsa organik pada sebagian lahan pasir. Misalnya, dengan menyebarkan jerami kering atau serbuk kayu di antara barisan tanaman. Teknik ini membantu menahan kelembapan, mengurangi suhu tanah saat cuaca terik, serta memperlambat penguapan air. Hasilnya, penyiraman menjadi lebih efisien dan kebutuhan air berkurang

Trik Cara Menanam Cabe di Tanah Pasir agar Tetap Subur Read More »

cara menanam cabe dari biji di tanah

Inilah Cara Menanam Cabe dari Biji di Tanah Hingga Panen Lebat

Cara Menanam Cabe dari Biji di Tanah -Menanam cabai di tanah sering dianggap sulit oleh sebagian pemula, padahal sebenarnya tekniknya bisa dipelajari dengan sangat mudah. Dengan pemahaman yang benar mengenai tahap-tahap pertumbuhan, kebutuhan nutrisi, serta cara merawat tanaman, siapa pun dapat menghasilkan cabai yang sehat, kokoh, dan sangat produktif. MB Farm — salah satu unit usaha Masjid Muslim Billionaire yang berfokus pada edukasi pertanian Islami — hadir untuk memberikan bimbingan komprehensif bagi masyarakat yang ingin memulai budidaya cabai, baik di halaman rumah maupun di lahan khusus. Bagi banyak orang, cabai bukan hanya tanaman biasa. Di Indonesia, cabai adalah komoditas penting yang dibutuhkan hampir setiap hari, baik untuk kebutuhan dapur maupun usaha kuliner. Bahkan harganya sering berfluktuasi tajam, sehingga menanam cabai sendiri menjadi pilihan cerdas agar kebutuhan tetap terpenuhi tanpa tergantung pasar. Selain itu, memanen cabai dari hasil jerih payah sendiri memberikan rasa puas yang berbeda.   Mengapa Memilih Cara Menanam Cabe dari Biji di Tanah? Menanam cabai langsung dari bijinya memberikan beberapa kelebihan yang sulit diperoleh dari pembibitan instan. Berikut penjelasan lengkapnya:  Akar tanaman akan tumbuh lebih kuat karena sejak awal sudah beradaptasi dengan kondisi tanah tempat tumbuh. Akar yang kuat berarti tanaman lebih tahan terhadap kekeringan, lebih stabil saat menghadapi angin kencang, serta lebih optimal dalam menyerap nutrisi. Kamu bisa memilih varietas sesuai kebutuhan. Ada cabai rawit yang terkenal pedas menyengat, cabai keriting yang populer untuk masakan rumahan, atau cabai besar yang sering digunakan dalam tumisan dan sambal. Dengan memilih biji sendiri, peluang mendapatkan tanaman berkualitas tinggi pun semakin besar. Budidaya dari biji memberi pengalaman belajar yang lebih lengkap. Kamu bisa memahami seluruh fase kehidupannya, mulai dari perkecambahan hingga masa panen. MB Farm selalu menekankan bahwa keberhasilan pertanian bukan hanya soal hasil, tetapi juga proses yang mendidik.   Tahap Persiapan Lahan yang Tidak Boleh Diabaikan Teknik menanam cabai di tanah dimulai dari persiapan lahan yang benar. Persiapan baik akan menentukan 60–70% keberhasilan panen karena cabai membutuhkan tanah yang subur, gembur, dan memiliki drainase optimal.   Berikut langkah-langkah utama yang disarankan MB Farm: Pemilihan Lokasi Lokasi harus mendapatkan sinar matahari minimal 6 jam per hari. Semakin banyak cahaya matahari, semakin baik pertumbuhan cabai karena tanaman ini membutuhkan energi besar untuk pembentukan bunga dan buah. Hindari menanam di area yang ternaungi pohon besar atau bangunan tinggi.   Pengolahan Tanah Tanah digemburkan hingga kedalaman 30 cm. Pada tahap ini, hama-hama tanah seperti ulat atau cacing perusak bisa sekaligus dibersihkan. Setelah tanah cukup gembur, campurkan 2–3 kg pupuk kandang matang per lubang tanam. Pupuk kandang sangat penting karena menjadi sumber nitrogen alami yang membantu pertumbuhan daun dan batang.   Sistem Drainase Cabai tidak menyukai genangan. Oleh karena itu, bedengan setinggi 20–30 cm wajib dibuat untuk memastikan air mengalir dengan baik, terutama pada musim hujan. Tanaman yang tergenang air rentan terkena layu fusarium dan busuk akar.   Tahap Penyemaian Benih Cabai Meskipun menanam cabai dari biji bisa langsung dilakukan di tanah, langkah penyemaian tetap menjadi pilihan terbaik untuk memastikan bibit tumbuh seragam dan kuat. Perendaman Benih Benih direndam dalam air hangat selama 3–6 jam. Benih berkualitas akan tenggelam, sementara benih kosong biasanya mengambang dan sebaiknya tidak digunakan. Penyemaian Siapkan media semai dari campuran tanah, kompos, dan juga pasir. Taburkan biji secara merata lalu tutup tipis media. Siram tipis setiap pagi dan sore agar tetap lembap, tetapi tidak terlalu basah. Dalam 4–7 hari biasanya biji mulai berkecambah. Pindah Tanam Setelah bibit berusia 4 minggu dan memiliki 4–5 helai daun sejati, barulah dipindahkan ke lahan. Jarak ideal antar tanaman adalah 50–60 cm agar akar dan tajuk tidak saling berebut ruang. Baca Juga : Cara Memilih Camping Ground Terbaik di Bogor yang Tepat Perawatan Intensif hingga Masa Pembungaan Cabai adalah tanaman yang memerlukan perhatian rutin, terutama saat mendekati fase berbunga. MB Farm memberikan beberapa panduan khusus: Penyiraman Pada musim kemarau, penyiraman ideal adalah dua kali sehari. Pada musim hujan, sesuaikan dengan kondisi tanah. Jangan sampai tanah becek karena bisa merusak akar. Penyiangan Gulma Gulma dapat menyerap unsur hara lebih cepat dibanding cabai. Penyiangan rutin setiap 1–2 minggu sekali sangat dianjurkan untuk menjaga kesehatan tanaman. Pengendalian Hama Gunakan pestisida nabati seperti larutan bawang putih, daun mimba, atau serai. Cara ini lebih aman dibanding pestisida kimia dan tidak merusak mikroorganisme di tanah.   Waktu Tepat Memberikan Pupuk KCL untuk Cabai Pupuk KCL adalah sumber kalium (K) yang berfungsi menguatkan batang, meningkatkan daya tahan terhadap penyakit, dan memperbaiki kualitas serta jumlah buah. Menurut panduan MB Farm, pemberian pupuk KCL dilakukan sebagai berikut: Pemberian Pertama Dilakukan 2–3 minggu setelah bibit ditanam. Ini adalah fase awal pembentukan batang dan akar. Pemberian Rutin Setelah itu, pupuk KCL bisa diberikan setiap 3–4 minggu sekali. Dosis disesuaikan dengan umur tanaman. Cara paling efektif adalah melarutkan pupuk dalam air lalu menyiramkannya di area perakaran. Menjelang Berbuah Pada fase ini kalium sangat dibutuhkan. Peningkatan dosis sedikit diperbolehkan untuk mendorong pembentukan buah dan mengurangi risiko gugur bunga. Dengan pola pemupukan yang tepat, cabai bisa mulai dipanen pada usia 75–90 hari setelah tanam, tergantung varietas.   Manfaat Ekonomi & Edukasi Menanam Cabai Budidaya cabai tidak hanya memberikan pasokan konsumsi rumah tangga, tetapi juga memberi peluang ekonomi. Dalam satu tahun, cabai dapat dipanen berkali-kali. Dengan bimbingan yang tepat, hasil panen bahkan bisa dijual untuk menambah pemasukan keluarga. MB Farm aktif memberikan pelatihan pertanian organik, pemupukan berimbang, manajemen hama, hingga pemasaran hasil panen. Pendekatan yang digunakan selalu ramah lingkungan dan sesuai dengan prinsip-prinsip Islam tentang menjaga bumi.   Ingin Belajar Langsung dengan Ahli? MB Farm membuka pelatihan rutin dan menyediakan bibit cabai unggul serta berbagai tanaman herbal berkualitas. MB Farm memposisikan diri bukan sekadar tempat budidaya, melainkan pusat edukasi yang mengajak masyarakat untuk kembali dekat dengan alam dan kemandirian pangan. Setiap kunjungan atau kelas edukasi yang diadakan selalu berfokus pada praktik nyata yang mudah ditiru oleh siapa saja, termasuk keluarga di perkotaan. MB Farm mengajak masyarakat untuk memulai perjalanan bertani dari ruang yang mereka miliki, kecil ataupun luas. Melalui pelatihan, pendampingan, dan edukasi lapangan, MB Farm terus berusaha memberdayakan masyarakat agar mampu: – Menghasilkan makanan sendiri, – Mengurangi biaya belanja harian, – Meningkatkan ketahanan pangan keluarga, – Serta mendapatkan keberkahan dari

Inilah Cara Menanam Cabe dari Biji di Tanah Hingga Panen Lebat Read More »