MEDIA PRESS, BOGOR 21 MEI 2025 — Di sebuah sudut jalan raya yang ramai kendaraan, seorang ibu tampak mendorong sepeda tuanya. Di boncengan belakang, seorang anak laki-laki berseragam sekolah terbaring kelelahan.
Posisinya tidak biasa, terlentang dengan kepala menggantung ke belakang, seolah menggambarkan betapa letihnya tubuh kecil itu menjalani hari-hari yang panjang.
Gambar ini merekam lebih dari sekadar momen pulang sekolah. Ia menjadi potret bisu dari kehidupan rakyat kecil yang masih bergulat dengan keterbatasan, di tengah janji-janji pembangunan yang belum sepenuhnya menyentuh akar rumput.
Baca Juga:Dari Santri Untuk Negeri: Menu Chicken Katsu Sambal Matah di MB Kitchen ini Bikin Ketagihan
Sementara kota-kota besar bersolek dengan proyek infrastruktur yang masif dan digitalisasi yang semakin gencar, sebagian warga di daerah masih harus bergantung pada sepeda tua untuk menjemput pendidikan.
Dalam diam mereka menyimpan tanya, kepada siapa lagi bisa berharap saat negara seakan tak lagi bisa mendengar? Ketika harga kebutuhan pokok terus merangkak naik, sedangkan akses pendidikan dan kesehatan terasa kian jauh, sementara ruang dialog antara pemimpin dan rakyat semakin sempit maka rasa lelah itu menjadi keniscayaan yang tak lagi bisa disembunyikan.
Gambar ini memang menampakkan seorang ibu dan anak dalam perjalanan pulang yang penuh peluh, tersirat sebagai pengingat. Bahwa di luar sorotan kamera, masih banyak rakyat yang terpaksa bertahan menjalani kehidupan dengan berbagai kesulitan yang mesti ditanggung sendirian, bukan karena pilihan tetapi karena tak ada jalan lain. [Redaksi]
𝑩𝒆𝒓𝒊𝒕𝒂 𝒊𝒏𝒊 𝑫𝒊𝒑𝒖𝒃𝒍𝒊𝒌𝒂𝒔𝒊𝒌𝒂𝒏 𝒐𝒍𝒆𝒉 𝑴𝒆𝒅𝒊𝒂 𝑷𝒓𝒆𝒔𝒔 𝑴𝒂𝒔𝒋𝒊𝒅 𝑴𝒖𝒔𝒍𝒊𝒎 𝑩𝒊𝒍𝒍𝒊𝒐𝒏𝒂𝒊𝒓𝒆, 𝑭𝒐𝒍𝒍𝒐𝒘 𝑯𝒂𝒍𝒂𝒎𝒂𝒏 𝑲𝒂𝒎𝒊 𝒖𝒏𝒕𝒖𝒌 𝑰𝒏𝒇𝒐 𝑻𝒆𝒓𝒃𝒂𝒓𝒖!
Kontak Media
WA: https://wa.me/6281225757951
Email: mediapress112@gmail.com
Kompasiana: MediaPressMMB Kompasiana
FB: Media Press Masjid Muslim Billionaire
IG: @MediaPressOfficial_MMB
LinkedIn: MediaPressMMB
Website: www.MasjidMuslimBillionaire.com