MEDIA PRESS, BOGOR 2 JUNI 2025 – Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi menggagas program Jabar Masagi sebagai pendekatan pendidikan berbasis kearifan lokal. Empat pilar utama: niteni (memahami), nafsirkeun (menafsirkan), ngarasakeun (merasakan), dan ngalakonan (mengamalkan) dirancang untuk membentuk generasi berakar pada nilai budaya dan spiritual. “Anak Jawa Barat tak cukup cerdas kognitif, ia harus juga paham rasa,” ujar Kang Dedi dalam peluncuran program tersebut.
Tanpa label formal Jabar Masagi, Masjid Muslim Billionaire sejak awal telah menjadikan lima nilai utama sebagai fondasi pembelajaran: membaca, menghafal, memahami, mengamalkan, dan mengajarkan. Semuanya harus dilakukan dengan baik dan benar. Setiap santri diajak menghayati ilmu bukan sebatas hafalan, tapi untuk dipraktikkan dan diwariskan.
Baca Juga: Job Fair Bekasi 2025 Ricuh: Krisis Lapangan Kerja
Model pendidikan seperti ini menjadikan Masjid Muslim Billionaire lebih dari sekadar tempat ibadah. Ia menjadi representasi kehidupan dari semangat Jabar Masagi, di mana nilai lokal dan nilai langit bertemu dalam praktik harian. Ketika banyak lembaga sibuk mencari kurikulum baru, masjid ini justru menjaga kearifan lama yang masih sangat relevan, menyatukan ilmu dengan perilaku bukan sekadar masuk ke kepala. [Redaksi]
𝑩𝒆𝒓𝒊𝒕𝒂 𝒊𝒏𝒊 𝑫𝒊𝒑𝒖𝒃𝒍𝒊𝒌𝒂𝒔𝒊𝒌𝒂𝒏 𝒐𝒍𝒆𝒉 𝑴𝒆𝒅𝒊𝒂 𝑷𝒓𝒆𝒔𝒔 𝑴𝒂𝒔𝒋𝒊𝒅 𝑴𝒖𝒔𝒍𝒊𝒎 𝑩𝒊𝒍𝒍𝒊𝒐𝒏𝒂𝒊𝒓𝒆, 𝑭𝒐𝒍𝒍𝒐𝒘 𝑯𝒂𝒍𝒂𝒎𝒂𝒏 𝑲𝒂𝒎𝒊 𝒖𝒏𝒕𝒖𝒌 𝑰𝒏𝒇𝒐 𝑻𝒆𝒓𝒃𝒂𝒓𝒖!
Kontak Media
WA: https://wa.me/6281225757951
Email: mediapress112@gmail.com
Kompasiana: MediaPressMMB Kompasiana
FB: Media Press Masjid Muslim Billionaire
IG: @MediaPressOfficial_MMB
LinkedIn: MediaPressMMB
Website: www.MasjidMuslimBillionaire.com