Uji Coba Vaksin TBC di Indonesia: Ilmu, Bisnis, atau Kepentingan?

MEDIA PRESS, BOGOR 4 JUNI 2025 – Indonesia kembali menjadi lokasi uji coba vaksin berskala internasional. Kali ini bukan COVID-19, tapi TBC penyakit menular yang hingga kini masih menjadi ancaman serius bagi jutaan jiwa.

Vaksin yang diuji bernama M72/AS01E, dikembangkan oleh Bill & Melinda Gates Medical Research Institute bersama Wellcome Trust, dan diuji di beberapa negara termasuk Indonesia. Sontak kabar ini memicu kegelisahan publik, mengapa Indonesia yang dipilih? Dan apa motif di balik keterlibatan tokoh besar seperti Bill Gates?

Dugaan soal “bisnis vaksin” mencuat. Banyak yang mengaitkan uji coba ini dengan kepentingan industri farmasi global, apalagi jika melihat rekam jejak beberapa program global yang bermula dari niat baik, namun berakhir dengan ketimpangan akses dan monopoli paten.

Namun, penting dicatat bahwa Indonesia termasuk negara dengan beban TBC tertinggi kedua di dunia menurut WHO. Artinya, ada urgensi nyata untuk menemukan solusi medis yang efektif. Uji klinis seperti ini bisa menjadi jembatan penting antara ilmu pengetahuan dan penyelamatan nyawa, selama dilakukan secara transparan dan etis.

Baca Juga: Sebuah Perjalanan Hijrah: Dari Pelaku Riba Menuju Pimpinan Masjid

WHO menyatakan bahwa vaksin M72/AS01E telah menunjukkan efikasi sebesar 50% dalam mencegah perkembangan TBC aktif pada individu dengan infeksi laten. Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, menegaskan bahwa partisipasi Indonesia dalam uji coba ini bertujuan untuk mempercepat pengurangan beban TBC di negara ini. Ia juga menekankan bahwa semua proses uji klinis diawasi ketat oleh WHO, BPOM, dan para ahli vaksin TBC nasional maupun global.

Di tengah kekhawatiran publik yang semakin sensitif pasca pandemi, negara perlu tampil sebagai pelindung, bukan hanya fasilitator. Pengawasan ketat, keterbukaan data, dan perlindungan terhadap hak peserta uji coba harus dijamin sepenuhnya.

Jika tidak, kepercayaan publik akan terus digerus dan kita hanya akan melihat sains sebagai proyek elite yang jauh dari kepentingan rakyat. Maka pertanyaannya bukan sekadar “siapa yang untung?”, tapi juga “apakah rakyat dilibatkan dan dilindungi?” [Redaksi]

𝑩𝒆𝒓𝒊𝒕𝒂 𝒊𝒏𝒊 𝑫𝒊𝒑𝒖𝒃𝒍𝒊𝒌𝒂𝒔𝒊𝒌𝒂𝒏 𝒐𝒍𝒆𝒉 𝑴𝒆𝒅𝒊𝒂 𝑷𝒓𝒆𝒔𝒔 𝑴𝒂𝒔𝒋𝒊𝒅 𝑴𝒖𝒔𝒍𝒊𝒎 𝑩𝒊𝒍𝒍𝒊𝒐𝒏𝒂𝒊𝒓𝒆, 𝑭𝒐𝒍𝒍𝒐𝒘 𝑯𝒂𝒍𝒂𝒎𝒂𝒏 𝑲𝒂𝒎𝒊 𝒖𝒏𝒕𝒖𝒌 𝑰𝒏𝒇𝒐 𝑻𝒆𝒓𝒃𝒂𝒓𝒖!

Kontak Media
WA: https://wa.me/6281225757951
Email: mediapress112@gmail.com
Kompasiana: MediaPressMMB Kompasiana
FB: Media Press Masjid Muslim Billionaire
IG: @MediaPressOfficial_MMB
LinkedIn: MediaPressMMB
Website: www.MasjidMuslimBillionaire.com

Kabar Terkini Lainnya

𝐏𝐞𝐫𝐚𝐧 𝐃𝐢𝐯𝐢𝐬𝐢 𝐃𝐢𝐠𝐢𝐭𝐚𝐥 𝐌𝐚𝐫𝐤𝐞𝐭𝐢𝐧𝐠: 𝐌𝐞𝐧𝐝𝐮𝐤𝐮𝐧𝐠 𝐒𝐢𝐧𝐞𝐫𝐠𝐢 𝐝𝐚𝐧 𝐊𝐞𝐛𝐞𝐫𝐥𝐚𝐧𝐣𝐮𝐭𝐚𝐧 𝐏𝐫𝐨𝐠𝐫𝐚𝐦 𝐁𝐚𝐢𝐭𝐮𝐥 𝐌𝐚𝐚𝐥 𝐝𝐢 𝐌𝐚𝐬𝐣𝐢𝐝 𝐌𝐮𝐬𝐥𝐢𝐦 𝐁𝐢𝐥𝐥𝐢𝐨𝐧𝐚𝐢𝐫𝐞 𝑀𝑒𝑑𝑖𝑎 𝑃𝑟𝑒𝑠𝑠, 𝐵𝑜𝑔𝑜𝑟 27 𝐽𝑎𝑛𝑢𝑎𝑟𝑖 2025 – Masjid Muslim Billionaire (MMB) telah menjadi contoh inspiratif

Pertanyaan “berapa zakat penghasilan 2 juta?” kerap muncul di tengah masyarakat, terutama bagi para pekerja dengan penghasilan tetap bulanan. Banyak yang masih ragu, apakah gaji sebesar dua juta rupiah sudah

Cara Membuat Pupuk Kompos dari Sampah Daun – Sampah daun kering sering dianggap tidak berguna dan hanya berakhir dibakar atau dibuang. Padahal, jika diolah dengan benar, daun kering bisa berubah

Camping Itu Apa – Pernahkah kamu membayangkan betapa bahagianya anak-anak saat bermain di alam terbuka, jauh dari layar gadget, sambil belajar hal-hal baru? Itulah salah satu tujuan kegiatan camping. Camping

Cara Berkemah yang Baik adalah.. Cara Berkemah yang Baik adalah -Bingung bagaimana cara berkemah yang baik dan benar? Tenang, kamu nggak sendiri! Banyak orang yang baru pertama kali camping merasa

Tidak semua ibadah bisa ditunaikan dengan cara yang sama oleh setiap orang. Islam sebagai agama rahmat memberikan keringanan bagi umatnya yang memiliki uzur tertentu. Salah satunya adalah kewajiban fidyah bagi