MEDIA PRESS, BOGOR 2 JUNI 2025 – Setiap 1 Juni, Pancasila kembali menggema dalam pidato-pidato pejabat dan unggahan media sosial para tokoh. Namun di tahun politik yang sarat kepentingan, gaung itu kerap terdengar hampa.
Di balik retorika kebangsaan, praktik politik transaksional, polarisasi masyarakat, hingga maraknya hoaks justru memperlihatkan wajah ideologi yang kehilangan daya hidupnya di lapangan.

Di tengah arus pragmatisme politik yang kian telanjang, publik pun mulai bertanya: benarkah Pancasila masih menjadi ideologi yang hidup, atau sekadar hiasan yang dihidupkan setahun sekali? Momentum Hari Lahir Pancasila seharusnya tak cukup dirayakan dengan upacara, tapi mesti dihidupkan dalam keputusan, sikap, dan terutama keberpihakan nyata terhadap rakyat. [Redaksi]
š©ššššš ššš š«ššššššššššššš šššš š“šš šš š·šššš š“ššššš š“ššššš š©šššššššššš, šššššš šÆšššššš š²ššš ššššš š°ššš š»šššššš!
Kontak Media
WA: https://wa.me/6281225757951
Email: mediapress112@gmail.com
Kompasiana: MediaPressMMB Kompasiana
FB: Media Press Masjid Muslim Billionaire
IG: @MediaPressOfficial_MMB
LinkedIn: MediaPressMMB
Website: www.MasjidMuslimBillionaire.com





