Kloter Pertama Tim Perintis Masjid Muslim Purwakarta Resmi Berangkat ke Purwakarta

Keberangkatan Tim Perintis Cabang Masjid Muslim Billionaire Purwakarta

Rabu, 24 Juni 2026

Masjid Muslim Billionaire (MB) terus memperluas aktivitas dakwah dan pengembangan kawasan pendidikan melalui pembukaan cabang baru di Purwakarta. Aktivasi kawasan ini telah dimulai sejak Januari 2026 di atas lahan seluas 1,5 hektare yang dipersiapkan sebagai pusat pembinaan, pendidikan, dan pengembangan program strategis MB di masa mendatang.

Berdasarkan amanah yang diberikan oleh Ayah Beben selaku pimpinan Masjid Muslim Billionaire, sejumlah personel telah ditetapkan sebagai tim perintis yang akan bertugas membangun dan mengembangkan kawasan tersebut.

Tim yang diamanahkan untuk bertugas di Purwakarta terdiri dari:

  • Buya Kardi beserta istri, sebagai Pimpinan Cabang MB Purwakarta.
  • Ustadz Wahyu, Santri Angkatan Pertama Pondok CEO yang sebelumnya merintis dan memimpin salah satu unit usaha di pusat, yaitu MB Farm Agrowisata.
  • Daris Muhammad, Santri Angkatan Ketiga Pondok CEO yang akan berperan sebagai Media Placement MB Purwakarta.
  • Tim MB Farm Agrowisata, yaitu Ibnu, Kiran, Hafidz, dan Aini yang merupakan Santri Angkatan Keenam Pondok CEO. Mereka akan mengemban amanah sebagai mentor bagi para santri yang nantinya dibina di kawasan baru tersebut.

Sebagian besar anggota tim perintis berasal dari MB Farm Agrowisata. Hal ini selaras dengan rencana pembangunan Pondok ADP (Agribusiness Development Program), sebuah program pendidikan yang dirancang untuk mencetak generasi usahawan muslim di bidang agribisnis yang berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an.

Melalui program ini, para santri tidak hanya dibekali pemahaman agama yang kuat, tetapi juga keterampilan praktis di bidang pertanian dan pengembangan usaha. Pondok ADP diharapkan menjadi salah satu pusat kaderisasi yang melahirkan generasi pemimpin dan pengusaha muslim yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi umat dan masyarakat.

Pada Selasa, 23 Juni 2026, kloter pertama tim perintis resmi diberangkatkan menuju Purwakarta. Keberangkatan ini menjadi langkah awal dalam mewujudkan kawasan pembinaan baru yang diharapkan dapat menjadi pusat lahirnya berbagai program pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan umat di masa mendatang.

Di balik keberangkatan tersebut, tersimpan amanah yang besar, harapan yang tinggi, serta doa yang terus mengalir dari seluruh keluarga besar Masjid Muslim Billionaire. Para perintis ini akan menjadi orang-orang pertama yang menghidupkan kawasan baru dan meletakkan fondasi bagi berbagai program yang akan dibangun di sana.

Semoga Allah SWT memberikan kemudahan, keberkahan, kesehatan, dan kekuatan kepada seluruh tim yang bertugas. Semoga setiap langkah yang mereka tempuh menjadi bagian dari ikhtiar dalam membesarkan agama Allah serta melahirkan generasi-generasi yang berilmu, berakhlak, mandiri, dan bermanfaat bagi umat.

Kontak Media:

Instagram : @masjidmuslimbillionaire
Facebook : Masjid Muslim Billionaire
Youtube : Masjid Muslim Billionaire
Whatsapp : +628528542520

Kabar Terkini Lainnya

Menghitung Sedekah Penghasilan- Setiap muslim pasti berharap hartanya dipenuhi keberkahan. Namun, sering muncul kegelisahan di hati: “Sebenarnya, berapa banyak sedekah yang harus aku keluarkan dari

Pertanian adalah bagian penting dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari penyediaan bahan pangan hingga peningkatan ekonomi masyarakat. Salah satu komoditas populer yang mudah ditanam adalah daun

MEDIA PRESS, BOGOR 26 MEI 2025 – Masih dini hari ketika lantunan doa mulai menggema di Masjid Muslim Billionaire. Pukul 02.30, para marbot yang terdiri

Belakangan ini, sedekah subuh menjadi salah satu amalan yang banyak dilakukan umat Islam. Banyak orang mulai rutin bersedekah setelah sholat subuh karena percaya akan keutamaan

MEDIA PRESS, BOGOR 25 MEI 2025 – Di tengah gempuran tren instan dan orientasi materi dalam dunia pendidikan, Masjid Muslim Billionaire dan Pondok CEO tampil

MEDIA PRESS, BOGOR 27 MEI 2025 – Khalid bin Walid dikenal sebagai salah satu panglima perang paling legendaris dalam sejarah Islam. Gelar “Pedang Allah” melekat