cara membuat pupuk kompos dari feses sapi

Kepoin Yuk! Cara Membuat Pupuk Kompos dari Feses Sapi

Pertanyaan bagaimana cara membuat pupuk kompos dari feses sapi sering muncul di kalangan petani, pegiat pertanian organik, maupun masyarakat yang ingin memanfaatkan limbah peternakan menjadi sesuatu yang bernilai. 

Di tengah meningkatnya kesadaran terhadap pertanian ramah lingkungan, pengolahan kotoran ternak menjadi pupuk kompos bukan hanya solusi ekonomis, tetapi juga langkah nyata menjaga keseimbangan ekosistem. 

Melalui praktik pertanian berkelanjutan yang diterapkan di MB Farm, unit pemberdayaan pangan milik Masjid Muslim Billionaire, pengolahan limbah ternak dilakukan secara sistematis agar aman, higienis, dan menghasilkan pupuk berkualitas tinggi. Artikel ini akan membahas secara lengkap tahapan membuat pupuk kompos dari feses ternak, manfaatnya, serta hal-hal penting yang perlu diperhatikan.

Mengapa Feses Sapi Bisa Dijadikan Pupuk Kompos?

cara membuat pupuk kompos dari feses sapi

Feses ternak seperti sapi, kambing, atau ayam mengandung unsur hara penting yang dibutuhkan tanaman, antara lain:

  • Nitrogen (N) untuk pertumbuhan daun
  • Fosfor (P) untuk perkembangan akar
  • Kalium (K) untuk kekuatan batang dan ketahanan tanaman

Namun, kotoran ternak tidak boleh langsung digunakan sebagai pupuk. Feses segar masih mengandung gas amonia tinggi, bakteri patogen, serta suhu panas yang dapat merusak tanaman. Oleh karena itu, diperlukan proses pengomposan agar aman digunakan.

Baca Juga : INI!! Bagaimana Cara Menanam Bawang Putih Agar Cepat Tumbuh

Bagaimana Cara Membuat Pupuk Kompos dari Feses Sapi?

cara membuat pupuk kompos dari feses sapi

Berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan:

  1. Siapkan Bahan dan Lokasi

Bahan utama:

  • Feses Sapi
  • Bahan karbon seperti sekam padi, serbuk gergaji, atau jerami kering
  • Air secukupnya
  • Aktivator mikroorganisme (opsional, untuk mempercepat proses)
  • Pilih lokasi yang teduh, tidak tergenang air, dan memiliki sirkulasi udara baik.
  1. Campurkan Bahan dengan Rasio Seimbang

Campurkan feses ternak dengan bahan karbon dalam perbandingan kurang lebih 2:1. Bahan karbon berfungsi menyeimbangkan kadar nitrogen agar proses fermentasi berjalan optimal dan tidak menimbulkan bau menyengat. Aduk hingga merata dan pastikan tingkat kelembapan cukup—tidak terlalu kering dan tidak terlalu basah. Idealnya, ketika digenggam terasa lembap tetapi tidak meneteskan air.

  1. Bentuk Tumpukan dan Lakukan Fermentasi

Buat tumpukan setinggi sekitar 1–1,5 meter. Tutup menggunakan terpal agar proses fermentasi berjalan stabil namun tetap memiliki sirkulasi udara.

Selama 1–2 minggu pertama, suhu tumpukan akan meningkat. Ini tanda proses dekomposisi sedang berlangsung. Lakukan pembalikan setiap 5–7 hari sekali agar oksigen merata dan proses pembusukan berjalan sempurna.

  1. Tunggu Hingga Matang

Proses pengomposan biasanya membutuhkan waktu 4–8 minggu, tergantung kondisi cuaca dan bahan yang digunakan.

Ciri-ciri kompos siap digunakan:

  • Warna coklat kehitaman
  • Tidak berbau menyengat
  • Tekstur remah dan tidak panas
  • Tidak terlihat bentuk asli bahan

Jika sudah memenuhi ciri tersebut, pupuk kompos siap digunakan.

Manfaat Pupuk Kompos dari Feses Sapi

cara membuat pupuk kompos dari feses sapi

Penggunaan pupuk kompos memiliki banyak keunggulan dibanding pupuk kimia, antara lain:

  • Memperbaiki struktur tanah
  • Meningkatkan kesuburan jangka panjang
  • Ramah lingkungan
  • Mengurangi limbah peternakan
  • Lebih ekonomis dan berkelanjutan

Di MB Farm, penggunaan pupuk kompos menjadi bagian dari komitmen pertanian organik dan pemberdayaan sumber daya lokal. Limbah ternak tidak dibuang percuma, tetapi diolah menjadi nutrisi alami bagi tanaman. 

Hal yang perlu diperhatikan dalam praktiknya adalah, tetap memprioritaskan kebersihan dan keamanan. Dan pastikan juga hal-hal berikut ini:

  • Feses yang digunakan tidak tercampur bahan kimia berbahaya
  • Proses fermentasi benar-benar matang sebelum diaplikasikan
  • Gunakan sarung tangan saat pengolahan
  • Proses yang benar akan menghasilkan pupuk yang aman dan bebas dari patogen berbahaya.

Belajar Praktik Langsung di MB Farm

cara membuat pupuk kompos dari feses sapi

Bagi masyarakat yang ingin memahami lebih dalam bagaimana cara membuat pupuk kompos dari feses ternak secara benar, MB Farm membuka kesempatan edukasi dan kunjungan lapangan. Peserta dapat melihat langsung proses pengolahan limbah ternak menjadi pupuk organik yang siap digunakan untuk berbagai jenis tanaman. 

Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan bertani, tetapi juga membangun kesadaran tentang pentingnya pertanian berkelanjutan dan pengelolaan limbah yang bijak. Mengetahui bagaimana cara membuat pupuk kompos dari feses ternak adalah langkah awal menuju sistem pertanian yang lebih mandiri dan ramah lingkungan. Dengan proses yang tepat, limbah ternak dapat berubah menjadi sumber kesuburan tanah yang bernilai tinggi.

Potensi Ekonomi dari Pupuk Kompos Feses Sapi

Selain bermanfaat untuk kesuburan tanah, pupuk kompos dari feses ternak juga memiliki nilai ekonomi yang cukup menjanjikan. Banyak petani dan pelaku usaha pertanian mulai beralih ke pupuk organik karena harga pupuk kimia yang fluktuatif serta dampaknya terhadap kualitas tanah dalam jangka panjang. 

Dengan pengolahan yang baik, pupuk kompos dapat dikemas dan dipasarkan sebagai produk pertanian ramah lingkungan. Bahkan dalam skala kecil, pengelolaan kompos dari limbah ternak mampu menjadi sumber pendapatan tambahan bagi peternak maupun kelompok tani. Konsep inilah yang terus dikembangkan dalam ekosistem pertanian berkelanjutan di MB Farm, bahwa limbah bukanlah beban melainkan peluang yang dapat dikelola secara produktif.

Standar Keamanan dan Kualitas Kompos

Dalam praktik profesional, kualitas kompos harus memenuhi standar tertentu agar benar-benar aman digunakan. Proses fermentasi yang sempurna tidak hanya menghilangkan bau, tetapi juga membunuh bibit penyakit dan biji gulma yang mungkin terbawa dalam kotoran ternak.

Suhu selama proses pengomposan idealnya mencapai 50–60°C pada fase awal fermentasi. Suhu tinggi ini membantu mempercepat penguraian bahan organik sekaligus menekan pertumbuhan bakteri patogen. Setelah fase panas berlalu, suhu akan menurun secara alami sebagai tanda bahwa kompos mulai matang. Selain itu, kadar kelembapan harus dijaga sekitar 40–60%. Kompos yang terlalu kering akan menghambat aktivitas mikroorganisme, sementara kompos yang terlalu basah berisiko menimbulkan pembusukan anaerob yang menghasilkan bau tidak sedap.

Aplikasi Pupuk Kompos pada Tanaman

Setelah matang, pupuk kompos dapat diaplikasikan pada berbagai jenis tanaman seperti sayuran, buah-buahan, hingga tanaman hias. Cara penggunaannya cukup mudah, yaitu dengan mencampurkan kompos ke dalam media tanam atau menaburkannya di sekitar perakaran tanaman.

Untuk tanaman sayuran daun seperti kangkung atau bayam, kompos dapat dicampurkan ke tanah sebelum penanaman. Sedangkan untuk tanaman buah, kompos bisa diberikan secara berkala setiap beberapa bulan guna menjaga kesuburan tanah. 

Dengan penggunaan rutin, struktur tanah menjadi lebih gembur, daya serap air meningkat, dan mikroorganisme tanah berkembang lebih sehat. Hasilnya, tanaman tumbuh lebih kuat dan produktif tanpa ketergantungan pada pupuk kimia sintetis.

Komitmen MB Farm terhadap Pertanian Berkelanjutan

MB Farm terus mendorong praktik pengelolaan limbah ternak yang bertanggung jawab dan produktif. Edukasi tentang bagaimana cara membuat pupuk kompos dari feses ternak tidak hanya bertujuan meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga membangun kesadaran bahwa pertanian yang baik harus selaras dengan kelestarian lingkungan.

Mari belajar dan Berkembang bersama MB Farm.

Dengan memahami teknik pengomposan yang benar, kita tidak hanya menghasilkan pupuk berkualitas, tetapi juga turut menjaga bumi agar tetap subur dan lestari untuk generasi mendatang. Yuk, kunjungi dan belajar langsung di MB Farm.

Dapatkan pengalaman praktik pertanian organik yang aplikatif, edukatif, dan bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari. Segera amankan jadwal kunjunganmu ke MB Farm ya, ajak kawan-kawan atau komunitasmu untuk merasakan sendiri pengalaman seru dan asyik terkait edukasi pertanian. 

Di MB Farm kalian juga bisa berinteraksi dengan hewan-hewan lucu di area Mini Zoo dan mengenal berbagai jenis tanaman di unit Nursery. Silahkan hubungi MB Farm Masjid Muslim Billionaire di akun IG resminya di @mbfarm.id untuk mendapatkan informasi selngkapnya.

Kabar Terkini Lainnya

Camping Bareng Anak – Camping bukan sekadar bermalam di dalam tenda, melainkan kesempatan untuk menciptakan kenangan, mempererat kebersamaan, dan merasakan indahnya alam secara langsung. Bersama MB Camp, kegiatan camping jadi

Menanam daun bawang sendiri di rumah kini semakin dilirik dan diminati banyak orang. Selain hemat, hasilnya pun lebih segar dan menyehatkan karena tidak menggunakan bahan kimia berlebihan. Salah satu cara

𝐆𝐞𝐫𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐁𝐈𝐒𝐌𝐈𝐋𝐋𝐀𝐇: 𝐎𝐩𝐭𝐢𝐦𝐚𝐬𝐢 𝐊𝐞𝐦𝐚𝐤𝐦𝐮𝐫𝐚𝐧 𝐌𝐚𝐬𝐣𝐢𝐝 𝐮𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐈𝐧𝐝𝐨𝐧𝐞𝐬𝐢𝐚 𝐁𝐞𝐫𝐤𝐚𝐡 𝐌𝐞𝐝𝐢𝐚 𝐏𝐫𝐞𝐬𝐬, 𝐁𝐨𝐠𝐨𝐫 𝟐𝟖 𝐉𝐚𝐧𝐮𝐚𝐫𝐢 𝟐𝟎𝟐𝟓 – Sebuah gerakan nasional bertajuk BISMILLAH (Berkahi Indonesia dengan Masajidallah) diinisiasi oleh Ustadz Beben Wahyudi (UBW),

𝐘𝐚𝐮𝐦𝐢𝐥 𝐌𝐢𝐥𝐚𝐝 𝐝𝐫. 𝐀𝐧𝐝𝐡𝐲𝐤𝐚 𝐒𝐞𝐝𝐲𝐚𝐰𝐚𝐧 & 𝐁𝐮𝐧𝐝𝐚 𝐑𝐮𝐫𝐢 𝐒𝐚𝐧𝐭𝐨𝐬𝐨: 𝐃𝐨𝐚 𝐝𝐚𝐧 𝐇𝐚𝐫𝐚𝐩𝐚𝐧 𝐮𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐃𝐮𝐚 𝐒𝐨𝐬𝐨𝐤 𝐈𝐧𝐬𝐩𝐢𝐫𝐚𝐭𝐢𝐟 𝐝𝐢 𝐌𝐚𝐬𝐣𝐢𝐝 𝐌𝐮𝐬𝐥𝐢𝐦 𝐁𝐢𝐥𝐥𝐢𝐨𝐧𝐚𝐢𝐫𝐞 𝐌𝐞𝐝𝐢𝐚 𝐏𝐫𝐞𝐬𝐬, 𝐁𝐨𝐠𝐨𝐫 𝟏 𝐅𝐞𝐛𝐫𝐮𝐚𝐫𝐢 𝟐𝟎𝟐𝟓 – Keluarga besar Masjid

Cara menanam bawang merah di lahan kering- Banyak orang beranggapan bawang merah hanya bisa tumbuh baik di lahan yang lembap. Padahal, bawang merah juga bisa dibudidayakan di lahan kering asalkan

Cara Menanam Kangkung dari Biji di Tanah- Kangkung adalah salah satu sayuran favorit masyarakat Indonesia, dikenal mudah ditanam, cepat panen, dan serbaguna untuk berbagai menu. Banyak orang menanamnya di polybag,