KISAH MASJID BERDINDING TRIPLEK

Meskipun bangunannya sederhana, tapi manfaatnya sudah menyebar kemana-mana…

Bogor, 13 Desember 2024 – Sebuah masjid sederhana yang hanya berdinding triplek dan beratapkan seng, berdiri kokoh di tengah kawasan di kaki gunung Salak. Masjid itu bernama Masjid Muslim Billionaire . Meski jauh dari kesan megah, masjid ini justru menjadi pusat kegiatan sosial dan spiritual masyarakat setempat dan berkomitmen akan terus memberikan kontribusi nyata demi membahagiakan ummat.

Di tengah keterbatasan fasilitasnya, masjid ini memainkan peran strategis dalam memberdayakan warga sekitar. Setiap harinya, anak-anak memenuhi masjid untuk belajar mengaji, sementara para ibu mengikuti kajian keagamaan. Mulai dari belajar menghafal Al-Qur’an ayat demi ayat, sampai memaknai ayatnya kata demi kata.

Tak hanya itu, masjid ini juga menjadi pusat pendidikan di bidang kemasjidan terkait pengelolaan manajemen masjid layaknya corporate, yang dikenal dengan gerakan BISMILLAH (Berkahi Indonesia dengan Masajidallah). Berbagai kegiatan sosial juga rutin diimplementasikan, seperti pembagian sembako dan pelayanan kemasyarakatan yang diberikan secara gratis.

“Bangunan masjidnya memang sederhana, tapi manfaatnya sangat luar biasa. Kami merasa masjid ini adalah tempat di mana kami mendapatkan tambahan ilmu agama dan bantuan untuk kehidupan sehari-hari,” ujar Bu Aminah, salah satu warga yang tak pernah absen untuk hadir dalam kegiatan di Masjid Muslim Billionaire.

Baca Juga : Media Press – Masjid Muslim Billionaire

Masjid yang dikelola secara profesional ini, telah banyak menggulirkan program-program kemaslahatan ummat. Ada keunikan tersendiri di Masjid Muslim Billionaire yaitu para marbotnya adalah anak-anak muda dari kalangan Gen Z. Mereka mengubah tempat yang sederhana menjadi ruang penuh kebermanfaatan.

“Masjid ini adalah jantung kawasan kami. Meski hanya berdinding triplek, kebermanfaatannya tidak kalah dengan masjid megah lainnya,” tambah Abah, tokoh masyarakat setempat.
Sebagai bagian dari program pengembangan kawasan, Masjid Muslim Billionaire berencana untuk selalu berinovasi guna meningkatkan pelayanan bagi masyarakat, mencakup peningkatan fasilitas fisik dan perluasan program-program pemberdayaan masyarakat.

“Kami ingin masjid ini tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat pemberdayaan
ummat yang memberikan dampak luas bagi kemajuan peradaban. Tidak mementingkan besi dan kontruksi, tapi lebih mengutamakan fungsi dan kontribusi. Sehingga keberadaan masjid benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat.” ungkap Ustadz Beben Wahyudi Nasution (UBW), inisiator gerakan BISMILLAH.

Berita ini dipublikasikan oleh Media Press Masjid Muslim Billionaire

Email: mediapress112@gmail.com

Website: http://www.masjidmuslimbillionaire.com/

FB : Media Press Masjid Muslim Billionaire

IG : @MediaPressOfficial_MMB

Linkedln : https://bit.ly/49zXTvl

Kabar Terkini Lainnya

Puasa Ramadan merupakan kewajiban besar bagi setiap muslim yang telah memenuhi syarat. Karena itu, pembahasan mengenai apa hukum tidak puasa Ramadhan menjadi penting untuk dipahami, mengingat dalam realitas kehidupan tidak

MEDIA PRESS, BOGOR 13 JUNI 2025 – Suasana Majelis Botram yang dihadiri lebih dari 400 jamaah mendadak hening saat lantunan suara seorang perempuan terdengar dari pengeras suara. Bukan suara pengisi

Tips Camping Saat Hujan – Camping selalu jadi pilihan seru untuk liburan bersama keluarga atau teman. Tapi, bagaimana kalau hujan deras melanda saat camping? Apalagi kalau kamu baru pertama kali

Sedekah merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Ia tidak hanya membersihkan harta, tetapi juga melapangkan rezeki, menenangkan hati, dan menjadi sebab datangnya pertolongan Allah SWT. Di antara

  Rabu, 5 November 2025 — Masjid Muslim Billionaire menggelar Pelatihan Para Pengajar Program Pemberantasan Buta Aksara Al-Qur’an, yang diikuti oleh 65 asatidz dan asatidzah dari 13 pondok pesantren mitra

MEDIA PRESS, BOGOR 9 JUNI 2025 – Di tengah stereotip negatif yang melekat pada generasi muda yakni tukang rebahan, apatis, dan sibuk scroll media sosial, muncul arus tandingan dari anak-anak