MEDIA PRESS, 8 JUNI 2025 – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tengah menghadapi krisis keuangan terburuk dalam dua dekade terakhir. Untuk menutup defisit anggaran yang membengkak, lembaga internasional itu berencana melakukan pemutusan kontrak terhadap sekitar 6.000 pegawainya secara bertahap. Kontribusi yang menurun dari sejumlah negara anggota, termasuk Amerika Serikat, disebut sebagai biang keladi krisis ini.
Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres, menyebut kebijakan ini sebagai langkah darurat. “Kami harus mengambil keputusan sulit agar fungsi organisasi tetap berjalan,” kata Guterres dalam pernyataan resminya.
Baca Juga: Aneka Olahan Daging Qurban di Masjid Muslim Billionaire
Sementara itu, ratusan staf di kantor PBB Jenewa menggelar protes, menolak pemangkasan yang mereka anggap mengancam independensi lembaga dan keberlangsungan berbagai misi kemanusiaan.
Rencana PHK massal ini memunculkan ironi besar. Di saat dunia tengah menghadapi konflik, krisis pangan, dan perubahan iklim, lembaga yang menjadi simbol solidaritas global justru terseok-seok.
Bukan karena dunia kekurangan masalah, tapi karena komitmen negara-negara anggota terhadap PBB makin menipis. Inilah yang membuat lembaga dunia ini tampak goyah di tengah tantangan global yang terus bertambah [Redaksi]
𝑩𝒆𝒓𝒊𝒕𝒂 𝒊𝒏𝒊 𝑫𝒊𝒑𝒖𝒃𝒍𝒊𝒌𝒂𝒔𝒊𝒌𝒂𝒏 𝒐𝒍𝒆𝒉 𝑴𝒆𝒅𝒊𝒂 𝑷𝒓𝒆𝒔𝒔 𝑴𝒂𝒔𝒋𝒊𝒅 𝑴𝒖𝒔𝒍𝒊𝒎 𝑩𝒊𝒍𝒍𝒊𝒐𝒏𝒂𝒊𝒓𝒆, 𝑭𝒐𝒍𝒍𝒐𝒘 𝑯𝒂𝒍𝒂𝒎𝒂𝒏 𝑲𝒂𝒎𝒊 𝒖𝒏𝒕𝒖𝒌 𝑰𝒏𝒇𝒐 𝑻𝒆𝒓𝒃𝒂𝒓𝒖!
Kontak Media
WA: https://wa.me/6281225757951
Email: mediapress112@gmail.com
Kompasiana: MediaPressMMB Kompasiana
FB: Media Press Masjid Muslim Billionaire
IG: @MediaPressOfficial_MMB
LinkedIn: MediaPressMMB
Website: www.MasjidMuslimBillionaire.com





